Obsesi jadi Asisten

Suasana meeting di rumah bapak negara.

Manajer Marketing : Ro, lu hubungin Budi. Nomernya ada di BB gw ya. Bilang aja lu asistennya gw.

Toro : Oke.

Toro segera meraih BB yang tergeletak disampingnya. Sibuk cari kontak BB dengan nama Budi.

KLIK!

Beberapa saat setelah telepon terhubung. Toro dengan gayanya yang percaya diri mulai buka omongan.

Toro : Halo, dengan pak Budi ya? ini dengan sekretarisnya MM.

Budi : Iya saya Budi.

T : Pak Budi diminta meeting sekarang di rumah bapak negara di jalan Cabe.

B : Jalan Cabe dimana?

T : Iya pak sekarang ditunggu di jalan Cabe.

B : Sekarang?

Tiba-tiba ToroΒ  merasa janggal dengan pembicaraan yang terjadi.

T : Maaf ini dengan pak Budi Gembul bukan?

B : Iya ini dengan pak Budi Sutrisno.

T : Oh maaf pak, salah orang. Maaf ya pak.

Saya yang sedang di samping Toro langsung tertawa lepas begitu selesai dengar obrolan Toro. Buset dah ternyata pak Budi itu kepala regional kartu Si Merah untuk daerah Lampung.

p.s : :mrgreen: too much seh.. :p

Storyteller and Digital Marketing Specialist. A copy of my mind about traveling, culinary and review. I own this blog www.deddyhuang.com
Posts created 1725

7 tanggapan pada “Obsesi jadi Asisten

  1. Kadang etika dan logika keplincut di belakang berbagai kepentingan yang saling berburu πŸ˜€

    Huang : Mmm… *masih agak sulit mencerna kalimatnya mas*

  2. untung bukan nyasar ke Budi hartono pemain bulu tangkis itu heheheh πŸ˜€

    Huang : Budi hartono? itu kan pemain yang udah lama banget ya kan.

Tinggalkan Balasan

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: