Belajar dari Panda

Sabtu malam kemarin saya datang ke P3M (Persekutuan Pemuda Pemudi Methodist), acara sabtu kemarin nonton bersama. Nonton apa? Film animasi baru produksi Dreamworks Animation, Kungfu Panda.

Po, panda besar bertubuh tambun dan yang menurut lucu yaitu Po anak dari seorang Bebek? Sometime animations doesn’t need reason or make sense. Si Panda ini punya keinginan untuk menjadi master kungfu. Namun, tadir dari si ayah mengatakan kalau dia akan tetap meneruskan usaha keluarga yaitu berdagang mie. Singkat cerita, ternyata Valley of Peace (kota tempat tinggal Po) sedang dalam ancaman macan tutul salju bernama Tai Lung. Makanya Valley of Peace membuat sayembara mencari prajurit naga untuk melindungi kota. Po yang karena ‘kecelakaan’ tidak disangka ditunjuk menjadi prajurit naga itu dan membuat orang ragu akan kemampuan dirinya. Hal ini dikarenakan Po tidak mempunyai kemampuan kungfu dibanding 5 prajurit asuhan Shifu yaitu Macan tutul ‘Tigers’ , Belalang ‘Mantis’, Monyet ‘Monkey’, Ular ‘Viper’, dan Bangau ‘Crane’.

Shifu diberi kepercayan oleh Oogway (orang yang menunjuk Po sebagai prajurit naga) untuk melatih kungfu ke Po, awalnya Shifu keberatan karena dia tidak percaya akan kemampuan Po yang sama sekali tidak punya bakat kungfu. Namun, ada sepotong kalimat dari Oogway untuk Shifu yang membuat saya mensyukuri hidup ini:

Tomorrow is a mystery and today is a gift

Bahwa kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi esok hari, apa yang telah direncanakan oleh Tuhan memiliki waktu-Nya sendiri dan manusia tidak akan mampu menyelami pekerjaan Tuhan. Dan apa yang terjadi hari ini (baik atau buruk) adalah ‘hadiah’ dari Tuhan yang ditujukan agar kita belajar dari setiap kejadian yang kita alami.

Karena 5 prajurit pilihan Shifu tidak mampu mengalahkan Tai Lung, akhirnya Shifu membuka mantra gulungan kertas dari mulut Naga. Orang yang dapat membaca isi dari gulungan itu akan kuat dan tak terkalahkan. Namun, setelah Po membuka gulungan itu sama sekali tidak terdapat tulisan, yang ada hanya pantulan dirinya yang nampak kebingungan.

Saya menebak kalau gulungan itu akan terbaca kalau terkena air (seperti alur film pada umumnya) tapi ternyata dugaan saya salah.

Po bertemu dengan ayahnya dan mulai bercerita tentang siapa dirinya? tentang keraguannya apakah dia itu benar anak ayahnya? (ya iyah dong secara Po kan panda, sementara ayahnya bebek). Ternyata pertanyaan itu dijawab sama ayahnya kalau sudah saatnya Po mengetahui rahasia itu. Rahasia apa? Dugaan saya tentang kalau Po itu bukan anak kandung dari si bebek? Jah.. ternyata dugaan saya salah lagi… Rahasia yang akan dikasih tahu tentang resep mie special. *grubak*

Resep untuk membuat mie itu menjadi special ternyata sama sekali tidak ada. Alasan kenapa itu menjadi special adalah dengan kita menyakini diri kita itu special. Why i am special? Po akhirnya menyadari dan memahami maksud dari gulungan kertas tersebut. Bahwa tidak ada yang special untuk menjadi prajurit naga, tidak ada trik-trik tertentu juga. Yang ada hanyalah kepercayaan diri kita sendiri.

Akhirnya Po berhasil mengalahkan Tai Lung dengan teknik kungfu yang diajarkan oleh Shifu. Dan penduduk mengangkat Po sebagai Kungfu Panda.

Oke… sisi positif yang dapat saya dari cerita ini:

  • Harus Percaya Diri (sampe gokil abis biar perluuu)
  • Punya motivasi yang kuat! Contohnya Po punya motivasi sama makanan (bakpao)
  • Tekun! Kudu perlu itu
  • Doa.. wah ini sok pasti!

Storyteller and Digital Marketing Specialist. A copy of my mind about traveling, culinary and review. I own this blog www.deddyhuang.com
Posts created 1729

6 tanggapan pada “Belajar dari Panda

  1. saya 2x nontonnya.

    pertama karena emang niat pengen nonton.
    kedua karena killing-time buat nungguin film Hancock.

  2. $Triana

    Isdah.. maksud lu? *tampang lagi ngemut permen loli*

    Emang quote yang mana ya? 😀

    $Aan

    Nonton yang bajakan punya kan? :p hehehe…

    $Emyou

    Ah.. i’m so sorry buat mbak MU jadi spoiller 🙂

    Tapi asik kha nonton filemnya?

  3. Tumben postingannya panjang ;))
    Bagus tuh quote nya, jadi inget perkataan saya yang pernah anda kutip *lirik page quote 😀

  4. Duh spoiller nih. Untung gw uda nonton filmnya. Klao bisa dikasi peringatan spoiller di awal tulisan biar mereka yang belum nonton dan gak pengen tau gimana endingnya bisa milih untuk terus baca ato gak demi kenikmatan menonton filmnya.

Tinggalkan Balasan

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: