Agromarine, Solusi Infrastruktur Prioritas Jokowi Bagi Tidore


Petang itu mata saya tertuju pada layar televisi melihat berita Presiden Jokowi sedang melakukan rapat tertutup guna membahas mengenai infrastruktur prioritas di Indonesia. Diberitakan ada sekitar 225 proyek yang terdata namun baru 20 proyek yang dikerjakan. Lumayan berat tugas-tugas yang harus diselesaikan oleh Presiden Jokowi bersama wakilnya, Jusuf Kalla. Berita sore yang membuat saya meraih remote untuk membesarkan volume suaranya. Saya seksama mendengar hingga saya mengikuti perkembangan mengenai infrastruktur yang sedang terjadi di Indonesia.

Bicara mengenai infrastruktur sudah pasti harus signifikan meningkatkan ekonomi masyarakat. Sayangnya, bicara mengenai implementasinya apakah pemerataan ekonomi di Indonesia sudah merata? Apalagi bagi saya yang tinggal di Palembang masih melihat struktur ekonomi masih berpusat di Pulau Jawa. Saya terkesima dengan Pulau Tidore yang berada di Maluku Utara. Pulau kecil yang saya datangi beberapa waktu lalu meninggalkan kenangan manis dan kagum dengan apa yang ada di Tidore beserta keterbatasan yang mereka rasakan saat ini.

Sekilas Mengenai Tidore

Berbicara mengenai sejarah, pada masa kejayaan kesultanan Tidore yang terjadi sekitar abad ke-16 sampai abad ke-18. Kesultanan Tidore merupakan satu dari empat kerajaan besar yang berada di Maluku, tiga lainnya adalah Ternate, Jailolo dan Bacan. Namun hanya Tidore dan Ternate-lah yang memiliki ketahanan politik, ekonomi dan militer. Dikelilingi oleh lautan, Tidore menguasai wilayah maritim meliputi Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Maba, Patani, Seram Timur, Rarakit, Werinamatu, Ulisiwa, Kepulauan Raja Empat, Papua daratan dan sekitarnya.

wilayah tidore tempo dulu

Luasnya wilayah kekuasaan Tidore tempo dulu

Sejak Tidore bergabung dengan Republik Indonesia pada tahun 1950 setelah meleburkan semua wilayah kekuasaannya termasuk Papua untuk menjadi NKRI. Maka setelah melalui perundingan cukup panjang dari seluruh lapisan masyarakat. Akhirnya, terbentuklah Kota Tidore Kepulauan berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2003 yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden Republik Indonesia pada tanggal 31 Mei 2003.

Secara geografis, Kota Tidore Kepulauan memiliki luas wilayah 13.862,86 km2 yang terdiri dari luas lautan 4.746 km2 dan luas daratan 9.116,36 km2 yang meliputi Pulau Tidore dan beberapa pulau disekitarnya dan sebagian wilayah dipulau Halmahera.

Empat Mega Potensi Tersembunyi

Melihat luasnya wilayah Maluku Utara termasuk Tidore membuat salah satu provinsi di kawasan Timur Indonesia ini kaya akan sumber daya alam. Terkandung banyak potensi pulau yang memiliki kekayaan rempah ini tidak bisa kita anggap remeh. Tidore bukan hanya menjadi wilayah yang dikelilingi oleh laut Halmahera serta ada pulau Maitara, Mare, dan Failonga. Lebih dari itu!

Selama tujuh hari berada di Tidore bersama Ngofa Tidore, sebutan bagi mereka anak-anak Tidore layaknya keluarga baru. Saya dapat merasakan ketulusan mereka saat mengajak saya untuk mengenal semua potensi yang ada di Tidore. Barangkali sebelum saya berbicara lebih lanjut mengenai statistik Indonesia kalian dapat melihat dahulu mega potensi tersembunyi di Tidore.

1. Potensi Wisata

Merasakan Kesejukan Mata Air Terjun Luku Celeng

air terjun luku celeng

Air Terjun Luku Celeng, Kalaodi

Boleh jadi wisata yang ada di Tidore masih jarang disentuh oleh wisatawan. Sehingga pada waktu saya diajak untuk mencoba “tangga jahanam” yaitu berjalan kaki masuk dari Kelurahan Kalaodi menuruni anak tangga yang banyak dan lumayan membuat nafas ngos-ngosan. Ternyata di bawahnya ada sumber mata air dari dataran tinggi. Kurang lebih kita harus berjalan kaki sekitar 1.5 kilometer untuk dapat sampai di Air Terjun Luku Celeng. Air terjun ini dibatasi semacam kolam batu yang bisa digunakan apabila kita ingin berendam. Rasa lelah setelah menuruni anak tangga yang banyak terbayarkan dengan kesegaran dari sumber mata air yang sejuk.

Melihat Pulau Maitara Lebih Dekat

pulau maitara

Pulau Maitara

Ada rasa semacam mencoret daftar bucket list perjalanan saya sewaktu bisa melihat langsung Pulau Maitara dari dekat. Pulau yang ada di lembaran uang kertas seribu rupiah ini berada diantara Pulau Tidore dan Pulau Ternate. Kita dapat menjangkaunya dengan menyewa perahu cepat dari Pelabuhan Rum Tidore. Sebagian besar lingkaran Pulau Maitara didominasi pantai berpasir putih dan terhampar di depannya alam bawah laut dengan keanekaragaman ikan serta karang yang alami.

2. Potensi Wisata Sejarah

Menginjak Kaki di Tugu Kedatangan Bangsa Spanyol

tugu peringatan juan carlos

Tugu Peringatan Juan

Tugu Peringatan Kedatangan Bangsa Spanyol pertama kalinya di Tidore oleh Juan Sebastian El Cano beserta awak kapal Trinidad dan Viktoria yang merapat di Tidore pada tanggal 8 November 1521. Tugu ini dibuat oleh Kedutaan Besar Spanyol pada tanggal 30 Maret 1993. Lokasi Tugu ini terdapat di Kelurahan Rum.

Kadato Kie Saksi Bisu Kejayaan Kesultanan

kesultanan tidore

Kadato Kie Tidore

Diajak bertamu ke dalam Kedaton Kesultanan Tidore sekaligus mengenakan baju koko dilapiskan jubah dan besu membuat saya mengikuti tatanan adat setempat. Kedaton Kesultanan Tidore merupakan tempat tinggal para sultan dan keluarganya. Letaknya di Kelurahan Soasio Kecamatan Tidore. Dari tempat inilah Sultan memimpin rakyatnya. Bangunan kadaton pada awal pemerintahan terbuat dari bambu dan beratap ilalang yang mudah hancur. Kadaton yang bisa bertahan cukup lama adalah kadato kie yang dihancurkan pada tahun 1912 akibat konflik internal keluarga istana, dan kini kadato sudah direstorasi dan telah berdiri megah. Di dalam Kadato Kie ini kita dapat masuk dalam lorong waktu sejarah menikmati kisah-kisah Tidore tempo dulu.

3. Potensi Budaya

Bermain Bambu Gila

bambu gila

Permainan bambu gila salah satu cara melestarikan budaya

Pertama kali saya mendengar nama “Bambu Gila” membuat rasa penasaran saya ingin mencoba sendiri permainan lintas generasi ini. Bambu Gila atau “Baramasuwen” adalah sebuah atraksi budaya menggunakan sebatang bambu dengan ruas panjang. Tiap peserta yang ingin ikut bermain mengepitkan kedua lengannya di bambu. Lalu ada juru kunci yang membacakan “doa” sambil memegang tungku api lengkap dengan sabut kelapa, kemenyan dan bara api. Atraksi ini pada jaman dulu digunakan untuk mengangkat material berat yang umumnya digunakan pada saat proses pembangunan. Penasaran untuk mencoba? Ke Tidore yuk!

Paji Dama Nyili-Nyili

paji dama nyili nyili

Suasana syahdu saat peryerahan bendera dan diarah keliling sampai besok pagi

Paji Dama Nyili-nyili atau obor negeri-negeri merupakan simbol semangat sejarah perjuangan Sultan Nuku dan pasukannya pada tanggal 12 April 1797. Saya baru pertama kali ini mengikuti rangkaian festival di suatu daerah. Melihat langsung bagaimana gelap guritanya seluruh rumah di Tidore dipadamkan, hanya ada lampu minyak sebagai penerang. Seketika membuat saya merinding dan ikut terbawa suasana syahdu. Budaya ini merupakan rangkaian acara yang dilaksanakan pada peringatan Hari Ulang Tahun Tidore.

4. Potensi Ekonomi

Pulau Tidore bagaikan pulau yang telah disediakan Tuhan dengan geografis yang baik. Di dalamnya sudah ada lautan dan gunung yang mencakup sektor pertanian, perkebunan, hingga perikanan membuat saya berpikir kalau masyarakat Tidore dapat berkembang apabila infrastrukturnya baik.

memetik tomat

Gogo sedang memetik tomat di kebun

Saya pun diajak berkeliling melihat perkebunan milik Gogo, anak asli Tidore atau mereka menyebutnya Ngofa Tidore. Perkebunan yang ditanami mulai dari tanaman tomat, hingga rempah pala, dan cengkeh. Dulu para elite penjajah datang ke Tidore oleh karena rempah hingga nama Tidore sohor di mata dunia untuk datang dan menguasainya.

Dalam pembicaraan saya dengan Gogo mengenai hasil panen kebun masih sebatas distribusi secara mandiri. Saat panen nanti Gogo akan menjualnya sendiri ke pasar-pasar yang ada di Tidore dan Ternate. Bahkan Gogo pernah melaut sampai ke Bacan, Obi, Manado, Bitung sampai Papua untuk menjual hasil panennya. Hasilnya terbilang tidak begitu banyak yang bisa dia terima apabila ada pasokan lain dari petani lain yang datang.

Contohnya harga tomat perkilonya bisa dijual Rp 15.000 tapi apabila ada dari petani yang datang dari Halmahera yang juga datang maka harga pasaran di Tidore pasti menurun bisa mencapai Rp 4000 rupiah perkilo. Sedangkan untuk pala dalam bentuk Fuli atau buah warna merah dibandrol perkilo harga Rp 115.000 dan dalam bentuk biji perkilo Rp 56.000. Sisanya untuk harga cengkeh perkilo harga pasar adalah Rp 102.000.

panen tomat

Tomat siap dijual ke pasar

cengkeh tidore

Tanaman cengkeh ikon Kota Tidore Kepulauan

buah pala

Buah pala yang menjadi incaran Spanyol tempo dulu

Berbeda dengan Gogo, sosok Ci Anita yang mengajak kami untuk melihat Tidore merupakan sosok yang menginspirasi. Ci merupakan sebutan bagi perempuan yang usianya di atas kita. Lewat niatnya yang tulus ingin menyejahterakan masyarakat di sekitar Tidore, dia pun mengajarkan keahlian seni tanah liat ke ibu-ibu rumah tangga di Pulau Mare. Sebagai seorang seniman, barangkali tidak ada yang tidak mengenal Ci Anita di kampung halamannya sendiri. Berdiskusi mengenai Tidore bersamanya tampak jelas bola matanya berkaca-kaca memancarkan pesan tulus sebagai bakti kepada tanah kelahiran agar kampungnya punya kehidupan lebih baik.

Fola Barakati

Ci Anita sedang mengajarkan seni tanah liat kepada ibu-ibu di Pulau Mare, Tidore

gerabah tanah liat

Salah satu souvenir hasil karya ibu rumah tangga di Pulau Mare, Tidore

Setiap Ci Anita pulang ke Tidore dari Jakarta, dia selalu menyempatkan diri untuk mengajarkan seni keterampilan tanah liat kepada ibu rumah tangga agar hasilnya dapat dijual kembali sama masyarakat setempat. Inisiatifnya yang dia lakukan dengan pengorbanan biaya sendiri tanpa ada sepeserpun dia meminta kembali. Namun, saya sadar bahwa aksi yang dilakukan oleh Ci Anita ini tidak mungkin dia lakukan secara terus menerus. Hasil nyata yang bisa dirasakan adalah saat ini ibu-ibu di Pulau Mare sudah dapat menjual produk-produk rumah tangga. Dedikasi dan kesabaran mengajarkan bahwa apa yang telah dia lakukan tidaklah sia-sia.

tenaga terampil di tidore

Persentase pekerja terampil di Tidore dari 2005 – 2013. Sumber: databoks.co.id

jumlah penduduk di Tidore

Jumlah penduduk di Tidore mulai dari 2004 – 2013. Sumber : databoks.co.id

Melihat data statistik dari Databoks, potensi ekonomi di Tidore Kepulauan masih dalam proses peningkatan sehingga pekerja terampil yang ada di Tidore umumnya belum mendapatkan pelatihan terampil. Sedangkan setiap tahunnya jumlah kelahiran semakin meningkat. Maka aksi yang dilakukan orang-orang yang peduli seperti Ci Anita turut ikut sumbangsih dalam mendukung program pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat setempat.

Peluang dan Tantangan Daerah

Persiapan pembangunan infrastruktur prioritas dapat melalui identifikasi potensi dan serta perencanaan induk dalam mendukung pengembangan Kota Tidore Kepulauan sebagai kota jasa berbasis agromarine. Setidaknya perlu mempertimbangan keberadaan daerah lain sebagai satu kesatuan dalam mendukung Kota Tidore Kepulauan sebagai wilayah pengembangan agromarine.

