What should i call about this feeling?


Sudah hampir 2 bulan aku ‘cuti’ dari tempat mengajarku, jalanin keseharian layaknya grafik penjualan. Tapi aku nggak membahas tentang itu, jumat kemarin aku dapat panggilan dari tempat mengajarku lagi untuk mengajar kelas matrikulasi seminggu ke depan. Aku langsung mengiyakan.

Terus terang memang aku butuh pekerjaan, kalau enggak gimana bisa bertahan hidup. Aku sendiri juga enggak tahu apa nanti bakal dapat kelas baru lagi untuk minggu seterusnya. Ah sudahlah, buat apa dipikirkan kalau nanti bakalan menjadi pikiran negatif.

Aku senang bisa kembali mengajar, kembali bertemu sama siswa-siswaku, dan juga teman-teman di tempat mengajarku. Tadinya sempat aku merasa grogi lantaran aku sudah lama nggak berbicara di depan umum. Bersyukur seharian ini aku dapat mengajar dengan lancar. Pertemuan pertama kelas matrikulasi aku isi untuk perkenalan dimulai dari lingkungan tempat mengajarku sampai perkenalan diriku sendiri.

Ada cerita lucu waktu aku sedang memperkenalkan diri, beberapa siswa mulai bertanya tentang aku.

Siswa : Pak, umurnya berapa?

Aku : Kelihatannya?

Siswa : Kayak umur 40-an, pak. Hahaha… enggak kayak 25-an kok pak.

Aku : Oh yaa?? Hebat dong, berarti aku awet tua ketimbang awet muda.

Siswa : *bingung* Kenapa pak? Bukannya awet muda lebih enak?

Aku : Masih mending dibilang awet tua, soalnya kalo nanti umur udah tua kan tampang kita masih tetap sama seperti pertama kali kalian lihat aku. Coba kalo awet muda?? Kalo misalnya aku udah tua pasti bilangnya : eh bapak kok beda yaa tuanya kelihatan lebih *jelek maksudnya*…

Siswa : Eh pak, kami manggilnya apa?

Aku : Biasa sih dipanggil bapak, tapi ada juga yang manggilnya mas atau kakak. Atau karena aku chinese, biasanya ada yang manggil koko.

Siswa : Oo.. ko Deddy.

Aku : *senyam-senyum* *blushing*

Situasi seperti ini yang buat aku kangen untuk mengajar. Aku kangen bertemu sama siswa-siswaku. Canda tawa bareng mereka. Bisa bertemu dengan orang-orang yang baru dari berbagai latar belakang yang berbeda. Terus terang, dengan mengajar aku sering mendapat pelajaran tentang memaknai kehidupan ini dari siswa-siswaku. Beberapa cerita yang aku tulispun juga terinspirasi dari siswaku.

p.s : Speechless

4 pemikiran pada “What should i call about this feeling?

  1. Ping balik: What’s new | Update Blog Terbaru

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s