Kehilangan Sosok Mentor di Sekolah Kehidupan


Ada pertemuan, ada perpisahan.

Hari ini saya cukup terharu dan sedih juga karena mentor yang saya hormati memutuskan untuk “naik level” dan tidak bersama-sama lagi. Walau baru hampir 3 bulan kami kenal, tapi saya salut sama mentor saya tersebut. Dia banyak mengajarkan saya tentang sekolah kehidupan, ya menempa saya juga dan saya pun harus learning by doing.

Saya masih ingat waktu pertama kali dia menegur saya. Tadi saja dia berpesan agar saya bisa terus do the best, walau nanti bukan manusia yang menilai tapi percayalah Tuhan tidak tutup mata.

Doaku untuknya yang terbaik, karena seperti di buku Stephen Covey yang 8th Habits dia sudah melakukannya yaitu meninggalkan warisan, meninggalkan nama baik.

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s