Or not at all

Jadilah konsultan yang menjawab pertanyaan bukan memberi pertanyaan balik ke konsumen! Atau tidak sama sekali!

Setidaknya inilah pelajaran tentang ilmu pemasaran yang aku dapetin untuk bab how to win your customer. Bagaimana memenangkan hati konsumen Anda. Siang tadi aku sama mama dan kakakku iseng berkunjung ke properti rumah. Niat awal hanya ingin bertanya pasaran harga rumah sekarang, siapa tahu cocok kan. Namun ternyata konsultan developernya kurang menjual.

Berawal dari kebingungan mamaku untuk memilih blok komplek properti, antara rumah nomer 9, 10, atau 11. Maka bertanyalah si mama sama konsultan developernya tentang dari kacamata konsultan lebih menyarankan yang mana. Kalau dilihat rumah nomer 9 itu luas tanahnya lebih besar dibanding nomer 10 dan 11. Tapi tetap ada kekurangan di nomor 9.

Konsultan hanya menjawab yaa itu terserah ibu mau pilih yang mana. Sekilas dilihat enggak ada yang salah dari jawaban beliau, mungkin, yang ada kita malahan mentertawakan pertanyaan dari si ibu. Dalam hati nih ibu bego banget kasih pertanyaan kayak gitu. Tidakkah kamu melihat justru jawaban dari konsultan ini bisa bikin konsumen mengurungkan niatnya untuk membeli produk yang dijual. Alasannya: si konsultan nggak menguasai produk yang di jual serta nggak dapat memberikan jawaban bukannya memberi pertanyaan balik ke konsumen sehingga konsumen binggung untuk memilih mana yang baik sesuai ukuran kantong uangnya.

Alangkah baiknya si konsultan itu mampu menjelaskan tentang benefit dari produk yang dia jual, bahkan bila perlu menggambarkan efek samping yang akan terjadi di masa yang akan datang. Misal, si konsultan menyarankan lebih baik ambil yang nomer 9 daripada nomor 10 atau 11, karena nomor 10 dan 11 dibangun berdampingan, sementara nomor 9 terpisah. Tapi karena keunggulannya itu menyebabkan adanya penambahan uang lebih. Cuma kalau nomor 9 lokasinya terlalu di depan mungkin ibu kurang begitu suka kebisingan, maka nomor 10 bisa dijadikan pilihan kedua.

Cuma, bagi kamu yang enggak mementingkan nilai dari customer service, nilai untuk pembelian kembali ya silahkan menjual dengan cara yang memberi pertanyaan balik ke konsumen.

p.s : Kapan aku bisa punya rumah gedongan…

Storyteller and Digital Marketing Specialist. A copy of my mind about traveling, culinary and review. I own this blog www.deddyhuang.com
Posts created 1725

15 tanggapan pada “Or not at all

  1. __SALAMSOREE..salam istirahat dariaktifitasnyaa πŸ™‚ __
    ____bismillah ALHAMDULILLAAHH…_____

    Huang : Makasih bri πŸ™‚

  2. Ping-balik: kangBoed » Hujan Award dari Kang Saka Inget
  3. Hehehe,, begitulah *ga tau mw koment apa* πŸ˜›

    Huang : Cukup meninggalkan jejak saja, nanti aku datang untuk membalas πŸ™‚

  4. Tergantung posisi tawar juga sih…konsumen kita kadang jg bisa ‘gila’…kalo udah jadi trend…gak perlu banyak tanya, langsung beli aja..yg penting dapet…
    ya nggak?

    Huang : Yoi.. contohnya fenomena BlackBerry :p

  5. kalo motivator yg selalu ngasih pertanyaan balik, masalah juga nggak?
    p.s : emang om Huang tinggalnya dimana? hehe πŸ™‚

    Huang : Di palembang, yak. Kalo kamu?

    1. lha, pertanyaan tentang motivatornya kaga dijawab.

      Huang : Kalo soal pertanyaan tentang motivator yang memberi pertanyaan balik, itu pada dasarnya ingin mendapat feedback dari apa yang telah ia beri, misal: seorang guru baru selesai menjelaskan materi, maka biasanya guru bertanya ada yang ingin ditanyakan? sudah paham?

  6. (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    ntar ah kalau aku sudah punya. He.. he..
    **yang terpenting bukan gedongan atau tidak tetapi cukup merasa nyamankah kita menghuninya.

    Huang : Yoi mas πŸ˜€

  7. Ping-balik: kangBoed » AWARD Pertama Ngeblog

Tinggalkan Balasan

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: