Trinity, The Nekad Traveler


Who is she?

Pulang dari rasa kecewa di NIX 2010, saya mampir ke Palembang Square Mall lalu mampir ke Gramedia untuk melihat meet and great penulis buku The Naked Traveler yang saat ini sudah menerbitkan jilid yang ke-2. Trinity bukanlah tokoh dalam The Matrix. Dia seorang the nekad backpacker. Seorang wanita tambun dengan gayanya yang cablak (ceplas ceplos) sekilas tampak biasa saja begitu dia langsung duduk di depan pengunjung Gramedia.

Don’t judge the book by it’s cover

Dia sama seperti kita, namun pengalaman hidupnya yang gak sama seperti saya. Dia seorang backpacker wanita (dan memberi pengaruh bagi kamu dan saya untuk melakukan backpacker) yang hampir menjelajahi Indonesia dan sudah berkunjung lebih dari 40 negara. Pernah juga melakukan bungee jumping di atas ketinggian 243 meter. Bayangkan!

Jaga rapat identitas dirinya

Trinity memiliki 2 CV yang memang digunakan untuk identitas dirinya. Satu identitas untuk sebagai kerja kantoran. Satunya lagi sebagai penulis. Kenapa Trinity? Sama seperti Shakespeare apalah arti sebuah nama? Saya dapat mengerti bahkan kita butuh identitas lain. Sama seperti teroris yang juga punya banyak identitas. Trinity adalah bukan nama sebenarnya. Nama sebenarnya adalah Perucha Hutagaol.

It’s about journey not destination

Trinity memutuskan untuk melepaskan pekerjaan kantornya (resign) dan dengan mantap sekarang mengatakan i am full time backpacker and full time writer. WOW! Speechless. Rela keluar dari kantor hanya dengan tujuan jalan-jalan. Masa bodoh dia mau jalan solitaire, grup, atau tour yang terpenting adalah jalan-jalan. Jalan-jalan bukan berarti kita harus menikmati gedung-gedung tinggi, pemandangan yang wah. Tapi lebih ke proses belajar kehidupan karena dia lebih sering mendapat pengalaman yang gak enak daripada enak.

Sosok seorang short memory yang independen

Saya lebih sering mendengar kisah backpacker cewek daripada cowok. Hello kemana para cowok ya? Saya juga tertarik untuk backpacker (semoga ada pihak yang melirik saya dan mensponsori saya seperti Trinity. Saya bersedia menulis pengalaman dan berbagi di blog ini :mrgreen:). Trinity lahir di keluarga yang independen. Ayahnya mendidiknya agar menjadi mandiri maka dia-pun berkeinginan nantinya anaknya juga akan independen. Bebas memilih apa yang dia mau termasuk resiko-resiko yang ada.

Sama kalau kita mau jadi backpacker hemat. Bukan murah. Modal nekad dengan menerima segala yang akan terjadi nantinya, katanya yang penting gw punya tiket pergi dan pulang. Urusan di tengahnya nanti urusan belakangan. Cewek yang khas sama sepatu kets oranye ini begitu menikmati Filipina sebagai negara tempat dia singah. Sepanjang mengikuti meet and greet ini berkali-kali saya berpikir kapan tiba giliran saya?

p.s : Tunggu giliran saya πŸ˜€

p.s : Sorry saya gak ada skrinsut acara meet and great karena saya gak punya kamera 😦

Iklan

4 pemikiran pada “Trinity, The Nekad Traveler

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s