BerandaBlogrollMovement is a word such as virus

Movement is a word such as virus

Author

Date

Category

bannerstopautism

Sering dengar orang pakai kata “autis” buat dimasukin dibahan candaan? Misalnya, ada seorang temannya lagi asik sama gadget sementara teman yang lain sibuk diskusi. Otomatis temannya yang dianggap “autis” itu jadi bahan ledekan. Pity yourself, nak :mrgreen:. Kadang, siswa saya juga pakai kosakata antik itu buat meledek temannya yang lagi asik dengarin musik lewat headset waktu saya lagi menjelaskan materi. Kalau yang ini saya langsung to the point: Maaf, apa suara saya perlu ditranslate ke bahasa kamu?

Anak pertama tante juga autis dan setiap bulannya harus sisihkan gajinya buat perawatan anaknya mulai dari sekolah, pengasuh dan konsumsi makanan *makanan untuk anak autis beda dengan anak normal*. Seorang autis seolah punya dunianya sendiri, dia nggak akan peduliin kamu kalau sedang asik ngeblog. Saya perhatiin sepupu saya itu kalau dia suka tertawa dan bicara sendiri, untungnya dia masih ingat sama kedua orangtuanya.

Mungkin kita yang nggak mengidap autis merasa kata “autis” buat lelucon itu biasa, soalnya definisi “autis” sendiri karena si teman lagi sibuk dengan aktivitas yang sedang dilakukan. Jujur *daripada boong tongue* gue pernah! Pernah keceplos bilang “autis” sama teman lantaran si teman asik sendiri dan saya dikacangin :mrgreen:. Awalnya penasaran juga pengen sebutin kata “autis” itu kayak gimana? ternyata si teman no respon. Terakhir, saya juga pernah pakai kata “epilepsi” yang tak lain sejenis penyakit kejang-kejang, dan biasanya dipakai kalau misalnya ada teman yang lagi asik sendiri itu tiba-tiba berteriak-teriak kayak lagi dengarin musik rock rock_n_roll1.

Last, but not least… there is no word too late to improve yourself from the start right?

Grab this badge to support the movement stop using autism in daily jokes joyful

Deddy Huanghttps://deddyhuang.com
Storyteller and Digital Marketing Specialist. A copy of my mind about traveling, culinary and review. I own this blog www.deddyhuang.com
Artikulli paraprakGoedemorgen, hoe gaat het met je?
Artikulli tjetรซrPre-Marital Check Up

66 KOMENTAR

  1. wah ada yah gerakan yang seperti ini
    slama ini gw sih cuma menganggap kalo ada orang yang menyebut “autis” ke orang yang cuma “sibuk sendiri” sebagai hal yang biasa karna gw tetap tau bagaimana keadaan “autis” itu sendiri sebenarnya…
    hm.. ini bukan bahan “celaan” sih kalo buat gw ๐Ÿ˜€

  2. Walah saya ga pernah pake kata-kata yang semacam penyakit ini..

    Cuman saya pernah menggunakan kata2 yang tidak ada artinya untuk menyatakan rasa sebel sama temn2ku..

    Encruuttt!!! Nah kata inilah, ya memang ga ada artinya tapi sangat puas ketika kesal mengatakan kata ini kepada mereka…

  3. masih banyak kata lain kok… ๐Ÿ˜€ g perlu nge bingungin tentang standar atau arti kata. Cukup dg hati dibalikin aja k dri sendiri gmn kl keluarga kita yg kek gtu trus orang dg entengnya…becandaan

    udah trademark duluan kalau autis itu jenis penyakit…

  4. Gee… saya kadang-kadang juga suka dibilang autis kalo udah buka notebook, pasang headset, dan secangkir espresso didepan saya….bener2 hanyut dalam dunia sendiri…..

    salam kenal ya,kawan.. ๐Ÿ™‚

  5. wah, saya malah nggak sadar kalau kata autis dipake dalam becandaan sehari-hari. mungkin komunitasnya juga beda ya.
    tapi menanggapi anak2 yg suka ngelamun, tertawa dan bicara sendiri… saya dulu juga kayak gitu lho. saya suka bikin cerita saya sendiri, ketawa sendiri, bicara sendiri, saya bahkan punya teman bayangan, tapi saya nggak pernah didiagnosa autis. beberapa ilmuwan melihat kalau yang seperti itu sebenarnya juga baik untuk perkembangan anak karena bisa meningkatkan kreatifitas anak. mungkin kalo udah kebablasan itu yg baru disebut autis. tapi kalopun memang gitu, saya nggak akan merasa dilecehkan kalo diejek seseorang autis. it’s just a condition and it’s not something to pity about… imho sih.