Dari dua orang yang saya jumpai ternyata setidaknya usaha pertanian dan perkebunan masih merupakan mata pencaharian terbesar penduduk di Kota Tidore Kepulauan, sehingga pembangunan sektor pertanian menjadi salah satu faktor penting bagi peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat. Sektor pertanian yang meliputi tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan hortikultura memiliki peran penting memberikan lapangan kerja bagi hampir separuh angkatan kerja di Tidore. Sektor ini juga memberikan kontribusi yang nyata terhadap total nilai ekspor dan produk domestik bruto (PDB) pada Tidore.

jumlah angkatan kerja di tidore

Data jumlah angkatan kerja di Tidore Kepulauan sejak 2008 – 2013. sumber : databoks.co.id

jumlah pengangguran di Tidore

Data jumlah pengangguran di Tidore Kepulauan signifikan menurun sejak 2007 – 2013. sumber : databoks.co.id

Secara signifikan data jumlah angkatan kerja dan pengangguran di Tidore Kepulauan memang mengagetkan karena potensi ekonomi di wilayah ini memang baik. Namun, kita juga tidak boleh melupakan sektor pariwisata di Tidore. Sebab dengan potensi-potensi yang dimiliki mulai dari potensi budaya, wisata dan wisata sejarah ternyata Tidore memiliki sumbangsih yang cukup besar jasanya untuk Indonesia. Bagi Tidore untuk Indonesia layaknya tidak ada Sabang sampai Merauke apabila Presiden Soekarno tidak datang dua kali untuk meminta wilayah kekuasaan Tidore agar terbentuknya NKRI.

pulau failonga

Menjaga kelestarian dan kebersihan Pulau Failonga

Berdasarkan data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Tidore Kepulauan, bahwa sumber daya kelautan dan perikanan di Kota Tidore Kepulauan sangat melimpah dan bisa dimanfaat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pada saat kami bermain di pulau-pulau kecil seperti di Pulau Failonga. Saya melihat terumbu karang yang sudah rusak akibat perahu atau jangkar yang ditancapkan untuk menepi. Rasanya sayang sekali melihat kehidupan komunitas ikan dan karang yang berada di sekitarnya tidak dijaga.

Selaras Visi Tidore dengan Janji Jokowi

Dalam satu kota tentunya memiliki visi yang akan mengarahkan mau kemana kota tersebut melangkah. Tidore Kepulauan memiliki visi untuk tahun 2016 sampai 2021 yaitu “Terwujudnya Kemandirian Kota Tidore Kepulauan Sebagai Kota Jasa Berbasis Agromarine”. Kemandirian yang mendayagunakan segenap aset, potensi dan kemampuan yang dimiliki secara optimal dan berkelanjutan.

Tidore layak menjadi “kota jasa” dimana jasa menjadi sumbu utama dalam rangka akselerasi pertumbuhan arus perdagangan barang dan jasa dalam skala regional maupun internasional. Selain itu dapat memadukan wilayah pengembangan kota dalam suatu sistem tata ruang yang terintegrasi didukung infrastruktur sistem transportasi dan sistem teknologi yang memadai, serta mengutamakan pelayanan publik yang berkualitas dengan tidak meninggalkan potensi lainnya.

Terakhir dengan basis Agromarine yang merupakan percepatan dan mengoptimalkan pembangunan dan percepatan pemanfaatan sumber daya potensial dan unggulan di darat maupun di laut yang meliputi sektor perikanan, perhubungan, pariwisata, pertanian (pangan dan holtikultura, perkebunan dan peternakan) untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

janji jokowi

Janji Jokowi pada masa pemilu. sumber : katadata.co.id

Saya jadi mengingat Janji Jokowi pada saat tahun 2014 kampanye pemilu. Banyak program yang dipaparkan namun ada satu yang saya sorot yaitu mengenai infrastruktur. Dalam kampanyenya saat itu Pak Jowoki ingin menambah alokasi dana infrastuktur serta menurunkan biaya logistik hingga 20%. Infrastruktur tepat dapat mendukung transportasi, komunikasi, dan ketahanan energi dan pangan memang menjadi titik lemah yang membuat kegiatan produktif di Tanah Air terhambat. Biaya produksi menjadi mahal sehingga barang yang dihasilkan tidak berdaya asing di pasar. Buruknya infrastruktur juga membuat investor asing enggan mengembangkan usahanya di Indonesia.

