Panduan Berobat ke Melaka : Mahkota Medical Centre


Nama Melaka pasti sudah tidak asing lagi di telinga para traveller. Rata-rata kalian yang sering menginjakkan kaki di Kuala Lumpur akan melipir ke Melaka yang jaraknya sekitar dua jam menggunakan bus. Melaka menyimpan hal-hal menarik yang dapat kita kunjungi, apalagi kota ini mendapat pengakuan UNESCO sebagai situs warisan dunia. Sepengetahuan saya, kota Melaka pada masa lalu menjadi pusat perdagangan dan memiliki kebudayaan Melayu sangat kental. Sebab, saya mengetahui kalau di Palembang sendiri ada kerjasama museum antara Melaka dengan Museum Balaputera Dewa.

Panduan Berobat ke Melaka

Church Melaka, spot favorit turis.

Panduan Berobat ke Melaka

Lalu lintas tertib di Melaka.

Sekarang, Melaka menjelma menjadi kota wisata sejarah dan sekaligus menjadi tujuan utama wisata medis di Asia Tenggara.

Baca juga : Melihat Warisan Kerajaan Sriwijaya di Museum Balaputera Dewa Palembang

Saya juga baru pertama kali datang ke Melaka. Namun, dari cerita beberapa teman yang telah pergi ke Melaka menurut mereka rutenya gampang sekali dan semuanya bisa dicapai dengan jalan kaki. Setelah saya sampai di Melaka dan melihat situasi kotanya ternyata memang benar. Kota ini gampang untuk kita akses dengan berjalan kaki bagi travellers.

Kota Melaka sendiri menang tidak terlalu luas tapi juga tidak kecil. Kota yang dulunya bekas jajahan kolonial Portugis ini akan sangat memanjakan mata kalian para penikmat bangunan tua. Pemerintahan setempat sepertinya tahu cara menjaga aset sejarah dan dikelola bagi wisatawan dan masyarakat setempat. Selama di dalam mobil, saya melewati kawasan bangunan tua berwarna merah. Arsitekturnya mirip seperti di beberapa kawasan kota Palembang seperti kawasan Pasar 16 ilir ataupun Jalan Sekanak.

Mengapa Orang Indonesia Berobat ke Melaka?

Melaka juga menjadi pusatnya medis bagi sebagian orang Indonesia. Persepsi yang masih melekat di benak kita adalah kemajuan teknologi serta pelayanan baik itu dari dokter maupun perawatnya. Tapi bagi saya yang melihat sendiri bagaimana prosesnya, saya bisa katakan rumah sakit di luar negeri memang jauh lebih nyaman dan tidak membuat saya merasa panik saat berkunjung ke rumah sakit.

Maksud saya, pernah kan kalian merasa berkunjung ke rumah sakit itu sepertinya momok karena kita sendiri sudah malas kalau nanti berdebat dengan perawat, belum lagi tutur bahasa yang kasar. Begitulah. Ini hanya pandangan subjektif saya sendiri karena memang beberapa kali mengalami ketidakpuasan dalam pelayanan di rumah sakit. Tapi, bukan berarti rumah sakit di luar negeri juga sepenuhnya punya pelayanan yang baik.

Sewaktu mengantri di ruang tunggu ataupun makan di kantin rumah sakit, saya banyak berjumpa orang Indonesia yang datang dari berbagai kota. Beberapa alasan yang membuat orang Indonesia rela datang ke Melaka dan menyumbang devisa besar bagi negara ini oleh sebab :

  • Jarak kota Melaka relatif dekat dari Kuala Lumpur. Hanya memerlukan waktu sekitar 2 jam perjalanan dari Kuala Lumpur.
  • Di sekitar rumah sakit gampang ditemukan hotel dan restoran. Sehingga apabila ingin berobat bisa dengan jalan kaki sebentar sudah tiba di rumah sakit.
  • Strategi marketing rumah sakit sangat gencar mereka mempromosikan ke calon pasien di Indonesia, termasuk di Palembang. Biasanya dalam beberapa waktu mereka akan datang ke kota lalu mempromosikan rumah sakit mereka. Bahkan di Palembang sendiri, mereka membuka kantor cabang perihal calon pasien untuk bertanya-tanya. Lokasinya berada di Jalan Kapten A. Rivai.
  • Ada persepsi bahwa biaya berobat sekaligus perjalanan termasuk akomodasi, transport dan makan ke Melaka relatif terjangkau.
  • Persepsi kualitas dokter yang memang tidak diragukan dari keilmuannya.
  • Rata-rata orang di Melaka semuanya bisa berbahasa Indonesia, Melayu dan Mandarin. Jadi akan aman bagi calon pasien atau traveller yang datang dari Indonesia.
  • Mencari second opinion dari dokter Melaka. Terkadang kita juga membutuhkan second opinion dari dokter lain mengenai jenis penyakit yang membutuhkan penanganan serius. Kalau kita punya kenalan atau teman sebagai dokter mungkin juga bisa bertanya kepada mereka.

