Panduan Berobat ke Penang : Penang Adventist Hospital


Ini merupakan kedatangan saya kali kedua di Penang. Kunjungan pertama saya tahun lalu menemani mama untuk berobat. Saat itu saya betul-betul mencatat tiap detil tempat dan cara pergi ke Penang. Untung saya mencatat cerita perjalanan saya lewat blog sehingga saya bisa membaca kembali tulisan digital saya.

Di dunia kedokteran, kota Penang yang berada sekitar 4 jam perjalanan dari Kuala Lumpur menggunakan bus atau 50 menit menggunakan pesawat adalah kota wisata medis yang paling diminati oleh orang Indonesia, selain Melaka.

Mengapa Penang

Penang Adventist Hospital

Penang lebih dikenal dengan banyaknya dokter ahli mulai dari saraf, tulang, kandungan termasuk dokter jantung. Namun, selain wisata medis yang ditawarkan oleh Georgetown memang bisa menarik perhatian sejumlah traveller yang dijamin akan langsung jatuh hati. Sepenelusuran saya mencari wisata di Penang cukup banyak informasi yang saya dapat. Hanya saja sayangnya perjalanan kali ini bukanlah untuk traveling.

Dibanding dengan Melaka, saya lebih nyaman tinggal di Penang kalau bisa memilih. Secara garis besar, Penang kotanya lebih tenang, teratur, dan sedikit macet. Tapi satu hal yang membuat saya suka adalah kuliner Penang! The best in town, katanya.

Warga lokal Penang juga berbeda seperti di Melaka. Kalau di Melaka sebagian campuran ada India, Arab, Tionghoa, dan Melayu. Sedangkan di Penang kita akan lebih banyak menjumpai orang Tionghoa dari berbagai etnis, Thailand dan Philipine.

Mereka sendiri memang lebih fasih berbahasa Mandarin dan Tio Ciu, tapi jangan khawatir untuk bahasa Melayu mereka pun mahir.

Saya pernah menulis alasan mengapa orang Indonesia berobat ke Penang. Tapi kali ini saya akan update kembali setelah kunjungan kedua kali.

Baca juga : Wisata Medis dan Kuliner Enak di Penang

Penang Adventist Hospital

Penang Adventist Hospital
Penang Adventist Hospital

Tahun lalu saya menemani mama saya untuk check up kesehatan, obat-obatan yang biasa ia konsumsi juga sudah mau habis. Setelah kami dari Melaka untuk check up untuk mengobati keloid saya. Kabar terbarunya, keloid saya sudah kempes hanya cuma sekali suntik sama dokter tersebut. Berbeda jauh dengan dokter kulit yang saya datangi di Palembang, sudah dua kali suntik tapi belum kempes, belum lagi pelayanan dari susternya yang menyebalkan. Akhirnya saya mengakui kecocokan sama dokter luar, walau semula saya cukup skeptis dengan pandangan kenapa harus berobat ke luar.

Penang Adventist Hospital
Lorong apotik menuju kantin rumah sakit
Penang Adventist Hospital
Ruang tunggu dalam
Penang Adventist Hospital
List Nama Dokter Penang Adventist Hospital

Salah satu rumah sakit di Penang yang sering dikunjungi bagi warga Indonesia yang datang sebagai penyumbang devisa terbesar negara bagi Malaysia, yaitu Penang Adventist Hospital. Rumah sakit ini berada di Jalan Burma dan memang ramai sekali dikunjungi setiap harinya oleh pasien dari Indonesia. Mayoritas mereka datang untuk berobat penyakit dalam yaitu jantung. Rumah sakit ini memang sudah dikenal dalam bidang penyakit dalam dan jantung.

Antri Sejak Jam 2 Subuh

Satu tahun saya tidak datang ke rumah sakit ini ternyata ada perubahan sedikit dari ruang tunggu pasien dokter Tei. Dulunya ruang tunggu mengambil nomor antrian diletakkan pada bagian dalam, ternyata sekarang dipindahkan ke bagian luar dikarenakan jumlah pasien yang sudah membludak.

Penang Adventist Hospital
Jam 2 subuh saja sudah ada orang mengantri. Jam berapa supaya dapat nomor antrian pertama?

Berhubung saya sudah tahu apabila ingin mengontrol ke Dokter Tek Ai Seng, maka saya harus mengantri dari jam 2 subuh hingga pendaftaran dibuka pukul 6.30 pagi. Sebagai informasi, setiap harinya dokter Tei ini hanya menerima 60 pasien, sehingga pihak manajemen rumah sakit juga tak bisa berbuat apa-apa kecuali mengantri.

