Wisata Medis dan Kuliner Enak di Penang


Perjalanan kali ini bukan perjalanan yang saya rencanakan. Berhubung saya menemani mama untuk check-up kesehatan di Penang, Malaysia. Sebelum datang ke sini, saya juga sempat browsing mengenai tempat wisata yang ada di Penang sekaligus jajanan kuliner yang boleh dicoba.

Pulau Penang berada di wilayah Malaysia dan berada di pantai barat laut Semenanjung Malaysia. Berbentuk seperti pulau, Penang juga merupakan daerah yang memiliki tingkat kepadatan penduduk lumayan. Apalagi daerah pusat kota kita akan bertemu dengan traffic jam.

Bukan rahasia umum, Malaysia menjadi salah satu destinasi orang Indonesia untuk wisata medis. Hal ini dengan pertimbangan utama, ada beberapa rumah sakit bagus di kota tersebut dengan fasilitas layanan yang ramah dan responsif. Selain itu, Penang juga mudah dijangkau, kotanya tidak terlalu besar, biaya hidup lebih murah daripada di Kuala Lumpur.

Hampir 95% pasien yang berkunjung ke rumah sakit di Penang adalah orang Indonesia sebagai penyumbang devisa terbesar. Secara geografis, Penang lebih dekat dari Medan hanya perlu waktu 35 menit lewat penerbangan udara. Sedangkan kalau dari Palembang, perlu waktu setengah hari ke Kuala Lumpur dan lanjut ke Penang dengan membeli tiket pesawat on the spot di KLIA2.

Bandara KLIA2 yang baru ini memang luas dan terintegrasi baik dengan mall di dalamnya. Jadi kalau sedang menunggu kita bisa keliling cari spot untuk berfoto. Oh ya, kalau kamu tidak tahan dingin bisa pakai jaket karena jujur ac nya dingin banget.

Sesampainya di bandara Penang, kita langsung menggunakan jasa taksi menuju hostel di jalan Burma di kawasan Georgetown. Daerah ini menjadi pusat kota di Penang. Georgetown, sebagai ibukota Penang telah ditetapkan UNESCO menjadi warisan dunia atas lingkungannya yang bersejarah.

Sekilas mengenai tempat tinggal di kawasan rumah sakit, kalian bisa cari hotel terdekat dengan rumah sakit tujuan. Untuk tarif hotel mulai sekitar RM 200 ke atas, seperti George Hotel yang lokasinya seberang Adventist Hospital. Sedangkan untuk hostel dari RM 75-100. Hostel yang saya pakai berada di apartemen Wayton Courts. Tidak terlalu mewah tapi cukuplah untuk bermalam.

Berbicara wisata medis, semua rumah sakit di Malaysia wajib memiliki lisensi di bawah UU Fasilitas dan Layanan Kesehatan Swasta 1998 dan Peraturan Fasilitas dan Layanan kesehatan Swasta 2006. Dari hasil browsing, ada 7 rumah sakit besar berkualitas Internasional dan yang terpenting memiliki dokter spesialis:

  1. Hospital Gleneagles Penang, biasanya menjadi tempat para ekspatriat berobat. Rumah sakit Internasional yang melayani segala keperluan pengobatan.
  2. Penang Adventist Hospital (PAH), berdiri tahun 1924 oleh Dr. J. Earl Gardner, seorang klinik misionaris AS. Rumah sakit ini untuk menangani penyakit Jantung.
  3. Lam Wah Ee (LWEH). Rumah sakit ini untuk implantasi bayi tabung.
  4. Loh Guan Lye. Rumah sakit yang khusus untuk kanker dan komestika
  5. Island Hospital. Rumah sakit umum yang banyak dituju orang Indonesia. Terkenal sebagai rumah sakit tulang.
  6. Mount Miriam Hospital. Rumah sakit untuk para penderita kanker termasuk payudara.
  7. Pantai Hospital Penang, rumah sakit yang banyak pasien Jantung dan Stroke dari Indonesia.

Kesempatan kali ini, kami memilih Adventist Hospital untuk mengecek kesehatan jantung. Di rumah sakit ini ada satu dokter, Teh Ai Sing yang sering dipilih pasien. Saya sendiri untuk mengambil nomer antri pasien sampai datang jam 2 pagi menunggu di rumah sakit. Karena nomer antrian baru akan diberikan tepat pukul 6 dan dokter praktek pukul 7 pagi. Namun jangan ditanya bagaimana panjangnya antrian untuk dokter satu ini.

Selama saya berada di rumah sakit, saya menjumpai pasien dari Aceh, Medan, Riau, Jakarta, bahkan sampai Makassar. Menabjubkan memang. Di sana, sesama pasien berbagi pengalaman dengan jenis penyakit mereka. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, andai Indonesia bisa membangun sistem rumah sakit yang lebih baik tentu masyarakatnya tidak menjadikan negara lain sebagai destinasi utama.

Syukurlah hasil check up tidak terlalu mengkhawatirkan. Bagi kamu yang akan membawa keluarga melakukan wisata medis perlu siapkan waktu yang extra, semisal diperlukan check darah maka malam sebelumnya sudah harus inisatif untuk puasa dan dijaga tensi darahnya. Biasanya karena capek naik turun pesawat maka tensi darah bisa naik.

Sayangnya, waktu saya selama di Penang tidak banyak untuk mengeksplore indahnya kota Penang. Saya hanya mengunjungi satu tempat ibadah umat Budha yang memang terkenal yaitu Kek Lok Si Temple. Kuil ini terletak di bukit Penang, dan terdapat patung Dewi Kwam In tinggi dan kalau mau melihat patungnya kita harus naik ke kuil teratas. Selain menggunakan jalur darat, menuju kuil ini juga bisa pakai tram seperti tram yang ada di The Peak, Hong Kong.

Setelah itu ke kuil Thailand dan Vietnam. Berhubung tempat ibadah memang tidak terlalu banyak yang bisa dilihat karena disini tempat sakral. Selanjutnya ke daerah Gurney untuk mencoba makan di food court yang katanya, ini food court pertama yang ada di Penang. Juga terkenal dengan seafoodnya karena lokasi berdekatan dengan pantai.

20151112_153844-01

Kuliner di Penang juga gampang didapat, mulai dari yang halal dan non halal. Tentunya saya lebih memilih makanan yang non halal karena rasanya seperti back to home bisa cicip makanan chinese food. Yang saya suka makanan namanya Lao Shu Fan, bentuknya seperti buntut tikus atau cendol. Terbuat dari bahan dasar beras.

Bicara soal transportasi. Penang sendiri sudah ada Rapid Penang, bus yang terintegrasi dan boleh dibilang on time waktu tiba. Namun, kita perlu bersabar saja untuk menunggu bisa sampai 15-30 menit dan untuk bus rute khusus jumlahnya tidak terlalu banyak. Semua bus berpusat terminalnya di KOMTAR (Komplek Tuan Abdul Rozak) yang merupakan bangunan pertokoan tapi tidak terlalu ramai lagi katanya.

Di terminal ini kita tinggal menunggu sambil melihat jadwal kedatangan. Harga tiket bus juga murah sekitar RM 1.6 dan usahakan uang pas karena tidak ada uang kembalian. Tapi kalau kamu datangnya ramai lebih baik pilih taksi karena harga taksi di Penang rata-rata jarak jauh dekat RM 10-15. Kecuali kalau jauh sekali bisa RM 100-150 semisal untuk tur ke tempat wisata.

Last but not the least, masih ada beberapa tempat wisata di Penang yang mau saya kunjungi apabila ada kesempatan untuk balik ke sini. Selain, rute transportasinya juga tidak begitu sulit dan nyaman. Saya masih penasaran untuk ke mural art dan tempat lainnya.

Iklan

6 pemikiran pada “Wisata Medis dan Kuliner Enak di Penang

  1. Ping balik: Menikmati Flash Travelling Singkat di Singapore | Coffee Oriental

  2. Baca tulisan ini jadi ngerti kenapa orang kantor saya suka berobat di Penang 🙂 Tapi ngantri tiket dari jam 2 pagi? geeez that’s hard..ga bisakah daftar via phone saja?

    • Gak bisa mbak Nina… Harus antri sendiri. Sistemnya mulai dibenahi kalau dulu ada calo sekarang sudah tidak bisa dan langsung ditegur kalo kita serobot antrian. Kalo antrian lewat ya antri dari awal.

      • Berarti kalau berobat ga bisa sendirian, minimal harus ajak satu orang keluarga. Biayanya gimana kak Huang? Kalau dibandingkan dengan Indonesia?

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s