2 Poin Kesederhanaan dari Gusdur


Tayangan kedua ‘Rossy’ malam ini mengangkat tentang ‘Terimakasih Gusdur’. Tentang gusdur dan orang tionghoa.

Seperti yang kita tahu, gusdur lah yang meniadakan diskriminasi etnis tionghoa. Selama 3 dekade orang tionghoa nggak peroleh kebebasan untuk merayakan imlek, bersembahyang di klenteng ataupun memajang ornamen-ornamen tionghoa.

Aku masih mengingat dulu merayakan imlek masih harus sembunyi. Namun sejak ada gusdur, perubahan itu ada. Cuma sekarang aku masih saja merasakan diskriminasi karena kamu tionghoa. Aku tionghoa. Dan kita bukan tionghoa.

Sama kayak temanku tadi pagi bilang sebel karena terlahir sebagai batak dan nggak bisa dapat angpao.

Bukan karena diskriminasinya, tapi tentang tayangan ini memberi inspirasi dari seorang gusdur. Inspirasi tentang bersyukur dan ikhlas.

Kita kalau dipinjam barang oleh teman, setelah dibalikin bisa bilang terima kasih. Tapi kita sulit bilang terima kasih sama Tuhan karena Dia berikan pinjaman buat kita.

Dan hidup menjadi manusia belum hidup kalau kita tidak menghasilkan dan bermanfaat.

Dua poin inspirasi di atas sederhana dari gusdur.

p.s : Selamat malam kawan.

~Coffee Oriental~
It’s mobile blogging

Iklan