International kerala Traveling

Human by Nature Kerala : Negeri Para Dewa

human by nature kerala

Namaskaram!

Kerala sudah dikenal sebagai surganya rempah-rempah sejak ribuan tahun lalu. Negara bagian di selatan India telah lama menjadi tujuan yang banyak dicari baik oleh wisatawan domestik maupun internasional.

Berangkat dari Trivandrum International Airport, sepanjang jalan mata saya menangkap berbagai momen dan catatan menarik untuk diceritakan kembali.

Kerala, Tanah Para Dewa

human by nature kerala

Bayangan saya mengenai Kerala sebelum pergi adalah penuh dengan kebisingan dan semerawut. Ternyata bayangan saya itu tidak benar.

Tak heran Kerala punya julukan God’s Own Country, negeri kepunyaan dewa karena tempat ini memiliki harta karun berupa keajaiban alam. Sebagian besar negara bagian India Selatan ini masih sangat murni dan belum terjamah.

Salah satu pengalaman terbaik yang saya peroleh saat traveling ke Kerala selama 14 hari adalah bisa bermalam di perahu yang merupakan salah satu daya tarik pariwisata di Kerala. 

Kondisi sungai yang sejajar dengan permukaan laut menyebabkan arus stabil sehingga terciptalah muara dan danau-danau besar di hampir sepanjang pesisir Kerala. Pagi hari kita bisa mendengarkan suara burung-burung hinggap di atas padi, matahari pun tersenyum dari balik pepohonan.

Orang Kerala yang Bersahaja

Selama di Kerala, saya menemukan inti perjalanan yaitu belajar dari masyarakat lokal Kerala dalam kehidupan sehari-hari.

Kerala menggambarkan sebuah interaksi manusia dengan alam. Bukan tentang air sungainya yang tenang, perkebunan teh yang indah, atau matahari terbenam yang menakjubkan, melainkan orang-orangnya.

Dua minggu saya melihat dan mengalami banyak variasi pemandangan. Pohon kelapa mendominasi hampir seluruh wilayah.

Di sebuah desa, Kumarakom, kelapa-kelapa tersebut diberdayakan oleh masyarakat mulai dari batok, serabut hingga olahan dagingnya untuk masakan. Para pria bertugas mengambil kelapa untuk dipetik. Mereka memanjat pohon kelapa menggunakan alat bantu yang dililitkan di pinggang mereka.

Sedangkan para perempuan, bukan saja harus pintar di dapur. Mereka pun juga ikut membantu dengan membuat olahan kelapa untuk dijual kembali seperti tali jerami, sampo atau tikar. Semuanya berbahan dasar dari kelapa. Nantinya semua hasil kerajinan kelapa bisa mereka jual ke pasar.

Toddy, Minuman Ikonik di Kerala

Saya pun beruntung bisa berkesempatan melihat cara menyadap minuman khas warga lokal yang memabukkan, yakni Toddy. Minuman ini dari nira aren yang didapat lewat torehan torehan kelapa. Jenis minuman ini dibagi dua, versi alkohol kuat dan non alkohol. Kalau versi non-alkohol getah kelapa yang tidak difermentasi sering disebut sweet toddy dan berasal dari perbungaan kelapa yang belum matang.

Pohon palem dipilih dengan hati-hati, dan penyadap toddy menggunakan tali sabut yang diikat dengan sabut kelapa dengan jarak 2 kaki yang menjadi tangga. Kemudian kuncup bunga palem yang belum terbuka dibelah dan tersisa 95% di pohon. Kuncupnya dibuat membengkak tetapi dipukul dan ditumbuk dengan palu. Kemudian pot tanah liat dipasang untuk menangkap getah yang menghasilkan cairan susu terkumpul di pot tanah liat yang kemudian diturunkan dan dipisahkan.

human by nature kerala

Beberapa dibiarkan berfermentasi ringan dan semakin lama berfermentasi. Hasil toddy kemudian dijual dalam botol kaca ke toko-toko Toddy berlisensi tempat mereka dijual. Toddy memiliki kandungan alkohol sekitar 8,1% dan dianggap sebagai alkohol alami, dan minuman kesehatan di Kerala.

Bayangkan saja kearifan lokal seperti memanjat pohon aren ini masih dilakukan secara tradisional oleh warga. Dan, orang-orang Kerala telah melakukan ini dari generasi ke generasi.

Keberagaman Orang Kerala

Saya mengunjungi perkebunan teh Munnar, cuaca di Munnar mirip seperti di Indonesia. Para wanita pemetik teh sedang sibuk memetik pucuk teh. Keranjang bambu di samping mereka sudah hampir penuh.

Kami diajak ke pabrik teh Lockhart. Perkebunan teh di Munnar bisa dikatakan terbesar di India Selatan. Tumbuh dengan tiga jenis teh yang dihasilkan yaitu teh hitam, teh hijau dan teh putih. Dalam satu hari, pabrik ini bisa menghasilkan sekitar 5000 kg teh dengan melewati proses-proses produksi.

Dari para pemetik teh, saya diajak melihat seni beladiri lokal Kalaripayattu. Jujur saja, baru kali itu saya mendengarnya, mungkin karena saya tak banyak mengikuti sejarah bela diri India.

Ada beberapa pria berbadan tegap dan telanjang dada, pria-pria ini sedang berlatih seni medan perang. Kalari berarti medan perang, payatt berarti seni. Sabetan pedang hampir saja mengenai wajah temannya, namun berhasil ditangkis.

Inti dari seni beladiri ini untuk meregangkan anggota tubuh dengan melakukan kombinasi gerakan dipadukan dengan konsentrasi pikiran dan jiwa. Dengan mengikuti latihan bela diri ini diyakini bisa menyeimbangkan berbagai sistem yang ada dalam tubuh dan melancarkan peredaran cairan tubuh.

Pengobatan Sejak Turun Temurun

Dalam perjalanan di Kerala, saya juga melihat bagaimana orang-orang Kerala memanfaatkan alam untuk pengobatan seperti Ayurveda yang sangat layak dicoba.

Ayurveda adalah tradisi kesehatan kuno, yang telah dipraktekkan di India selama 5.000 tahun. Kata Ayurveda berasal dari bahasa Sansekerta, yaitu Ayur (hidup) dan veda (pengetahuan).

human by nature kerala

Ada lebih dari 90 persen orang India menggunakan beberapa bentuk pengobatan Ayurvedic. Prinsip pengobatan Ayurveda sebagai praktek kesehatan holistik, Ayurveda berusaha untuk menjaga keseimbangan antara aspek fisik, mental dan spiritual seseorang. Bila keseimbangan ini terganggu, penyakit dan masalah kesehatan lainnya dapat terjadi pada tubuh.

Dalam proses pengobatan ini tak jarang menggunakan tumbuh-tumbuhan yang diambil dari alam sebagai media penyembuhan.

Potret Orang Kerala yang Ramah

Kerala bukan saja mengenai hal-hal berkaitan dengan alam. Human by Nature mengacu pada hubungan unik antara masyarakat Kerala dan tanah mereka. Di dunia yang semakin urban dan overpopulasi, hubungan antara manusia dan alam hampir hilang. Tetapi di Kerala, alam masih menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.

human by nature kerala

Selama dua minggu di Kerala, saya melihat ritme kehidupan lebih lambat dan tenang. Bahkan untuk kota metropolitan seperti Kochi.

Saya melihat banyak bentuk dukungan dari dinas pariwisata setempat dengan menjadikan Kerala menjadi destinasi wisata. Bukan saja menawarkan pemandangan alam dan matahari terbenam yang indah, tapi juga keramahan orang lokal.

Cobalah Makanan Khas Kerala

It’s not about going back to nature, but it’s about tradition. Itulah ungkapan yang sangat cocok saat saya melihat Kerala dalam gambaran luas.

Walaupun banyak makanan kreasi yang terpengaruh asimilasi budaya, tetapi ragam makanan tradisional tetap lestari. Kuliner Kerala tidak jauh dari bahan dasar kelapa, nasi, tapioka dengan beragam rempah, seperti lada hitam, cengkeh, kayu manis dan jahe.

human by nature kerala

Apalagi Kerala itu tanahnya pohon kelapa, dari situ nama daerah ini diambil. Sehingga jangan heran ketika kelapa ada dalam beragam hidangan. Kelapa bisa dalam bentuk parut atau santannya serta bentuk lainnya.

Salah satu pengalaman menarik adalah menyantap makanan dengan banana leaf. Ada rasa nikmat sekali ketika tangan bersentuhan dengan kuliner khas India. Kita bisa melakukan finger-licking tanpa perlu kompromi. Dan, asal kalian tahu makan menggunakan alas daun pisang itu nikmat!

Destinasi di Kerala yang Berkesan

Kerala masih sangat tak tersentuh dan murni serta memiliki beberapa tempat yang menarik dan menakjubkan untuk dikunjungi.

Berikut adalah beberapa hal menarik yang sayang kalau kamu lewatkan saat pergi ke Kerala.

