Seragam


Teman saya bercerita, suatu waktu dia diajak sama bosnya untuk nemenin ke bandara dalam rangka mengantar emaknya si bos berangkat. Temen saya ini hanyalah staff biasa maka dia nurut saja begitu diminta sama bos. Singkat cerita mereka bertiga berangkatlah ke bandara, teman saya dengan pakaian seragam yang lengkap (blazer, dll), sedangkan bosnya pakai kaos yang cuma ada label kantor (biasa dikasih buat souvenir doang).

Begitu mau check in, kebetulan teman saya ini kenal sama petugas check in di bandara. Wajar karena dia pernah bekerja di bandara itu selama 3 tahun.

Petugas check in : Wah hebat ya kamu sekarang.. gaweannya udah enak, udah jadi direktur kamu?

Teman saya : *pasang muka gak enak* Ah gak lah, aku cuma staff biasa aja.

Petugas check in : Masa seh? Padahal dari seragammu itu keliatan kayak direktur gitu. Hahahah..

Teman saya jadi main lirik-lirikan sama bosnya. Sedangkan bosnya cuma nyenggir doang.

==================

Saya jadi ingat waktu masih SMP, saat itu saya kepikiran enak kali jadi anak SMA soalnya anak-anak sma seragamnya bisa dibuat fungky. Sepatunya boleh sepatu kets warna-warni. Setelah saya masuk sma, waduh peraturan di sma itu berubah 180 derajad. Sudah gak bisa lagi pakai sepatu yang warna-warni, rambut di cat, dll. Oke, setelah sma saya kepikiran ah jadi mahasiswa juga asik soalnya gak perlu pakai seragam putih-abu. Bisa pakai baju bebas casual, rambut boleh dicat, dll. Maka saya naiklah jadi mahasiswa, setelah itu saya kepikiran pengen dapat kerja yang ada seragamnya, pakai jas, dan berdasi. Sudah kebayang kalau gimana tampannya saya nanti. Hahahaha…

Sekarang, saya sudah rasain kerja dengan seragam seperti itu. Saat ini saya pengen untuk masalah seragam, seragam kerja saya casual santai saja. Bukannya saya mau melawan, hanya pengen suasana baru saja.

Iklan