Tiga Rumah Sakit Populer di Melaka

Berdasarkan informasi dari orang yang sering berobat ke Melaka, mereka menyarankan beberapa rumah sakit ternama yang ada di Melaka. Saya mengantongi ada tiga nama rumah sakit di Melaka yaitu :

#1 Mahkota Melaka

Panduan Berobat ke Melaka

Mahkota Medical Centre Hospital Melaka

Mahkota Melaka menjadi rumah sakit paling favorit dan setiap hari dikunjungi oleh calon pasien dari Indonesia. Tidak sulit berjumpa dengan orang Indonesia di sepanjang lorong ruang tunggu. Di rumah sakit ini terdapat puluhan dokter spesialis lulusan ternama dan berpengalaman. Untuk satu jenis penyakit biasanya terdapat dua sampai tiga dokter spesialis yang bisa dipilih. Jadi, caranya bertanya ke bagian informasi mengenai dokter yang paling ramai didatangi oleh calon pasien. Biasanya yang ramai dikunjungi adalah yang favorit, tapi akan berefek dengan pelayanan dokter dan suster yang kurang nyaman. Nanti akan saya ceritakan pengalaman saya berobat di Penang dengan salah satu dokter yang mana kita harus mengambil nomor antrian dari jam 1 subuh!

#2 Pantai Hospital Melaka

Saya pernah melihat baliho besar promosi rumah sakit ini di jalanan Palembang. Pantai Hospital terletak di daerah Ayer Keroh dan konon kalau dari cerita orang termasuk fasilitas kesehatan terbaik. Tentunya harga juga akan mengikuti fasilitas.

#3 Putra Specialist Hospital Melaka

Panduan Berobat ke Melaka

Putra Specialist Hospital Melaka

Rumah sakit ini letaknya di pusat kota, tidak jauh dari Mahkota Melaka. Kalau melihat bangunan rumah sakitnya memang tidak terlalu besar. Sedangkan informasi yang saya dapat, rumah sakit ini tidak terlalu ramai dikunjungi oleh calon pasien orang Indonesia. Saya juga tidak tahu alasannya kenapa. Ada juga beberapa dokter yang “hi-jack” dari dua rumah sakit sebelumnya. Sehingga, saya sendiri juga kurang begitu tahu dokter apa yang terbaik di dalamnya.

Cara Pergi ke Mahkota Melaka Hospital

Panduan Berobat ke Melaka

Rute Air Asia Direct Palembang – Kuala Lumpur

Berobat dan jalan-jalan adalah dua hal yang sulit digabung. Saya salut sama orang yang bisa sekaligus pelesiran sewaktu berobat. Buat saya yang menemani mama untuk medical check up sudah banyak menguras energi dan pikiran. Sebab saya harus memikirkan planning selama berobat harus berjumpa dokter siapa saja, menunggu, mencari transport yang nyaman karena orang tua jarang bisa berjalan kaki jauh. Biasanya seharian kita hanya berada di rumah sakit saja.

Termasuk memikirkan transport yang ditujukan bagi orangtua. Bagi saya, tentu tidak masalah kalau menggunakan ketengan berpindah-pindah dari bus ke bus atau menunggu berlama-lama karena ingin berhemat. Namun kalau kalian mengejar waktu untuk berjumpa dokter. Kayaknya kita harus membayar mahal.

Panduan Berobat ke Melaka

Antrian imigrasi di KLIA2

Panduan Berobat ke Melaka

Loket pembelian tiket bus ke Melaka ada di Level 1 paling bawah KLIA2

Penerbangan ke Kuala Lumpur dari Palembang hanya ada satu kali setiap harinya pukul 8.30 pagi WIB menggunakan Air Asia. Lalu tiba di Kuala Lumpur sekitar 10.30 waktu setempat. Perbedaan waktu hanya 1 jam saja. Bagi kita yang naik penerbangan Low Cost akan turun di bandara KLIA2 yang penuh dengan orang-orang yang sekedar transit saja di KL atau memilih berlibur di KL. Kita harus menyiapkan waktu yang lumayan lama karena harus mengantri di imigrasi.

Kami pun baru selesai mengantri di imigrasi sekitar pukul 11.40. Itu pun setelah memotong antrian orang setelah minta izin kalau kami mengejar bus pukul 12 siang ke Melaka. Syukurlah mereka mau memakluminya. Jadi, bisa dibayangkan butuh berapa lama di imigrasi KL- kan. Dari awal saya sudah prediksikan kalau sulit untuk mengejar bus jam 12 siang maka perlu rencana B.

Selesai dari imigrasi, kami segera menuju level 1 bandara untuk mengejar jadwal bus. Di level 1 ini adalah tempat bagi kita yang ingin melanjutkan perjalanan menggunakan taksi, bus atau sewa mobil. Ternyata, jadwal bus pukul 12 sudah pergi. Sedangkan kami sudah buat janji dengan dokter pukul 3 sore. Rumah sakit Makhota memiliki jam praktek dokter hanya sampai jam 5 sore menerima pasien. Selanjutnya dokter sudah pulang. Akhirnya kami memutuskan untuk menyewa taksi sekitar 250 ringgit. Lebih mahal berkali lipat daripada harga bus per orang 25 ringgit.

Mahkota Melaka Hospital

Panduan Berobat ke Melaka

Ruang utama Mahkota Melaka Hospital

Taksi pun melaju dengan kecepatan stabil sekitar 100-120 km/jam. Saya duduk di samping supir menikmati perjalanan ini hingga katup mata pun menutup selama perjalanan. Kami tiba tepat pukul 2 siang di depan lobby rumah sakit. Saya kagum sama bangunan rumah sakitnya, seperti bangunan hotel. Sesampainya di rumah sakit, kami segera menuju customer service untuk mendaftar ke dokter yang dicari.

Sistem pendaftaran di Mahkota Melaka Hospital ini sangat gampang. Kita tinggal membayar 4 ringgit sekali datang, kemudian dalam satu hari kita bisa berjumpa sekitar 10 dokter. Kita tinggal beri tahu dokter spesialis apa saja yang ingin kita jumpa. Biaya administrasi sekitar 12 ribu ini saya katakan murah sekali. Kemudian, kita akan diberikan kertas yang nantinya ada nomor ruangan dokter. Tinggal selanjutnya adalah konsultasi dengan dokter.

Panduan Berobat ke Melaka

Tiap lantai ada meja administrasi untuk kita mendaftar dokter.

Biaya konsultasi dengan dokter di Mahkota Melaka Hospital ini bervariasi. Mulai dari 100-200 ringgit. Mahal ya? Ya, kalau dikurskan ke mata uang kita tentu saja mahal. Di Palembang sendiri konsultasi dokter sekitar 150-200 ribu. Cuma kadang perlu datang berkali-kali. Sedangkan untuk dokter di sini biasanya kita akan datang beberapa bulan kembali untuk check up kembali. Umumnya diminta datang 3 hingga 6 bulan, tergantung jenis penyakit.

Panduan Berobat ke Melaka

Daftar dokter di Mahkota Medical Centre

Panduan Berobat ke Melaka

Ruang tunggu dokter di Mahkota Melaka Hospital

Panduan Berobat ke Melaka

Ruangan dokter

Masing-masing ruang praktek dokter seperti bilik kantor. Saya kurang tahu ada berapa lantai bangunan rumah sakit ini, sebab saya hanya berkutat dari lantai 3 dan 4. Ke beberapa dokter seperti penyakit dalam, tulang, saraf, mata, dan jantung. Tiap dokter memiliki asistennya sendiri. Biasanya kita akan memberitahu dulu alasan kita ingin bertemu dokter. Tujuannya agar si asisten tahu apakah si dokter bisa mengobati atau tidak. Kalau tidak bisa, biasanya dokter akan referensikan ke dokter lainnya yang ada di rumah sakit. Menurutku, ini nilai plus dari dokter di rumah sakit ini karena mereka akan menerima pasien yang memang bisa ditangani. Tidak sembarang kalau tidak bisa asal terima saja.

Di sini saya berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit karena ingin mencari second opinion tentang keloid di dada. Lalu, mama saya berencana untuk check up berkala dengan beberapa dokter spesialis. Dokter yang saya kunjungi memang dokter kulit. Saya sendiri sudah berobat di Palembang dengan salah satu dokter kecantikan. Sudah lama saya berkonsultasi dengan dokter kecantikan ini untuk masalah jerawat, cuma ada bagian yang saya kurang suka dari pelayanan dokter itu termasuk perawatnya, suka ngatain pasien. Sebab dulu saya pernah dikatain oleh perawatnya saat muka saya sedang jerawat dan perawatnya melakukan tindakan untuk membersihkan komedo. Di tengah kegiatannya, saya sempat mendengar mulutnya nyinyir karena kondisi jerawat saya.

Bakik lagi ke tindakan yang dilakukan dokter yang saya datangi di Melaka memang sama dengan dokter yang di Palembang. Keloid yang timbul harus disuntik beberapa kali. Tetapi pengalaman yang saya rasakan memang berbeda dari cara mereka menanganinya. Sekali suntik di Palembang saya mengeluarkan 60 ribu. Sedangkan di Melaka saya kena 10 kali lipatnya yaitu 200 ringgit.

Panduan Berobat ke Melaka

Kantin umum di Mahkota Melaka Hospital

Panduan Berobat ke Melaka

Jadwal dan harga tiket bus balik dari Melaka ke KLIA2

Rumah sakit ini memiliki kantin yang menjual makanan halal dengan banyak pilihan. Harganya juga murah berkisar 5 hingga 10 ringgit tergantung jenis makanan yang di ambil. Letaknya berada di bagian belakang, berdekatan dengan loket bus apabila kita ingin kembali dari Melaka ke KLIA2 atau KLIA dengan harga RM 35.

Biaya Pengobatan

Satu hal yang menjadi pertanyaan adalah mengenai biaya obat-obatan. Di Mahkota Melaka Hospital ini saya melihat dokter boleh menjual obat sendiri sehingga pasien bisa langsung membeli obat secara langsung. Dokter pun akan menyarankan untuk membeli obat untuk 3 hingga 6 bulan ke depan.

Kalau dirasa membeli obat langsung dengan dokter adalah lebih mahal, maka kalian boleh membeli sedikit dulu misal untuk jangka waktu satu bulan, kemudian sisanya bisa membeli di apotik luar untuk bawa pulang kembali Indonesia. Ternyata, di dekat hotel yang kami tinggal atau berada di belakang rumah sakit ada sebuah drug store mirip seperti Guardian. Sayang saya kelupaan melihat nama drug store-nya, tapi untunglah saya sempat selfie di depan toko obatnya sambil menunggu :mrgreen: 😆

Panduan Berobat ke Melaka

Drug store di Jalan Melaka Raya 1

Harga obat tidak bisa saya bilang di drug store lebih murah daripada harga dokter. Barangkali ada selisih harga sekitar 10 hingga 50 ringgit. Namun, semuanya pilihan balik ke tangan kita sendiri bukan?

Akomodasi

Panduan Berobat ke Melaka

Hotel Al Abraar Melaka; hotel dekat Mahkota Medical Centre

Seperti yang saya bilang sebelumnya kalau di arah belakang rumah sakit, ternyata banyak sekali pilihan hotel dekat Mahkota Medical Centre. Kalian bisa bebas memilih hotel yang dirasa sesuai dengan budget. Rata-rata harga sewa per malam sekitar RM 65 – 150 setelah iseng-iseng saya telusuri. Cuma untuk harga kamar yang di bawah RM 100 bentuknya agak kurang nyaman dilihat, suasana juga tidak tenang. Akhirnya kami memesan di Hotel Al Abraar yang semalam harganya RM 150 untuk tiga orang tanpa ada sarapan.

Panduan Berobat ke Melaka

Satu kamar ini bisa dihuni sekitar 6 orang

Panduan Berobat ke Melaka

Hot shower hotel

Panduan Berobat ke Melaka

Ruang mandi

Secara keseluruhan hotel ini lumayan nyaman dan bersih. Walaupun saya sendiri agak sedikit panik sewaktu melihat shower mandi menggunakan sistem gas. Kepanikkan saya karena mengingat kejadian kesetrum di kamar mandi. Untunglah setelah semuanya saya cek kondisinya aman. Selain itu untuk fasilitas wifi, sayangnya sinyal tidak kencang hingga ke kamar. Jarak hotel ini sangat dekat dengan Mall Dataran Pahlawan, sayang isi di dalam mallnya kurang begitu menarik.

Hotel Al Abraar
Alamat : 328, Jalan Melaka Raya 1, Taman Melaka Raya, 75000 Melaka, Malaysia

Tempat Tersembunyi

Kedai 100 Macam

Sewaktu lagi jalan menelusuri jalan Melaka Raya saya menemukan satu tempat makan seperti prasmanan. Nama tempat makannya yaitu Kedai 100 Rasa. Sesuai namanya, harusnya jenis sayuran dan lauk totalnya sampai 100 ya? Cuma saya tidak sampai hitung juga. Kami masuk dan mengambil lauk dan sayur yang disuka. Harga makanannya murah sangat, selain itu diberi bonus kuah ayam tim yang enak.

Lokasi kedai makan ini berada tidak jauh dari drug store, kemudian kita masuk ke suatu lorong yang lebih tepatnya pintu belakangnya. Kalau mau jalan depan berarti kita tinggal putar. Seandainya kalian tidak menemukan kedainya, bisa bertanya kepada orang sekitar sambil menunjukkan foto kedai makan yang sudah saya jepret. Semoga membantu.

Tips Berobat ke Melaka

Barangkali ini merupakan rangkuman dari keseluruhan pengalaman saya berobat ke Melaka yang bisa kalian ikutin.

  1. Siapkan waktu lebih untuk perjalanan dari KL ke Melaka. Rute bus ke Melaka adanya pukul 12 siang dan 2 siang yang pasti ada. Kalian tinggal mencocokkan dengan jadwal tiba.
  2. Harga bus per orang 25 ringgit. Harga taksi 250 ringgit.
  3. Biaya administrasi dokter 4 ringgit. Satu kali pendaftaran bisa digunakan untuk berjumpa 10 dokter dalam satu hari.
  4. Biaya konsultasi dokter bervariasi 100-200 ringgit. Tergantung dokter yang dikunjungi. Biaya lain kalian bisa sesuaikan sendiri dengan jenis penyakit. Kira-kira saja, misal kalian sakit jantung biasa akan diminta EKG, sakit dada akan ronsen. Anggap saja apabila diperlukan untuk rongsen, dll diperlukan sekitar 100-400 ringgit untuk satu orang dokter.
  5. Pulang dari Melaka ke Kuala Lumpur bisa pakai bus yang kita pesan kantin rumah sakit. Harga tiket bus per orang 35 ringgit. Nantinya akan langsung turun ke bandara KLIA2.
  6. Hotel di Melaka bisa ambil dibagian belakang rumah sakit. Rate hotel berkisar 65-150 ringgit per malam.

Baca juga : Wisata Medis dan Kuliner Enak di Penang

Intinya, berobat ke luar negeri seperti Melaka bisa menjadi second opinion di saat kalian merasa dokter di tempat tinggal kita kurang memuaskan ataupun kalian ingin mencari dokter spesialis tertentu. Pemerintahan setempat juga sangat pintar menghargai kemampuan putra bangsanya meningkatkan devisa negara. Dokter-dokter spesialis setempat rata-rata bekerja dan praktek hanya di satu rumah sakit, berbeda seperti dokter di Indonesia yang terkadang prakteknya bisa di beberapa tempat.

Melaka juga bisa menjadi pilihan atau kalian bisa berobat ke Penang. Nantikan tulisan saya berikutnya mengenai Panduan Berobat ke Penang : Penang Adventist Hospital.

***

Mahkota Medical Centre
Alamat : No. 3, Mahkota Melaka, Jalan Merdeka, 75000 Melaka.
24 hours Call Centre : +606 285 2999
Fax : +606 281 0560
E-mail : info@mahkotamedical.com

Mahkota Medical Centre Perwakilan Palembang
Alamat : Jalan Kapten Ahmad Rivai 404; Palembang 30126
Telp : +62 711 315191

Iklan

32 pemikiran pada “Panduan Berobat ke Melaka : Mahkota Medical Centre

  1. Ping balik: Panduan Berobat ke Penang : Penang Adventist Hospital | Deddy Huang - Indonesia Travel Blogger

  2. Makasih sharingnya sangat bermanfaat utk panduan pertama kali ke Malaka terutama yg mau berobat ke RS Mahkota sangat jelas penjelasannya

  3. hebattt .. Malaka bisa mengemas menjadi “wisata” hospital memang Malaka memiliki kelebihan2 dibanding berobat di sini .. memang rata2 orang yang “berduit” berobatnya kesini

  4. Berobat disana sepertinya ok juga ya dg dokter2nya yg tak diragukan lg. Trmksh atas ulasannya mas Deddy, sngat membantu dan terpandu skli bg mreka yg membutuhkan layanan rumah sakit di kota Melaka ini.

  5. Berobat disana sepertinya ok juga ya dg dokter2nya yg tak diragukan lg. Trmksh atas ulasannya mas Deddy, sngat membantu dan terpandu skli bg mreka yg membutuhkan layanan rumah sakit di kota Melaka ini.

    Oya,

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s