Langkah ini juga tepat dengan Nawacita yang dicetuskan oleh Pak Jokowi pada saat pencalonan presiden. Nawacita  memiliki arti sembilan agenda pokok yang akan dilakukan oleh pasangan Jokowi – JK saat pencalonan untuk melanjutkan semangat perjuangan dan cita-cita Soekarno yang dikenal dengan istilah Trisakti, yakni berdaulat secara politik, mandiri dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Sebenarnya, Tidore pernah berjaya pada masanya lewat laut. Bukti kapal bangsa Spanyol dan Belanda yang pernah singgah di Tidore untuk membawa rempah-rempah ada di sejarah. Namun, tampaknya konsentrasi pembangunan masih tertuju pada “darat” sebab dipengaruhi oleh mental agraris yang memandang laut adalah sebagai pemisah pulau.

Butuh “revolusi mental” untuk mengubah paradigma ini. Sebab, dengan memanfaatkan kondisi yang ada, dapat menjadi sebuah peluang baru dalam hal pengembangan ekonomi masyarakat dengan tata kelola yang terpadu dan terintegrasi antar Kabupaten/Kota yang ada serta terpadu dan terintegrasi dengan berbagai sektor pembangunan.

Revolusi Mental yang digagas oleh Pak Jokowi sempat menjadi trending topic di media sosial. Saya seperti melihat kesamaan hubungan visi antara Tidore dan Pak Jokowi. Kalau Revolusi Mental yang digagas adalah menggalakkan pembangunan karakter untuk mempertegas kepribadian dan jadi diri bangsa sesuai dengan amanat Trisakti Soekarno. Sehingga untuk mencapai tujuan tersebut, menurut Jokowi, sistem pendidikan harus diarahkan untuk membantu membangun identitas bangsa Indonesia yang berbudaya dan beradab, yang menjunjung tinggi nilai-nilai moral agama yang hidup Indonesia. Akses ke pendidikan dan layanan kesehatan masyarakat yang terprogram, terarah dan tepat sasaran oleh negara dapat membantu membangun kepribadian sosial dan budaya Indonesia.

Sedangkan saat ini Tidore sedang proses menuju mempererat tradisi mempertegas jati diri bangsa maritim. Lewat Kesultanan Tidore mengajak serta mengupaya melestarikan nilai-nilai budaya Tidore yang mencerminkan nilai-nilai luhur bangsa, guna memperkuat jati diri bangsa serta mampu menjadi penggerak bagi terwujudnya cita-cita bangsa dan terbukanya peluang bagi masyarakat luas untuk berperan aktif dalam proses pengembangan wisata budaya.

museum maritim dunia

Pengesahan nota kesepahaman mengenai Museum Maritim Dunia pada Hari Jadi Tidore ke-909 disaksikan Deputi dari Kemenpar

Doktrin Indonesia sebagai poros maritim dunia merupakan peluang bagi Kota Tidore Kepulauan untuk bersinergi menjadikan sektor pembangunan kelautan dan perikanan sebagai sektor prioritas. Selain itu, pembangunan maritim bukan tanpa dasar. Apalagi sudah dilakukan penandatangan nota kesepahaman pembangunan Museum Maritim Dunia antara pihak Kesultanan Tidore dengan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan tepat Hari Jadi Tidore ke-909 sekaligus disaksikan oleh Kemenpar. Pembangunan ini untuk menentapkan Tidore sebagai salah satu museum dan situs sejarah maritime dunia mengingat latar belakang sejarah Tidore pernah menjadi pusat perniagaan cengkeh dan pala dunia. Rencana pembangunan museum ini akan berada di Mareku.

Sebab itu Indonesia dapat membangkitkan pembangunan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar dan memberikan penghasilan yang secara manusiawi memadai dan terus membaik.

Wujudkan Agromarine Bagi Masa Depan Tidore

panorama bulan

Perahu nelayan sedang pulang setelah memancing

Pulau-pulau kecil seperti Tidore pada umumnya memiliki potensi sumber daya alam daratan yang sangat terbatas, tetapi sebaliknya memiliki potensi sumber daya kelautan yang cukup besar, dimana potensi perikanan di pulau-pulau kecil didukung oleh adanya ekosistem seperti terumbu karang, bakau dan mangrove.

Membaca karya makalah dari Muh. Yusuf, mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor mengenai konsep pembangunan pulau-pulau kecil secara berkelanjutan melalui pendekatan pola agromarine (2001). Saya mendapatkan gambaran secara umum mengenai pulau-pulau kecil dan potensinya lewat agromarine, seperti yang menjadi visi Tidore sekarang. Makalah beliau dapat kalian rujuk disini untuk pengenalan tentang konsep agromarine.

