I Find (Eat, Pray, and Love) Thing That I Didn’t Find


Two years ago, and now. This city is still like what I see and feel. I find things that I didn’t find in my home town. I want to be here any longer, can?

Empat hari yang lalu…

Pagi hari dengan perasaan yang galau saya tetap melakukan rutinitas yang sama. Bukan karena saya bosan dengan aktivitas yang saya lakukan. Datanglah sebuah kiriman surat fax untuk keperluan dinas. Iseng saya bertanya kemanakah tugas dinasnya? Dijawab akan ke Surabaya selama 4 hari. Tanpa pikir dua kali, saya nekad mengajukan diri agar saya dikirim ke sana. Entah apa ini sudah menjadi rencana-Nya, he-must-not-be-named pun acc dengan permintaan saya.

Malamnya, badan saya seketika meriang ditambahkan dengan batuk, pilek, dan sakit kepala. Komplit sudah. Suhu badan juga tidak turun melainkan sebaliknya makin bertambah. Singkat kata saya dikerok dan langsung istirahat. Selama istirahat yang berusaha memikirkan kalau saya harus sehat biar besok pagi saya kuat di penerbangan.

Naasnya, meriang saya hanya bertahan sampai saya keluar rumah. Sisanya saya kembali meriang dan sakit kepala yang makin menjadi-jadi. Tapi saya harus tetap melanjutkan perjalanan toh. Sampai hal ini terjadi, dengungan kencang pesawat terbang itu melintas di dalam telinga saya. Saat itu saya merasa seperti cekit-cekit-cekit kayak diiklan obat sakit maag. Nah, saya hanya berucap kalau saya selamat sampai di tujuan saya kembali disadarkan bahwa hidup ini indah dan berharga.

Waktu santai saya di kota ini tidaklah lama, saya hanya punya waktu kurang dari 24 jam untuk digunakan dengan bijaksana.

Ada 2 alasan kenapa saya menemukan ‘sesuatu’ yang tidak dimiliki di kota asli saya :

Pertama, waktu paginya lebih cepat. Di sini saya bisa bangun lebih pagi dan menikmati pagi jam 5 yang sudah terang.

Kedua, saya menemukan damai sejahtera disini yang belum saya temukan di Palembang. Saya enggan untuk pulang kembali ke Palembang. Sama seperti temanku yang enggan untuk balik ke Palembang lagi dan pilih menetap di Salatiga karena dia menemukan jiwanya lebih hidup disana.

Di Surabaya ini saya bertemu teman baru. Namanya Adhya, dia aku kenal waktu itu sedang ikutan acara INAICTA 2010. Anaknya baik, saya beruntung diajaknya berkeliling Surabaya dikala malam sampai tengah malam.

p.s : Seringkali saya berucap dalam hati saya ingin kali ke Surabaya. Ingin dan ingin sekali.

Satu pemikiran pada “I Find (Eat, Pray, and Love) Thing That I Didn’t Find

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s