Bayangkan saja saya datang jam 2 subuh, dapat nomor antrian 6, setelah dibuka loket pengambilan nomor pukul 6.30 pagi. Selanjutnya kita akan mendaftar kembali setelah 30 menit berikutnya saya mendapat giliran bertemu dokter nomor 14. Kenapa bisa begitu?

Sebagai informasi angka 20 di depan 14 menunjukkan kalau kita pasien lama. Sedangkan angka 14 adalah nomor urut mengantri dokter. What! saya mengantri dapat nomor 6 tapi pas pendaftaran antrian dokter saya dapat nomor 14?! Sudah tidak habis pikir lagi saya dengan sistem di rumah sakit ini.

Saya hampir gagal paham, di rumah sakit ini nomor antrian yang kita ambil pertama kali adalah nomor antrian untuk bertemu dokter. Namun, kenyataannya yang saya dapat justru nomor yang lebih mundur. Akhirnya, saya coba bertanya ke petugas. Ternyata nomor mundur ini dikarenakan adanya pasien yang di hari sebelumnya belum mendapat kesempatan konsultasi dengan dokter, maka dilimpahkan untuk hari berikutnya. Uhmm… baiklah. WTF.

Penang Adventist Hospital
Jumlah pasien antri yang semakin bertambah
Penang Adventist Hospital
Rata-rata semua dari Indonesia dari Barat hingga Timur.

Penang Adventist Hospital

Singkat cerita, kami baru bisa berjumpa dengan dokter sekitar pukul 1 siang. Setelah memaklumi kesibukkan beliau yang kadang bolak balik ke kamar pasien untuk mengecek kondisi atau operasi singkat. Lalu, waktu konsultasi juga sebentar sekitar 5 menit. Kalian beruntung kalau bisa 10 menit. Di saat itu saya mulai berasa, kembalikan waktu tidurku dari jam 2 subuh antri, lalu mengantri lagi hingga jam 1 siang hanya untuk waktu 5 menit.

Selama mengantri, saya sering mendengar obrolan antar sesama. Saya cukup tercenggang mendengar cerita-cerita mereka mulai dari asal mereka yang jauh ada yang dari Papua yang butuh penerbangan hingga 4 kali. Ada yang memang mengakui kualitas dokternya hingga berbagi pengalaman tentang penyakit yang mereka alami. Di saat seperti itu kalian akan merasa bertapa pentingnya kesehatan dan harga mahal yang harus dibayar.

Kalau ditanya, kenapa tidak pindah ke dokter lain yang ada di rumah sakit itu? Bisa, kalian tinggal datang ke bagian administrasi kemudian mengisi formulir dan alasan kenapa ingin pindah dokter. Setelah berhasil pindah dokter, menurut info teman mama yang mencoba pindah dokter, ternyata obat-obat dokter awal semuanya tidak bisa digunakan harus menggunakan resep obat baru lagi. Biaya lagi kan? You know what i mean lah, ada etika dokter dan “something” di dalamnya. Jadi, setelah saya pikir berhubung pertama sudah ditangani oleh dokter Tei, maka tetap pada dia.

Penang Adventist Hospital

Penang Adventist Hospital
Pasien dokter Tei yang mulai gusar menunggu

Ada bagian yang membuat rencana awal saya jadi berubah jadi ada 1 hari kosong di Penang oleh sebab awalnya saya mengira dokter Tei akan meminta kita melakukan check up ulang agar dapat hasil terbaru. Sebelumnya di Palembang mama sudah melakukan check up seperti mengambil sampel darah, karena sempat sakit maka dalam waktu dekat sudah tidak bisa lagi. Alhasil, kita hanya berkonsultasi saja bersama dokter Tei.

Berhubung satu hari kosong yang saya kira bisa digunakan untuk konsultasi setelah check up, mamaku datang ke dokter mata yang ada di PAH. Namun, ada bagian yang saya kurang suka dari pelayanan dokter mata ini oleh sebab sikapnya cukup arogan saat kami meminta untuk mengisi form rawat jalan klaim asuransi. Alasan si dokter sangat tidak masuk akal karena pasien sedang ramai dan dia meminta besok untuk datang.

Kami sudah memberitahu kalau hari esok akan langsung pulang ke Kuala Lumpur, maka tidak ada waktu untuk mendapat surat klaim rawat jalan. Dalam kesempatan ini saya kurang begitu paham dengan pelayanan dokter termasuk cara kita untuk mengajukan klaim rawat jalan. Saya sudah mengirimkan surat keberatan ke bagian rumah sakit menyatakan keberatan saya terhadap pelayanan si dokter dan suster.