  6. masalahnya, ada 2 definisi untuk kata autis itu sendiri:

    autism |?รด?tiz?m| noun Psychiatry a mental condition, present from early childhood, characterized by great difficulty in communicating and forming relationships with other people and in using language and abstract concepts.

    === ini yang mungkin oleh sebagian orang dianggap sensitif untuk dijadikan bahan candaan, dan satu lagi artinya adalah:

    โ€ข a mental condition in which fantasy dominates over reality, as a symptom of schizophrenia and other disorders.

    menurut saya, kondisi “autis” ketika diucapkan pada percakapan sehari-hari lebih mengacu pada pengertian “fantasy dominates over reality” daripada pengertian yang pertama. lantas yang dihimbau untuk tidak dijadikan daily jokes itu… kira-kira untuk pengertian yang mana, ya?

  7. Adek temen saya autis, huff …
    Tapi kok saya suka ngeledikin sahabat saya pake istilah ini ya,, tiap dikenalin ma cewek pdkt-anya.. hihii ..
    Maaf, maaf …

    Eh iya, ampun deh adi lupa..
    Salam kenal ๐Ÿ˜€ saya baru di sini…

  8. Atau mungkin autis adalah kata2 yang terlalu dilebih2kan oleh psikolog?? Terutama akhir2 ini?? Buktinya kalau sudah besar juga autisnya hilang sendiri…. huehehe…….

  9. mas huang,
    sama sekali tidak bermaksud mengecilkan kesulitan orang dengan anggota keluarga berpenyakit tertentu, tapi beberapa kosakata memang kerap menimbulkan sensitivitas.
    tapi lagi-lagi, banyak kata yang juga ambigu.
    rasanya sulit juga untuk menghindari penggunaan kata-kata serupa ini, seperti buta, tuli, gila, dsb.
    takut-takut malah terjebak eufimisme, political politeness, saking berhati-hatinya.

  10. sepupuku juga autis, menurut aku juga kurang baiklah kalau kata2 ini dijadikan bahan olok2. Karena siapa tau teman atau orang yg mendengarnya punya kerabat yg menderita autism. It’s incurable but can be treated…

  11. hahahahaha…. kalo bilang orang autis ato epilepsi sih gak pernah, malah baru bisa jadi bahan ejekan ๐Ÿ˜€

    kata orang anak autis tuh pinter2 ya..
    w ada guru yg anaknya autis, makkk anaknya tuh pinternya keren amat… tiap tahun juara padahal tinggal baca sekali aja langsung diresap ama otak, alhasil hasil ujian selalu 100 nilai paling rendah tuh 80 o_0a

  12. hualah…kalo saya mah udah nggak asing lagi noh dengan kata-kata autis, lah…si boni naenggolan pak kos kan cucunya yang autis ada 2 (beneran autis, dipanggil nggak noleh-noleh hahah)..bahkan pak kos saya juga sama autisnya kalo tiap pagi ngitungin mangga di depan rumah wkwkwkkw..

    shuuuuutttt..u juga autis d kayaknya…soale kalo datang ke kosan saya, suka ngitungin mangga yang “ADA HAK PATEN NYA” kwkwkw

    tapi yang jelas…sakit autis, biayanya mahal tenan..kan butuh sekolah khusus noh…saya juga pernah datengin sekolah anak autis hehhe..

    • Wekss!!
      Sin, ntuh si Boni emank gedek banget! untung waktu aku main ke kost-an dy ndak kapak-in aku gara-gara aku cuma numpang lihat pohon mangganya yang menggoda iman! Padahal tetangga sebelah rumah aku pohon mangganya udah berbiji lebat.. pada jatuh-jatuh tuh di genting, mpe genting rumah aku jebol!

      Kapan kw ke sekolah anak autis?

  13. yup..it’s not a joke, baru kemaren tau ada badge itu dr blognya Aditya Mulya, setelah searching ttg buku Test Pack-nya Ninit Yunita, huehehe ๐Ÿ˜€

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Deddy Huang

As a digital creator, this blog discusses topics related to traveling, culinary, product reviews and digital marketing. The articles on this blog provide many tips and recommendations based on personal experience.

This blog also opens up opportunities for collaboration. Contact me at [email protected]

Artikel Populer

Komentar Terbaru