Konser yang Nyaman

Tindakan mengagung-agungkan seseorang, setelah itu secara bersamaan juga mencemooh orang yang diagungkan tadi. Inilah cermin masyarakat saat ini, budaya kita lebih tepatnya. Satu fenomena yang saya angkat tentang konser. Katakanlah konser musik, layaknya kita menikmati suguhan musik yang dibawakan. Bukan sengaja berdiri paling depan dan sibuk memotret si penyanyi. Hingga dari awal konser sampai akhir konser yang dilakukan hanyalah memotret. Entah apa yang dipotret, tapi mungkin ini bentuk kesenangan sendiri.

Tapi, itu semua sama sekali gak bermanfaat. Menonton konser bukanlah kita harus sibuk dengan kamera dan memotret si penyanyi. Dulu, sekolahku pernah mengundang Agnes Monica, saat itu si Agnes ngambek nyanyi lantaran semua penontonnya hanya sibuk memotret dirinya. Dipikir benar juga, bayar konser mahal tapi hanya untuk memotret?

 

 

So, memang gak ada salahnya untuk memotret, tapi jangan sampai dari awal sampai akhir konser harus dipotret kan?]

Penulis: Deddy Huang

Storyteller and Digital Marketing Specialist. A copy of my mind about traveling, culinary and review. I own this blog www.deddyhuang.com

9 komentar

  1. wajar2 aj gan.. kn jarang2 liat artis secara langsung.. makanya maen potret mulu.. 😀

    Huang : Haha.. kemarin saya ketemu artis biasa saja.

  2. Seperti nonton orkestra, resital dan lain sebagainya kan ada etikanya, tapi kalau konser band dalam negeri saya sih ndak bakalan nonton :D.

    Huang : Udah pernah nonton konser luar negeri siapa aja bli?

  3. Harusnya dibatesin tuh Dad.. 3x satu kali konser. Tapi kan jadinya rempong heuheu…

    Eh tapi bener koq, saya aja yang jadi penonton risih kalau liat penonton yang kerjaannya motret melulu

    Huang : Ribetnya pemandangan jadi terganggu.

Tinggalkan Balasan