(Enough) Insomnia


I never thought that Id fall in love, love, love, love
But it grew from a simple crush, crush, crush, crush
Being without you girl, I was all messed up, up, up, up
When you walked out, said that youd had enough-nough-nough-nough

SSssseeesttt….

Pertemuan antara batang korek api dengan penyulutnya telah dinyalakan. Awalnya titik api ini kecil, aku mengaguminya atau aku menyukainya? Tiap berjumpa dengannya dia selalu berhasil mengaduk-aduk perasaanku menjadi perasaan yang asem tapi manis.

Cukup… teman-temanku selalu berusaha menggodaku bersama dia. Entah dari mana mereka bisa mendapat sinyalku kalau aku sedang punya perasaan dengan dia. Tiap malam aku selalu terjaga hanya untuk memastikan : hey apa yang sedang kau pikirkan.

Been a fool, girl I know
Didnt expect this is how things would go
Maybe in time, youll change your mind
Now looking back i wish i could rewind

Semoga saja sikapku tadi tidak menunjukkan suatu kegirangan yang berlebihan hingga membuat mukaku memerah. Hanya karena dia duduk bersebelahan denganku. Memang aku tidak berharap lebih untuk memilikinya, tapi aku berharap dapat menjadi temannya, dimulai dari obrolan ringan.

Hai… sedang ngapaian? Ohh balik kemana?

Sepertinya masih belum dapat aku berdekatan dengan dia, walau terkadang aku merasa dia juga punya perasaan yang sama seperti aku. Dia sosok yang alim, pembawaannya selalu ceria. Fisiknya aku tidak terlalu perhatikan karena cukup dua sifat yang menonjol itu sudah menambahkan rasa terhadapnya. Aku bukan mencari fisik yang akan dijodohkan dengan diriku, melainkan aku ingin mempertemukan sifatku dengan sifatnya hingga terdengar bunyi klik.

Because i cant sleep til you’re next to me
No i cant live without you no more
Oh i stay up til you’re next to me
Til this house feels like it did before

Diam-diam aku telah menjadi sesuatu yang hanya aku dan Malaikat yang tahu. Tapi bolehkah aku berharap lebih? Karena tidurku selalu terjaga karena terus menerus memikirkan dia. Setiap mengingat dia, otakku bereaksi untuk tersenyum. Ah, apa kini dia sudah beralih menjadi kapsul obat yang perlu aku konsumsi setiap harinya agar diriku selalu tersenyum?

Feels like insomnia ah ah, Feels like insomnia ah ah
Feels like insomnia ah ah, Feels like insomnia ah ah

 

And i know that its love because
Ah, i just cant go to sleep
Cause it feels like Ive fallen for you
Its getting way too deep

 

Malam ini aku sudah menghabiskan sebotol kapsul obat agar aku segera tertidur. Untungnya kapsul obat yang aku konsumsi bukanlah kapsul yang langsung membuatku overdosis. Ya, dia sebuah kapsul obat tersenyum yang membuatku bukan untuk tertidur lelap tapi terjaga dengan rasa suka kepadanya.

Credit Song : Craig David – Insomnia

Iklan

14 pemikiran pada “(Enough) Insomnia

  1. eh, gw beberapa waktu terakhir ini susah tidur. tapi gak mau minum obat tidur. takut ketagiahn…

    ehm…jangan lupa undangannya satu yah 😀

  2. Wah, berarti sebentar lagi akan ada undangan nih… 🙂
    Tapi ada bagusnya lho Pak Huang tidak terbiasa tidur karena ****, soalnya nanti kan mau ngadain pesta pernikahan 7 hari 7 malam, masa ditinggal tidur sama tuan rumah 😀

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s