Undercover : Escort


Kerja di bidang hotel itu ajib gila!

Sudah lama juga saya gak kumpul bareng temen-temen kuliah. Kebetulan hari ini bisa kumpul karena salah satu temen saya hari ini melangsungkan pertunangan. Biasalah ya kalau ketemu sama temen tentunya kita saling tanya kabar masing-masing. Ada yang bulan depan ke Bali lah karena dapat hadiah dari kantor mereka, ada yang lagi asik sama kantor barunya, dan ada juga yang tanya kok saya betah jadi pengajar. Saya jawab kalem saja.

Huang (H) : Gimana kabar kamu? Enakan kerja di hotel bintang 5 itu?

Teman (T) : Ajib! Kerja di hotel lu bakalan temuin hal yang selama ini lu pikir gak ada tapi ternyata ada dan nyata.

H : Wow keren dong.

T : Makanya gw bilang ajib. Sudah dapet duit tipnya kenceng, terus suka dapet pemandangan yang bikin geleng-geleng.

H : Pemandangan gimana?

T : Gw gak habis pikir aja ya bapak-bapak yang identiknya udah mapan dan mereka itu bukan orang sembarangan loh. You know what i mean kan? Mereka itu gak ragu buat minta escort.

H : Emang ada link-nya?

T : Biasanya mereka sendiri yang cari, tapi kalau gak ada biasanya minta sama receptionist yang memang kenal sama mucikarinya.

H : Ajib… Kalau gitu hotel itu tempat melegalkan lokalisasi dong? Dia menyediakan semuanya.

T : Lha iya. Kita tutup mata sebelah aja. Mau buka suara juga buat apa? Wong ngasap ngepul kan datangnya dari mereka yang duitnya ngalirnya udah kemana aja. Yang jelas pihak hotel kan tahunya kamar full booked.

Menurut hemat saya, buat apa menelusuri prostitusi melalui situs jejaringan kalau nyatanya tempat untuk melegalkan lokalisasi saja masih ada. Mulai dari losmen kelas melati, kost-kost-an, hotel berbintang sampai kelebihan cantumkan bintangnya. Semuanya menyediakan jasa escort*.

*Escort = pramunikmat highclass. Bisa laki atau perempuan, tergantung selera.

=========

Ada cerita dodol, seorang bapak gak segan untuk minta “pemijat”. Ceritanya bapak ini check in tengah malam.

Bapak (B) : Bisa pijet gak malem ini?

Receptionist (R) : Kalau malam udah balik pak therapistnya.

B : Bisa cariin ‘pijet’?

R : Bisa pak, mau yang umur berapa?

B : Paling muda berapa? paling tua?

R : 30 paling muda, paling tua 35.

Kebetulan ada cewek yang lewat di depan bapak itu. Usia diperkirakan sekitar 25 tahun.

B : Nah, kalau paling muda dari cewek itu ada?


p.s : Buka mata dan buka telinga tapi jangan buka pakaian ya…

Iklan