Akomodasi

Ada tiga tempat tinggal yang bisa dijadikan referensi bagi kalian, mulai dari jenis hotel dan apartemen. Ketiga lokasi ini berada tidak jauh dari Penang Adventist Hospital, lebih tepatnya bersebelahan dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang tiap paginya juga ramai penuh orang Indonesia yang ingin memperpanjang visa kerja. Paling tidak hanya perlu berjalan kaki sekitar 5 hingga 10 menit.

a) Berjaya Penang Hotel atau Georgetown City Hotel

Penang Adventist Hospital
Berjaya Penang Hotel

Hotel ini berada persis di seberang Penang Adventist Hotel sehingga akan sangat memudahkan kalian yang tidak ingin repot jalan kaki terlalu jauh. Bangunan hotel ini masih bangunan lama dengan di bawahnya ada semacam pusat pertokoan seperti di Mangga Dua, namun sayangnya sudah banyak pertokoan yang tutup.

Penang Adventist Hospital
Penjuall souvenir oleh-oleh di samping hotel Berjaya Penang

Harga sewa kamar per malam khusus bagi pasien Penang Adventist Hospital RM188 ditambah RM10 untuk GST turis.

Alamat : I-Stop Midland Park, 488, Jalan Burma, Pulau Tikus, 10350 George Town, Pulau Pinang, Malaysia
Telepon : +60 4-227 7111

b) Peacetree Inn atau Doubletree Inn

Penang Adventist Hospital
Hostel Doubletree Inn

Guest house ini saya boleh tahu dari teman saya dari Jakarta yang di hari yang sama ternyata dia juga menemani temannya akan mengontrol ke dokter jantung. Namun dia lebih cepat selesai karena dokter jantung satunya lagi di PAH memang tidak sebegitu ramai seperti dokter Tei. Kami tidak janjian, hanya kebetulan saya melihat status media sosial sedang di PAH. Akhirnya saya pun bertanya di mana dia menginap dan dia mengajak saya untuk melihat isi guest house sebentar.

Penang Adventist Hospital
Harga sewa kamar Doubletree Inn

Jarak guest house ini tidak seberapa jauh dari PAH, kita tinggal berjalan lurus saja melewati Berjaya Penang Hotel lalu ada berbelok ke belokan pertama maka kita sudah bisa melihat plang guest house ini.

Harga sewa kamar per malam mulai dari RM70 – RM110

Alamat : No. 5, Brown Road 10350 Penang
Telepon : +60 42289 155

c) Wayton Court

Penang Adventist Hospital
Wayton Court Penang

Ini adalah apartemen tempat saya bermalam. Apartemen ini milik orang bernama Chai Fong asal Medan. Berhubung pertama kali datang ke Penang saya sudah di tempat dia, saya pikir untuk lebih gampang saya tetap di apartemen dia saja. Perabotan kamar di dalamnya masih tempo lama, ya cukup bersih dan layak untuk kita tidur.

Harga sewa per malam mulai dari RM75

Alamat : Wayton Court Apartment
Telepon : Chai Fong (+60 16-409 9707)

Tempat Makan

Penang Adventist Hospital

Saat malam hari, berjalan ke arah ujung jalan Burma ada persimpangan empat jalan raya. Pilih ke arah jalan Gottlieb lalu berjalan lurus. Nanti kita akan berjumpa dengan satu kawasan makan mirip seperti pujasera. Saya suka makan di tempat ini, selain menu pilihannya banyak tentunya harganya juga murah. Namun, mohon maaf saya kurang begitu tahu apakah di sini menu makanannya halal.

Penang Adventist Hospital

Namun kalau kalian ingin lebih aman, bisa mencari tempat makan ke Gurney Mall atau di sekitar Gurney ada kawasan makan yang varian makannya juga lebih banyak.

Penang Adventist Hospital
Kantin rumah sakit Penang Adventist

Selain itu, selama kalian berada di rumah sakit, tersedia kantin rumah sakit yang layak dicoba. Menu-menu makanannya juga bervariasi. Letak kantin rumah sakit berada di bagian dalam setelah melewatik apotik dan ruang rongsen. Sedangkan, di arah Heritage Wing dekat apotik atau pada bagian dokter kandungan ada toko bakery yang rotinya enak sekali. Aromanya sangat mengundang selera. Saya suka!

Biaya Pengobatan

Penang Adventist Hospital

Informasi yang saya dapat tentang biaya pengobatan di Penang Adventist Hospital tergolong murah. Rumah sakit ini termasuk salah satu rumah sakit yang tergabung dalam jaringan Adventist Internasional yang katanya bukan berorientasi pada keuntungan komersial. Sehingga ini menjadi alasan mengapa tarif pelayanan kesehatan di RS Adventist Penang relatif lebih murah dibandingkan rumah sakit.

Waktu saya mengantri dan mengajak ngobrol dengan orang di sebelah saya, dia kasih penjelasan biaya kalau andai pasang ring jantung di Indonesia bisa dikenakan 300 juta rupiah, tapi kalau di rumah sakit ini sekitar 100 – 150 juta saja. Kedua, perawatan dan kualitas dokternya memang lebih baik. Ini ujar pasien lama yang memang sudah pernah memasang ring jantung. Sehingga apabila ditotal biaya pengobatan ke Penang memang relatif lebih murah.

Biaya konsultasi dokter di Penang hampir sama seperti di Melaka, andai kata kalian ingin mengecek kondisi kesehatan tubuh dan akan melakukan rangkaian treatment seperti EKG, cek darah, dan lainnya paling tidak kalian membawa uang sekitar RM4000-RM5000 atau sekitar 15 juta sudah termasuk biaya perjalanan (tiket, hotel, transportasi, dan makan). Namun kalau hanya mengontrol ringan paling hanya mengeluarkan sekitar RM2000 saja.

Penang Adventist Hospital
Welling’s drug store

Penang Adventist Hospital

Lain hal pula dengan biaya obat. Untuk obat-obatan, dokter memang membuka resep dan bisa kita tembus di bagian apotik. Namun, kalau kalian mau membeli obat di luar rumah sakit juga tidak masalah. Hanya saja saran saya beli saja sedikit obat di apotik untuk satu bulan. Sisanya, kalian bisa pergi ke Welling’s Store yang jaraknya kurang dari 1km dari rumah sakit.

Apa harga obat di Welling’s lebih murah daripada apotik?

Saya tidak bisa menjawab sepenuhnya kalau obat di drug store lebih murah. Sebab, ada juga obat yang justru lebih mahal ketimbang kita membeli langsung di apotik rumah sakit. Apabila memang harganya lebih mahal biasanya penjual akan menyarankan untuk kita membeli di apotik rumah sakit saja. Lalu kenapa saya menyarankan untuk membeli di Welling’s? ya, siapa tahu kalian ada membutuhkan obat-obatan lain yang bisa dibeli atau titipan dari teman/keluarga di Indonesia.

Transportasi

Penang Adventist Hospital
Ujung jalan Burma ada halte Rapid Penang

Dulu saat saya pertama kali datang ke Penang sekitar tahun 2015, ternyata transportasi online seperti Grab dan Uber belum masuk. Sehingga kami lebih banyak menggunakan taksi argo bawah tangan. Misal penjemputan dari bandara Penang ke Wayton Court dikenakan RM45. Dari Wayton Court ke KOMTAR (halte bus) RM10.

Sekarang, sejak ada transportasi online masuk ke Penang, untuk kita yang sedang berobat dan membawa orang tua lebih baik memilih GRAB atau UBER dengan harga yang relatif lebih terjangkau.

Tips Berobat ke Penang Adventist Hospital

Penang Adventist Hospital
Jadwal praktek dokter Penang Adventist Hospital

Nah, dari sekian panjang cerita yang saya uraikan di atas. Alangkah baiknya saya membuatkan suatu tips bagi kalian supaya ada persiapan khusus saat mengajak orang tua berobat.

  • Apabila kalian hendak berobat untuk jantung kepada dokter Tei, usahakan untuk datang mulai dari pukul 2 subuh mengambil posisi nomor antrian pelayanan.
  • Bagi kalian pasien baru, persiapkan fotokopi pasport guna keperluan pendaftaran.
  • Bagi kalian pasien lama, hanya mengambil nomor antrian dokter dan menunjukkan kartu berobat.
  • Spare waktu satu hari kosong, untuk berjaga-jaga apabila ada kondisi tubuh pasien kurang cocok dengan obat setelah konsumsi, jadi bisa balik lagi ke rumah sakit.
  • Buatlah jadwal janji dengan rumah sakit terlebih dahulu saat di Indonesia. Telepon ke rumah sakit untuk mengetahui jadwal praktek dokter. Hal ini bermanfaat untuk jadwal keberangkatan kalian.
  • Bawalah surat-surat penting yang merupakan medical record terbaru sebagai bahan diskusi bersama dokter.
  • Ada hal yang saya kurang suka dari rumah sakit ini yaitu manajemen antri pasiennya yang kadang saya merasa urutannya tidak sesuai.

Saya jadi ingat dengan keluhan keloid yang saya satu kali suntik dikenakan hampir 700 ribu di Melaka, sedangkan di Palembang saya butuh beberapa kali suntik dengan resiko saya tidak tahu akan ada reaksi apa setelah banyak kali disuntik. So, worth it untuk kalian yang ingin berobat ke luar negeri seperti ke Melaka atau Penang untuk mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas. Namun pesan saya mungkin agak lebih calm down saja.

Baca juga : Panduan Berobat ke Melaka Mahkota Centre Hospital

Rata-rata pasien dari Indonesia datang ke Penang Adventist Hospital ini melakukan berbagai pemeriksaan kesehatan dan pengobatan seperti penyakit saraf, jantung, dan kandungan. Namun kalau bagi kalian yang ingin menjalani program bayi tabung, saya mendapat informasi untuk ke RS Lam Wah Ee.

Overall, cerita kali ini memang cerita perjalanan saja. Bahwa kalau sudah bicara tentang pelayanan adalah hal yang sulit kita ukur, sebab tiap SDM yang bekerja di dalamnya memiliki situasi tertentu yang bisa saja mempengaruhi mood dia saat bekerja. Namun, saya juga bukan bilang pengobatan di luar negeri itu sepenuhnya baik, ternyata dari pengalaman ada juga yang membuat kita harus sedikit bersabar. Sama seperti kalau kita berobat di Indonesia.

Sayang sekali kedatangan saya ke Penang Adventist Hospital, saya tidak mendapatkan pengalaman dokter, perawat, bahkan staff rumah sakit memperlakukan setiap pasien dengan profesional dan ramah. Asumsi saya supaya hati tidak dongkol, barangkali kalau tempat yang sudah ramai akan membuat kita kerepotan melayani tiap orang yang silih ganti datang, sehingga membuat tingkat stress orang yang bekerja pun juga meningkat. Sama kayak kalau kita masuk ke sebuah restoran yang ramai terkenal makanannya enak, sudah pasti kita akan mendapatkan resiko mengantri yang lama dan kadang cita rasa makanannya kurang begitu sedap.

Saya hanya berharap rumah sakit ini bisa meningkatkan pelayanan lebih ramah dan profesional saat kedatangan saya kembali 🙂

Lainnya, saya pun masih mengacungkan jempol terhadap pengobatan di luar negeri. Sekali lagi kadang kita butuh second opinion, belum lagi kecanggihan teknologi alat yang berbeda. Ya, sama saja kalau kalian bertanya begitu sama kayak kenapa harus traveling ke luar negeri, di Indonesia saja belum keliling.

Kalau ada kesempatan datang kembali ke Melaka dan Penang, saya betul-betul ingin menikmati liburan dan menelusuri jalanan. Sebab, akan terasa beda sekali saat trip liburan dengan trip medis.

***

Penang Adventist Hospital
465, Jalan Burma, 10350 Penang, Malaysia
Tel: (+604) 222 7200
Email:

Open:
Mon-Thu 8:00AM – 4:30PM
Fri & Sun 8:00AM – 12:30PM
Sat OFF

Iklan

7 thoughts on “Panduan Berobat ke Penang : Penang Adventist Hospital

  1. Kak saya rencananya mau ke rumah sakit Adventist juga untuk ngantar papah saya yang mau checkup , sekitar 2 hari lagi saya pergi ke penang tapi saya belum beli tiket pesawatnya juga karena masih bingung soal pendaftarannya , jadi kita emailkan ke rsnya seperti apa ya ? Dan soal yang di jemput di bandara itu , tolong di balas ya kak

    1. Nah, aku sih kenalnya namanya Chai Fong, barangkali dia istrinya ya. Soalnya pas ngobrol-ngobrol sama pasien lain katanya juga sama ada namanya koh Abeng.

      Iya di depannya ada resto nasi hainam.. Cuma aku gak gitu suka, terlalu oily dan ayamnya kurang berasa sih. Lebih suka nyebrang jalan ke pujasera itu banyak pilihan ada nasi hainam juga.

  2. pernah ngobrol sama bapak2 di Bengkalis. Orang2 Bengkalis juga lebih seneng berobat ke Malaysia (Malaka, karna lebih deket dari Bengkalis) dibanding ke Pekanbaru. Yang beda banget itu pelayanannya dibanding dengan di Indonesia. Bapak itu bilang, ibaratnya kalau ngeliat senyum susternya aja penyakitnya udah sembuh.

    1. Hahaha.. perumpamaannya kena banget ya mas.. bagiku sih oke aja, bagi temen-temen yang emang jaraknya lebih dekat ke Penang gitu seperti Medan emang lebih pilih terbang ke Penang aja buat berobat.

Feel free to share you idea.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s