Stereotipe Orang Belanda itu…


I will give you a Dutch treat

Kalimat diatas memiliki makna kata?

a. Saya akan mentraktir kamu

b. Saya akan berikan sebuah traktiran di Belanda

c. Bayar sendiri-sendiri

Apa jawabannya?

Kalau kamu menjawab pilihan A, maka jangan berharap orang itu akan mentraktir kamu. Lalu bagaimana dengan pilihan B? Apa mungkin ada orang berbaik hati akan mentraktir kamu di Belanda? Jawaban kalimat tersebut merupakan idiom bahasa Inggris yang memiliki makna bayar sendiri-sendiri (BSS). Idiom tersebut sering digunakan oleh orang Inggris mengarah ke suatu stereotipe bahwa orang Belanda itu pelit.

Sadar atau tidak sadar stereotipe masyarakat dunia terhadap Belanda sudah lama melekat. Kita juga tidak bisa menyalahkan seseorang untuk membentuk stereotipe-stereotipe yang sudah ada karena itu semua berawal dari pikiran yang menimbulkan perkataan dan tindakan. Setidaknya ada 3 stereotipe umum tentang Belanda:

1. Orang Belanda itu (Bukan) Pelit

Ada konteks dalam e-bay yang menggunakan bahasa slang; “Dutch Auction – You bid on 1 item. You won 1 item”, yang artinya bayar masing-masing untuk setiap itemnya karena 2 item tersebut memang berasal penjual yang sama. Dalam bisnis, orang mana yang mau rugi?

Stereotipe ini perlu pembenaran kalau orang Belanda itu hemat, mereka akan sangat hitungan dengan jumlah uang yang dikeluarkan. Dalam bahasa Belanda dikenal; elk dubbeltje tweemaal omkeren (terjemahan letterlijknya) yang artinya putar koin dua kali sebelum berpikir untuk membelanjakannya. Saya sependapat dengan penulis blog ini, kalau semuanya akan lebih transparan dengan jumlah uang yang kita keluarkan. Mau makan sama teman kita tidak perlu khawatir kalau kita akan bayarin teman, kita hanya bayar apa yang kita pesan dan makan.

Ada cerita dari teman saya yang pernah mengikuti program pertukaran di Jepang. Dia diajak ke acara ulang tahun temannya. Budaya kita beranggapan orang yang ulang tahun tentu yang punya hajatan pesta makan. Tapi ini sebaliknya, kita justru membayar apa yang kita pesan dan makan selama pesta berlangsung, meski mereka yang mengajak atau mengundang orang lain ke restoran. Belajar dari budaya Jepang ternyata tidak berbeda dengan Belanda. Namanya “betsu-betsu” yang artinya bayar sendiri-sendiri.

2. Orang Belanda itu Hemat

Cerita tentang kepelitan orang Belanda bukan hal yang memalukan bagi mereka. Sifat hemat ini dulunya memang dipandang buruk. Bahkan pedagang wisata di seluruh dunia membenci wisatawan Belanda yang menghabiskan waktu mereka dan tidak beli apa-apa. Ada pepatah hemat pangkal kaya. Menurut cerita, budaya hemat ala orang Belanda ini disebabkan karena mereka biasa hidup susah. Sehingga mereka perlu kerja keras dari hasil berlayar ke berbagai benua untuk berdagang, karena daratan Belanda dan cuacanya yang tidak memungkinkan tanaman tumbuh sepanjang tahun.

There’s ain’t free lunch in this world. Walaupun kini Belanda sudah maju dari sisi inovasi (bangunan, pendidikan, infrastruktur) tetap budaya ini masih melekat dari pribadi seorang Belanda. Dan budaya positif ini dapat kita ambil dan aplikasikan dalam perencanaan keuangan kita. Ini adalah keharusan.

3. Orang Belanda itu Bersikap

Ada yang mengatakan “Your are what you eat”, saat kamu bisa berkenalan dan mencicipi makanan khas bangsa tersebut ini berarti kamu bisa berkenalan dengan bangsa-bangsa lain dengan ramah dan terbuka.

Belanda memiliki makanan khas seperti kentang, sayuran, dan sepotong daging. Di Indonesia, kita makan panas (baca: makanan berat) tiga kali sehari, sedangkan orang Belanda hanya satu kali makan panas. Pagi dan siang hari makan roti. Di Belanda yang punya empat musim, juga mempunyai makanan yang khusus untuk musim dingin yaitu Stamppot. Ciri khas makanan Stamppot adalah kentang yang dihaluskan dengan campuran sayuran dan di makan dengan daging asap.

Untuk kebiasaan makan, Belanda memiliki table manner sewaktu makan seperti tidak boleh sendawa, tidak boleh mengecap, tidak boleh menyeruput sewaktu makan sup atau teh, tidak boleh bicara sewaktu makan, dan tidak boleh makan dengan suara piring berbunyi.