  • Alleppey, tempat yang asyik buat bermalam di rumah perahu.
  • Munnar, kawasan perbukitan tinggi dengan hamparan kebun teh dengan suasana sejuk.
  • Kumarakom, tempat damai dengan flora dan fauna yang eksotis.
  • Wayanad, salah satu tempat paling hijau di Kerala dengan pegunungan, rute trekking, dan olahraga petualangan.
  • Thekkady, tempat untuk datang dan menyaksikan satwa liar eksotis, dari harimau hingga gajah.
  • Kochi, kota terpadat kedua di Kerala yang modern dengan bangunan tinggi serta memiliki jalur LRT.

Semua jalur dan destinasi di Kerala benar-benar menawarkan sesuatu yang menarik untuk semua kalangan. Namun untuk mendapatkan gambaran tentang Kerala, silahkan simak video berikut ini :

Menikmati Kehidupan Kerala yang Tenang

human by nature kerala

Pada akhirnya semua cerita di atas sebuah kesan yang manis dan saya sukai dari orang-orang di Kerala.

Rasanya singkat sekali perjalanan dua minggu kemarin, jika ada kesempatan untuk datang kembali. Saya ingin menetap lebih lama untuk bisa merasakan pengalaman interaksi dengan orang-orang lokal setempat.

human by nature kerala

Cara hidup orang Kerala berasal dari hubungan antara orang-orang dengan alam yang hidup dan murni di sekitar mereka, dan itu turun mengikuti arus. Kehidupan kota yang mungkin semrawut, ternyata di Kerala sebaliknya. Hidup lebih sederhana dan lebih lambat.

Saya yakin kalau kalian suka bertemu orang lokal saat bepergian, tentu kalian akan menyukai Kerala. Setidaknya ini yang saya pelajari.

This article is sponsored by Kerala Tourism.

13 comments on “Human by Nature Kerala : Negeri Para Dewa

  1. ainunisnaeni

    sepertinya tentrem banget ya kerala ini, aku tahu kerala ini juga dari cerita temen temen blogger yang ikutan kegiatan seperti koh deddy ini, seru dan menyenangkan
    secara geografis sepertinya nggak terlalu berbeda dengan di indonesia, jadi penasaran buat mampir ke sana juga kalau ke India

  2. Biasanya India gak pernah meninggalkan kesan oke buat aku karena memikirkan minimnya higienitas dan bau2 menyengat khas mereka. Tapi beberapa kali liat foto2 dan baca tulisan tentang Kerala, rasa ingin ke tempat ini kok mulai muncul. Semoga suatu saat bisa sampai Kerala dan menuliskannya dengan kalimat2 indah yg timbul dari kesan luar biasa.

    • Kerala memang lebih ke alam yuk, jadi kesan kotor selama di situ belum aku jumpai. Mungkin kalu ntar ke India daerah Delhi, dll akan ketemu hehe..

  3. saya ada rekan kerja yang berasal dari Kerala. salah satu yang orang jarang tau, industri film Kerala juga maju, namun kalah pamor dengan Bollywood. aktor dan filmnya tidak seperti Bolywood yang banyak tari-tarian, namun kuat di aktor dan cerita. 😆

    toddy ini sekilas mirip dengan minuman sopi dari Indonesia Timur, ya? 😆

    • Industri film Kerala dengan bahaya Malayam memang unik, peminatnya juga. Tapi alur cerita mereka bagus, sependapat dengan kamu mereka juga nggak terlalu menonjolkan tarian.

      Iya, untuk toddy sekilas memang mirip sopi. Aku pernah coba cicip minum Sopi, tapi cuma bisa 1x teguk saja. Gak kuat haha..

  4. Aku pernah baca, pohon kelapa itu salah satu pohon yg dari akar sampe atas, semuanya berguna :). Kayaknya ga ada bagian pohonnya yg tidak bisa digunakan.

    Menarik yaa Kerala ini. Aku jd kepengin kesini juga kalo nanti ke India mas. Sepertinya orang2 lokal di sini juga lbh ramah terhadap turis.

    Makan di alas daun pisang, itu memang nikmaaaat :p. Wangi dari daun pisang bikin kuliner yg dimakan beraroma lbh enak :). Apalagi kalo udah dibungkus lama 🙂

    • Ibarat, tempat mereka sudah disediakan oleh alam, tinggal dikelola. Pas aku kesana lihat gimana produk-produk hasil kelapa itu ada semacam rasa senang, karena lihat experience baru gitu.

      Makan di alas daun pisang dengan makanan khas India, yes..

  5. Indah sekali ya Kerala Koh…Sungguh melihat foto-fotonya saja begitu menyenangkan dan menenangkan jiwa….Kekayaan alamnya begitu dijaga

  6. Aku kalau ntar balik lagi ke Kerala, pingin ngerasain kamping lagi tapi di hutan yang beda. Banyak taman nasional mereka yang kasih paket wisata dengan menginap di hutan. Seru-seru menegangkan hehe.

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: