Intip Cara Ibadah di Klenteng


Klenteng merupakan rumah ibadah bagi masyarakat Tionghoa yang memeluk kepercayaan Kong Hu Cu. Klenteng di kawasan Palembang jumlahnya puluhan dari yang dekat kota sampai ke pelosok kota. Masing-masing dari klenteng ini memiliki ciri khasnya sendiri. Ciri khas berupa bangunan sampai jenis dewa yang dipercayain.

klenteng02

Umumnya bangunan klenteng ini didominasi oleh warna merah pekat, dengan ukiran-ukiran huruf cina dan arsitekturnya bercita rasa oriental. Ada ritual ibadah yang biasanya dilakukan oleh orang Kong Hu Cu yaitu membakar dupa wangi sambil berdoa ke patung-patung yang dipercayai ada ‘nyawa-nya’. Sehingga apa yang mereka doa akan tersampaikan ke dewa yang dimaksud.

klenteng01

Peralatan untuk ibadah juga tidak repot, hanya sejumlah dupa yang sudah disediakan oleh pengurus klenteng. Tiap satu colokkan dupa digunakan 3 batang dupa, jadi kalau di dalam klenteng itu ada 8 colokkkan, berarti jumlah dupa yang diambil adalah 24 dupa. Kemudian, ada kertas uang bakar yang menurut kepercayaan kertas uang ini nantinya saat dibakar akan berwujud uang untuk di dunia lain. Kertas uang bakar inipun ada nominalnya, mulai dari Rp 1000.

klenteng04

Selanjutnya ada sepasang lilin berwarna merah, gula-gula, serta minyak sayur yang digunakan apabila ingin menambah minyak di lampu lentera. Penambahan minyak sayur ini diyakinin sebagai penambahan rejeki/keberuntungan bagi si pemberi.

klenteng03

klenteng09

klenteng10

Selesai melakukan pembakaran dupa ke masing-masing patung dewa, ada satu lagi ritual bagi orang yang ingin bertanya langsung ke ‘dewa’. Cara ini dinamakan “Tiam Si” yaitu mengocok sumpit bambu yang telah diberi nomor. Nantinya, si pengocok ini terlebih dahulu menanyakan apa yang ingin ia ketahui, mulai dari jodoh, keuangan, sampai masa depan. Ketika hasil kocokkan keluar, mana tinggal mencari arti dari sumpit bambu tersebut.

klenteng06

klenteng05

Sampai disini menarik bukan ritual ibadah umat Kong Hu Cu?

Terakhir, kalau semuanya sudah beres maka sekarang melakukan pembakaran uang kertas di tempat yang telah disediakan. Tempat ini seperti pagoda. Ada suatu kepercayaan juga sewaktu membakar uang kertas ini, yaitu logo yang ada di uang kertas jangan dibalik saat sedang dibakar lalu kertas itu dibiarkan dibakar secara alami, tidak boleh ditusuk/dirusak karena diyakinin nantinya di dunia lain uang tersebut akan rusak/sobek. Menarik kan.

klenteng07

klenteng08

Saat saya sedang berada di klenteng, beruntungnya saya karena sedang ada acara menikah. Ya, klenteng biasanya menjadi pilihan bagi umat Kong Hu Cu untuk mengadakan pesta pernikahan. Seperti agama lain, mereka melakukan doa/sembahyang terlebih dahulu di dalam klenteng. Kemudian, pesta makan di perkarangan luar klenteng.

klenteng12

klenteng11

Dekorasi panggung pernikahan di klenteng sifatnya sederhana saja. Dan hiburan orgen tunggal seadanya. Layaknya pernikahan sederhana di kampung oleh warga muslim.

Biasanya perjamuan di klenteng adalahh perjamuan Tjiak Tok dan pastinya makanan yang disajikan adalah makanan yang mengandung babi. Kalian bisa intip bagaimana cara perjamuan tjiak tok di suatu klenteng yang pernah saya tulis sebelumnya.

Tulisan ini tidak bermaksud SARA, tapi lebih ke penggambaran bertapa budaya kita itu luas dan beragam.

10 pemikiran pada “Intip Cara Ibadah di Klenteng

  1. bagus sih, tpi kesannya kok yg di klenteng cuma masyarakat tionghoa aja ya. melihat dari pernyataan awal “Klenteng merupakan rumah ibadah bagi masyarakat Tionghoa yang memeluk kepercayaan Kong Hu Cu.”

  2. Menarik sekali dan unik.

    Penggunaan dupa serta arsitektur bangunannya banyak kemiripan dengan di Bali. Kalau tidak salah arsitektur bangunan di Bali memang banyak yang mengadopsi dari luar.

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s