Intip Perjamuan ala Tjiak Tok


Siang ini saya dapat undangan kawinan/nikahan/kondangan dari relasinya mama. Undangan dengan jamuan ala tjiak tok ini bertempatan di sebuah klenteng. Perjamuan seperti ini lumrah terjadi di lingkungan masyarakat tionghoa perkebunan (istilahnya dusun).

Kira-kira seperti apa suasana perjamuan makan di klenteng?

Sebelumnya saya sudah pernah menulis tentang perjamuan tjiak tok itu sendiri, tapi perjamuan tjiak tok yang diadakan di gedung/hotel. Tidak ada perbedaan dengan adat kawin lainnya, intinya tetap merayakan kebahagiaan kedua mempelai walaupun lokasi yang dipilih adalah klenteng. Klenteng dapat dijadikan alternatif tempat untuk mengadakan suatu acara kalau kita kesulitan mencari gedung/hotel untuk resepsi.

Tjiak tok dalam bahasa indonesianya tjiak artinya makan sedangkan tok adalah meja. Tapi artinya bukan makan meja, melainkan kita makan dan duduk bersama menghabiskan hidangan yang tersedia di atas meja sambil menikmati suguhan hiburan musik organ tunggal.

Tjiak tok selalu identik dengan bir dan kacang. Entah kenapa dua makanan ini seperti pasangan jiwa yang tak terlepaskan. Tenang saja kalau kedua makanan ini habis, selalu ada panitia yang bertugas melayani kita untuk menyediakan kembali ransum tersebut. Selain itu kita juga bisa maju kedepan untuk berkaraoke dengan lagu-lagu lawas berbahasa mandarin dan canton.

Makanan yang dihidangkan identik dengan daging babi. Mereka dapat mengolah daging babi jadi makanan yang enak. Namun sayang saya kurang begitu suka dengan daging babi, salah satunya karena kesehatan takut kolesterol.

Sop Hisit
Dengan bentuk seperti sop jagung. Cocok untuk menu pembuka, rasanya lumayan.
Hisom
Diolah dengan daging seperti lintah. Harga 1kg bisa IDR 200.000
Su’un
Sama seperti bihun, tapi tekstur su’un lebih kenyal.
Ayam Tim
Rasa kuah ayamnya asin legit. Daging ayamnya lunak karena dipress. Saya suka.
Ikan Gurame Asam Manis
Gorengan daging ikannya lebih krispi ditambah saus asam manis semakin membuat nikmat.
Goh-yang
Diolah dari daging babi. Makanan ini makanan khas orang Tionghoa asli.
Tumis Jagung dan Kol
Bentuknya seperti capcay dan tentu menggunakan daging babi sebagai pengganti ayam.
Babi Kecap
Menu babi kecap ini bisa dimakan terpisah atau dijadikan seperti bakpao isi daging kecap.
Roti Tawar
Roti ini dimakan bersama dengan babi kecap
Lychee
Es longan dengan rasa buah lychee sebagai penutup.

Kalau tjiak tok di gedung/hotel, 1 meja yang diisi oleh minimal 8 orang atau maksimal 10 orang. Harga per meja berkisar IDR 2.000.000 – IDR 4.000.000, harga disesuaikan dengan pilihan menu-menu yang akan dihidangkan. Makanya kalau ada perjamuan tjiak tok selalu ada undangan terbatas cukup 2 orang. Tapi kalau di klenteng yang halamannya luas, kita diberikan kebebasan untuk membawa berapa jumlah orang. Pesan saya kita perlu sadar diri karena kita tidak mungkin mengajak orang se-RT ke dalam suatu acara dengan tujuan makan gratis. Selalu ada sikap untuk melakukan sesuatu.

p.s : Kapan kawin? May. Maybe yes, maybe no.

Iklan

4 pemikiran pada “Intip Perjamuan ala Tjiak Tok

  1. Ping balik: Intip Cara Ibadah di Klenteng « Just Huang

  2. Kata orang juga memang bir itu pasangannya ama kacang ya. 😐
    Di Circle K di sini, tiap minggu pagi, selalu aja banyak sampah kulit kacang berserakan. Malamnya banyak anak muda nongkrong di sana sambil minum bir tentunya.

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s