Lain ladang lain belalang. Semua budaya makan ini saya dapat sewaktu Mama saya ke Belanda sekitar tahun 1999. Tentunya perlu adaptasi budaya sewaktu menginjak negara orang. Dari sini kita bisa belajar untuk lebih bersikap sewaktu menyantap makanan.

Kenyataannya, Belanda banyak membawa kebudayaan, maupun teknologi peralatan untuk mempermudah kinerja. Contoh kecil dalam hal transportasi darat seperti kereta api yang masih dipakai sampai sekarang. Dalam budaya membaca, ternyata koran pertama di Indonesia masih berbahasa Belanda. Dari sisi arsitektur, tak dipungkirin perumahan dengan gaya Belanda tengah menjadi trend dunia.

Seperti yang saya tulis di atas, Dutch innovation, in my opinion – stereotipe ini baru sebagian yang saya pelajari dari hasil mencari melalui internet tentang budaya orang Belanda. Pemberian label bahwa orang Belanda itu kejam dan pelit karena dulu pernah menjajah Indonesia selama tiga setengah abad. Pelit tidak mengenal suku tergantung masing-masing karakter dari orang tersebut. Saya bisa jadi menjadi pelit dan orang akan bilang Cina itu pelit. Ini bukan persoalan rasis, tapi bedakan antara pelit dengan cara pola hidup.

Untuk menutup tulisan ini, saya punya tips buat kamu yang punya rencana backpacker ke Belanda.

Tips Jalan-Jalan di Belanda

Spring (Mar-May) – awal april merupakan masa yg paling bagus untuk ke Keukenhof. Biasanya tulipnya masih bagus-bagus. Letak kebun tulip paling terkenal di Belanda adalah di Keukenhof, Lisse, sebuah daerah kecil, sekitar 30 menit ke arah utara dari Leiden. Kalau tertarik bisa juga sepedaan dari Leiden ke Haarlem menyusuri kebun2 tulip.

Summer (June – Aug) – Pada saat summer, banyak turis datang ke Belanda. Situasi pun jadi ramai. Delft yg termasuk kota kecil mendadak banyak turis. Saya pribadi lebih suka menghabiskan summer di luar Belanda.

Autumn (Sept – Nov) – Pada musim ini, cuaca mulai beranjak dingin. Daun-daun berubah warna dan isyunya daerah Limburg (selatan Belanda) termasuk yg bagus pada saat ini.

Winter (Dec – Feb) – musim dingin di Belanda akan benar-benar membuat anda merindukan negara tropis. Buat yang ingin bertemu Sinterklas, tiap tanggal 5 Desember sinterklas dan temannya Piet Hitam sering berkeliaran di jalan. Di Rotterdam ada lomba lari dengan semua peserta memakai kostum sinterklas. Acara tahunan ini biasanya menjelang Natal.

Kota-kota yang dikunjungi ada bermacam-macam. Biasanya turis akan ke Amsterdam, Den Haag dan Rotterdam. Tapi jika anda punya waktu berlebih dan timingnya tepat jangan lewatkan Lisse (Keukenhof)

Amsterdam – Red Light District, Dam Square, Museum van Gogh, Rijkmuseum, Ajax Amsterdam Arena, Madame Tussaud, Anne Frank House

Den Haag – Peace Palace, Scheveningen dan KBRI J

Rotterdam – Euromast, Erasmus Bridge

Leiden – University Leiden, universitas tertua di Belanda

Eindhoven – Phillips Stadion

Utrecht – Stasiunnya termasuk yg terbesar di Belanda

Maastricht – Kota paling ujung selatan Belanda

Groningen – Kota di ujung utara Belanda

p.s : Kamu tertarik studi di Belanda dan belajar budaya mereka?

41 pemikiran pada “Stereotipe Orang Belanda itu…

  1. Ping balik: #472 Break The Limit, Being Futuristic A la Belanda | KOMPETIBLOG 2013

  2. saya perlu byk belajar tentang belanda dengan karakter humannya, ini perlu sekali karena ketika kita menginjak tanah negeri orang kitalah yang harus mengikuti kebiasaan budaya di sana, budaya kita dengan budaya mereka jelas berbeda. maka dari itu kita sebagai manusia yang berbudaya harus menghormati budaya orang lain dengan segala kekurangannya.

    • Kamu gak boleh bilang kayak gitu. Seakan-akan kamu manusia sempurna padahal kenyataannya tidak dengan demikian. Semua manusia di dunia itu tidak sempurna. Jadi sesama manusia yang tidak sempurna,jangan menghina lagi yah. 🙂

  3. Saya sedang mempelajari kebiasaan yang dianggap kurang baik oleh orang Belanda.
    Tadi pagi saya ditegur bos yang orang Belanda karena memasukkan tangan ke dalam saku celana.

    Apa ya artinya?

    kata teman saya yang sudah lama kerja dengannya, itu artinya menunjukkan kemalasan.
    Entah benar atau tidak, padahal saya sedang megang handphone dalam saku…

    Ada yang tahu tentang hal ini?
    mohon pencerahan.

    Thanks.

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s