Aku, Hujan, Menunggu


Hampir satu setengah jam saya berteduh di depan toko orang. Berteduh dari hujan yang tak kunjung reda selama satu jam lebih tersebut.

Setiap hari Palembang selalu diguyur oleh hujan lebat, kemungkinan hujan ini baru selesai setelah melewati capgo. Capgo adalah hari kelima belas setelah perayaan imlek.

Terlalu lama menunggu membuatku kelaparan dan akhirnya menerobos hujan yang belum reda sampai pulang ke rumah. Sampai di rumah ternyata sudah ada genangan air dan sebagian masuk ke dalam rumah. Kemudian kecoak mulai keluar dari sarang mereka.

p.s : Sekarang kepala saya terasa agak pusing.

p.s : Bersyukur selama menunggu hujan tak kunjung reda, saya nggak mengeluh. Saya menikmati hujan.

Iklan

2 pemikiran pada “Aku, Hujan, Menunggu

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s