Sumber daya kelautan pada kawasan pulau-pulau kecil memiliki potensi keanekaragaman hayati yang bernilai ekonomi tinggi seperti berbagai jenis ikan, udang dan kerang, yang kesemuanya merupakan aset bangsa yang sangat strategis untuk dikembangkan dengan basis kegiatan ekonomi pada pemanfaatan sumber daya alam dan jasa-jasa lingkungan kelautan.

Tiap tahu jumlah penduduk semakin meningkat seiring dengan pembangunan. Kenyataan bahwa sumber daya alam di daratan (seperti hutan, lahan pertanian) dan mineral terus menipis atau sulit untuk dikembangkan, maka sumber daya kelautan akan menjadi tumpuhan harapan bagi kesinambungan pembangunan ekonomi nasional di masa mendatang.

mancing mania

Mereka memancing ikan dengan peralatan manual di Dermaga Soa Sio

pelabuhan rum tidore

Moda Transportasi Yang Menghubungkan Tidore – Ternate

Konsep Agromarine menjadi salah satu usulan dalam rangka untuk pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam pulau-pulau kecil khususnya diperuntukan bagi penduduk setempat adalah melalui konsep pendekatan secara ekonomi dan ekologi. Landasan saya sepakat dengan konsep makalah Muh. Yusuf menyebutkan bahwa dengan pendekatan pola agromarine ini, diharapkan dapat tercapainya tujuan yaitu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan penduduk setempat di satu sisi, dan terpeliharanya kelestarian sumber daya hayati dan lingkungan di sisi lain.

Kerangka Pendekatan dalam Perumusan Pembangunan Pulau-Pulau Kecil dengan Pola Agromarine

Kerangka Pendekatan dalam Perumusan Pembangunan Pulau-Pulau Kecil dengan Pola Agromarine (Dahuri, 1998)

Pada dasarnya, konsep pembangunan dengan pendekatan pola agromarine adalah pola pendayagunaan alam yang mengutamakan sumberdaya hayati laut agar diperoleh manfaat optimal melalui prinsip pengembangan agribisnis sumber daya perikanan sebagai sektor sentral, berdasarkan pada prinsip kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan.

Agar pembangunan pulau-pulau kecil dengan pendekatan pola agromarine ini dapat terlaksana secara optimal dan berkelanjutan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, khususnya penduduk asli pulau tersebut, maka pola pembangunan agromarine hendaknya didasarkan tiga prinsip dasar utama, yaitu kesesuaian dan daya dukung lingkungan; pendekatan agrobisnis (perikanan); serta pendekatan kemitraan.

Kendala yang Harus Diperhatikan

borero gosimo

Sultan Husain Syah membacakan Borero Gosimo saat Hari Jadi Tidore ke-909

Berbincang dengan Ko Yudi pada saat saya menumpang di rumahnya sewaktu di Tidore. Saya juga mengemukakan pertanyaan-pertanyaan mengenai infrastruktur prioritas yang apabila dikembangkan tentunya dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat Tidore. Menurut Ko Yudi, saat ini Tidore selain jasa pariwisata, pertanian dan perkebunan yang jadi prioritas. Ternyata kemudahan untuk transportasi laut dalam upaya masuknya barang kebutuhan pokok masyarakat dan keluarnya produk pertanian dan perkebunan.

Kemudian mencocokkan hasil obrolan saya dengan Gogo tentang caranya menjual hasil panennya hingga ke Sorong, Papua. Semua dia lakukan sendiri beserta warga dan juga harus menanggung resiko apabila sedang musim panen yang banyak dari daerah lain sudah pasti harga akan ikut jatuh. Kesulitan akses transportasi ini menyebabkan harga barang di Tidore lumayan mahal karena harus diambil dari distributor besar di Ternate, atau paling jauh mengambil di Manado. Konsekuensinya dengan jalur distribusi yang agak panjang menyebabkan harga barang-barang tertentu di Tidore cukup mahal.

Kendala lain bagi mereka petani yang ingin menjual hasil perkebunan mereka harus melalui tengkulak yang menyebabkan harga pasar jadi dikendalikan. Petani juga tidak memiliki pilihan apabila ingin menjual hasil panennya. Andai ada semacam BUMN yang dapat mengelola sudah pasti akan membuat harga pasar lebih stabil serta tidak perlu menyeberang pulau untuk menjual hasil panen. Tersedianya kapal kontainer untuk mengangkut hasil bumi dari Tidore akan memberikan akses yang baik.

Maka hasil makalah mengenai konsep pembangunan pulau-pulau kecil melalui pendekatan agromarine menjadi alasan dengan apa yang saya rasakan sewaktu di Tidore. Bahwa terdapat beberapa kendala dalam menghadapi pembangunan infrastruktur prioritas pulau-pulau kecil. Misalnya pulau kecil seperti terisolasi sehingga penyediaan prasarana dan sarana menjadi sangat mahal, dan sumber daya manusia yang handal menjadi sangat langka. Kemudian, kesulitan atau ketidakmampuan untuk mencapai skala ekonomi yang optimal dan menguntungkan dalam hal administrasi, usaha produksi, dan transportasi laut turut menghambat pembangunan.

Bahkan budaya lokal kepulauan kadangkala bertentangan dengan kegiatan pembangunan. Tahukah kalian berita saat Sultan Tidore membuat surat terbuka untuk Presiden Jokowi perihal adanya kerja sama antara pemerintah dengan Jepang untuk mengelola Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara.

Dalam petikan surat terbuka tersebut, Sultan (Jou) Husain Syah menuliskan mengenai :

Andaikan berita itu benar maka saya ingin bertanya kepada Yang Mulia, apakah kerja sama yang Mulia lakukan itu telah melalui pertimbangan yang menyeluruh? Baik dari sisi ekonomi, politik dan budaya, pertahanan keamanan serta harkat dan martabat bangsa? Dan, apakah dalam kerja sama tersebut yang Mulia telah melibatkan pemerintah Morotai dan masyarakat pulau Morotai sebagai pemilik sah pulau tersebut? Sungguh saya sedih kalau penduduk dan pemilik syah Pulau Morotai tidak dilibatkan.

Membaca tiap kalimat dalam surat terbuka tersebut membuat saya merenungkan bertapa perhatiannya seorang sultan terhadap masyarakatnya demi menjaga keutuhan NKRI. Kondisi sosial budaya masyarakat lokal dengan kesesuaian budaya demi terciptanya pola pembangunan agromarine yang efisien juga adil dan lestari.

Tidore Untuk Indonesia Lewat Infrastruktur Prioritas

Bercermin dengan data statistik mengenai rancangan APBN 2018 perihal 10 Perintah Jokowi yang meliputi infrastruktur prioritas, pendidikan & kesehatan, belanja barang, subsidi tepat sasaran, pengentasan kemiskinan, belanja pertanian, dana alokasi umum, dana alokasi khusus, dana desa dan kawal nawacita. Beberapa poin yang dapat disorot bagi pembangunan infrastruktur prioritas di Tidore untuk Indonesia. Sepuluh perintah Jokowi semacam titah sakti yang memang sangat baik. Apabila ingin kenali Indonesia dengan data maka sudah selayaknya Indonesia bukan hanya sekedar ucapan terima kasih kepada Tidore yang memiliki peran dalam di masa Irian Barat hingga menjadi NKRI.

alokasi-dana-apbn-2018

Alokasi Dana APBN 2018. sumber : databoks.co.id

Dalam data Pagu Indikatif Angaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, pemerintah masih fokus dalam pembangunan di sektor pertahanan dan infrastruktur. Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mendapatkan porsi anggaran terbesar, yakni 13 persen dengan nilai masing-masing sebesar Rp 106,9 triliun dan Rp 106 triliun. Anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) meningkat 4,43 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp 101,5 triliun pada APBN 2017.

Dalam pembangunan ekosistem kepulauan, secara garis besar terdapat tiga pembangunan infrastruktur yang dapat diterapkan untuk ekosistem pulau kecil. Pertama, menjadikan pulau sebagai kawasan konservasi, sehingga dampak negatif penting akibat kegiatan manusia tidak ada atau sangat kecil. Kedua, pembangunan pulau secara optimal dan berkelanjutan, seperti untuk pertanian dan perikanan yang semi-intensif. Ketiga, pola pembangunan dengan intensitas tinggi yang mengakibatkan perubahan radikal pada ekosistem pulau, seperti pengelolaan Pulau Morotai dan industri pariwisata lainnya dalam skala besar.

Namun, juga didukung dengan pola pembangunan yang berkelanjutan terdiri dari berbagai kegiatan pembangunan seperti pertanian terkendali, penangkapan ikan baik di perairan pantai maupun laut lepas, budidaya tambak dan budidaya laut, pariwisata, industri rumah tangga dan sektor jasa.

Sehingga apabila pemerintah memang serius perihal infrastruktur prioritas sekaligus mengandeng visi Tidore ke depan agar terwujudnya kemandirian kota Tidore Kepulauan sebagai Kota Jasa berbasis Agromarine dapat melalui empat potensi yang ada di Tidore mulai dari potensi wisata, wisata sejarah, budaya dan ekonomi. Selain itu para menteri wajib mengawal program pemerintah Nawacita dengan turun langsung ke lapangan, dan memastikan penggunaan APBN terbebas dari korupsi.

Dari sisi ekonomi diperlukan akses sebesar-besarnya untuk hubungan transportasi perdagangan dan pemasaran hasil pertanian dan perkebunan serta perikanan sehingga masyarakat lokal dapat menjual hasil panen keluar. Produk-produk mereka tidak hanya dijual di Tidore dan Ternate saja. Selain itu adanya peningkatan keterampilan dan sumber daya manusia seperti petani dan nelayan untuk berpikir lebih modern dan kreatif. Sehingga polanya lebih ke agribisnis. Saya percaya apabila akses seperti kapal kontainer dapat menurunkan biaya logistik hingga 20% dan menyebabkan harga pasar di Tidore dapat lebih terkontrol, masyarakat setempat memiliki kehidupan lebih baik.

Dari sisi pariwisata juga mengalami peningkatan jasa pariwisata. Bayangkan saja cerita Ci Anita berperan membantu ikut menyejahterakan masyarakat setempat dengan memberikan pelatihan keahlian gerabah agar para ibu-ibu rumah tangga juga bisa menjual hasil karya mereka. Termasuk sosok yang saya kagumi karena sulit menemukan orang yang memiliki niat baik bagi tanah kelahirannya sendiri. Semua potensi yang dimiliki oleh Tidore tentunya juga perlu dijaga demi melestarikan budaya dan kearifan lokal. Sudah selayaknya kita dukung bukan?

Semoga tulisan sederhana saya ini tanpa bermaksud mengurui namun berbicara mengenai Indonesia dalam angka dan data. Saya sangat terbantu dengan data-data statistik Indonesia yang ada di situs http://www.databoks.co.id dari Kata Data. Sangat dimudahkan bagi kita untuk tahu perkembangan Indonesia termasuk Tidore. Akses untuk mencari data lumayan luas dan memiliki data-data yang valid sehingga dapat dijadikan bahan rujukan bagi kalian yang membutuhkan statistik, berita, riset dan infografik.

Semoga tulisan sederhana saya ini dibaca hingga ke Pak Jokowi dan menteri-menterinya. Selain itu semoga tulisan sederhana ini dapat mewakili isi hati seorang Jou yang memiliki wibawa dan dicintai oleh rakyatnya di Tidore. Kita, tidak boleh membiarkan Tidore terlalu jauh ditinggalkan bahkan tidak diperhatikan. Pulau kecil ini banyak menyimpan “rahasia” yang belum banyak diketahui oleh kita. Ternyata, di dalam rumah kita di Indonesia ada satu kamar yang ditempati dan butuh isi di dalamnya yaitu Tidore.

Indonesia selayaknya tidak hanya sekedar ucapan terima kasih, melainkan melalui hasil nyata lewat infrastruktur prioritas di pemerintahan Jokowi. Mari kita bersama-sama mewujudkan visi Tidore dalam menciptakan Kota Jasa Berbasis Agromarine. Syukur Dofu-Dofu!

***

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Kompetisi Blog “Kenali Indonesia Dengan Data”.

Referensi bahan tulisan:
1. https://tidorekota.go.id
2. http://katadata.co.id/
3. http://databoks.katadata.co.id/
4. http://www.rudyct.com/PPS702-ipb/02201/muh_yusuf.htm
5. http://portal.malutpost.co.id/en/daerah/tidore-kepulauan/item/26591-tidore-dijadikan-museum-maritim-dunia

Iklan

58 pemikiran pada “Agromarine, Solusi Infrastruktur Prioritas Jokowi Bagi Tidore

  1. Humm Indonesia Timur memang banyak tempat wisata yang menarik, salah satunya Tidore, Pengen kesana tapi gak tau kapaan.. hehhe, btw, salam kenal Koh Deddy..^^ selamat jadi salah satu Juara Favourite Lomba blog katadata… ^^

  2. Semoga daerah di luar Jawa semua mengalami pemerataan pembangunan dan janji Jokowi untuk memajukan infrastruktur tercapai, kasihan saudara kita dipelosok yg belum bisa mengalami kemudahan seperti di Jawa.

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s