Copet Modal Nekad


“COPEETT…”

Suara kencang itu membangunkan tidur pagiku. Tampak masih pukul 7 pagi. Aku bergegas keluar dari rumah dan melihat siapa orang yang berteriak barusan. Seorang perempuan berambut pendek. Dirinya baru saja dijambret, si penjambret berhasil mengambil kalung dari lehernya yang putih.

Gila! Pagi-pagi buta kayak gini sudah ada jambret?

Aku nggak menyalahkan kalau lingkungan rumah yang baru ini memang sangat rawan. Walaupun terletak di pusat kota namun masih lingkungan rumah bedeng. Apalagi akses jalan tikus sangat terbuka dan inilah yang membuat para preman gampang untuk menjalankan aksinya. Biasanya mulai jam 10 malam ke atas, para preman suka nongkrong di depan rumah. Mereka ngobrol ngalor ngidul nggak jelas, merokok, miras, dan bernyanyi. Tentunya suara kebisingan mereka mengganggu lingkungan kami. Pernah bilang ke RT setempat tapi kurang digubris.

Beda dengan lingkungan rumah kontrakan yang lama. Pulang malam sekitar jam 12 malam lingkungan daerah sana masih aman. Memang di lingkungan rumah yang lama lebih sering terjadi transaksi obat terlarang daripada aksi premanisme. Maka posisi sekarang ibarat keluar lubang macan masuk kandang harimau.

p.s : Heran sama mbak itu. Dijambret kok teriak copet ya?

Iklan