Qlapa : From Indonesia With Love


Terpilih menjadi salah satu perwakilan blogger dari Indonesia ke Kerala, India Selatan memang mendebarkan. Apalagi merasakan proses awal yang cukup menegangkan hingga mengikuti acara Kerala Blog Express yang diselenggarakan oleh Kerala Tourism. Selama dua minggu di Pulau Kelapa ini, kami berpindah kota setiap hari menggunakan bus mulai dari Trivandrum hingga berakhir ke Kochi.

qlapa

Petualangan kami bersama bus Kerala Blog Express

Perjalanan ini melelahkan fisik namun tidak seberapa dengan pengalaman yang didapat. Banyak hal-hal baru yang membuat wawasan saya terbuka dan bersyukur tinggal di Indonesia. Selama dua minggu di Kerala, secara tidak langsung saya menjadi “duta” untuk mengenalkan Indonesia pada 28 peserta lain dari seluruh dunia. Bukankah ini menakjubkan?

Jujur saya deg-degan mengikuti media trip skala internasional. Beruntung ada Yayan, Bang Indra, dan Mbak Donna yang memberi masukan persiapan sebelum berangkat, sebab ketiga orang tersebut pernah menjadi bagian Kerala Blog Express.

“Ded, nanti bawa koper besar terus jangan lupa bawa oleh-oleh buat bule di sana,” pesan Yayan menceritakan pengalamannya dua tahun lalu.

“Memang buat apa bawa oleh-oleh, Yan?” tanya saya balik.

“Buat mereka kenal Indonesia dong. Kamu bawa oleh-oleh dari buatan lokal. Kapan lagi promosi Indonesia sama bule?” seru Yayan.

qlapa

Mempersiapkan hadiah untuk teman baru

Ide Yayan membuat saya berpikir kreatif melakukan tindakan kecil bagaimana mengenalkan Indonesia pada dunia. Selama ini apa yang dipikirkan bule tentang Indonesia? Padahal Indonesia memiliki begitu banyak dan beraneka ragam hasil budaya. Setiap suku dan daerah bahkan menyimpan kekayaan budaya masing-masing dalam bentuk yang berbeda-beda pula. Benar bukan?

Bahkan karena banyaknya, tidak semua orang Indonesia mampu mengenal dan memahami semuanya termasuk saya. Memang saya belum menginjakkan kaki ke 34 provinsi di Indonesia. Masih hitungan jari, namun dari hitungan jari itu saya tetap merasa kurang pengetahuan tentang Indonesia sebab selalu timbul rasa penasaran saya ingin tahu tiap budaya.

Ada banyak gambar yang saya ambil dari tiap perjalanan yang pernah saya kunjungi. Ada banyak pula catatan perjalanan yang ingin saya bagikan. Tiap gambar memiliki cerita perjalanan yang berkesan. Entah itu bertemu orang baru atau melihat keindahan Indonesia. Ide saya menjadikan semua gambar milik saya menjadi kartu pos yang nantinya akan saya bagikan ke teman-teman baru dari belahan dunia lain. Tak lupa saya memberikan peta Indonesia pada bagian belakang agar mempermudah saya menjelaskan luasnya Indonesia.

Membagikan kartu pos dan gantungan kunci songket

Sara dari Dubai dan Veronica dari Ukraine

Mereka dari negara-negara berbeda

Membayangkan mereka akan bertanya pada saya, “In which part of Indonesia do you live?” tentu akan membuat mereka bingung apabila nanti akan berkunjung ke Indonesia. Selain menjadi “duta” Indonesia saya pun secara tidak langsung menjadi “duta” daerah saya yaitu Palembang. Saya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk mempromosikan Palembang agar makin dikenal. Apalagi sebentar lagi Palembang akan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 tentunya membuat banyak wisatawan luar datang ke Palembang. Salah satu yang saya pikirkan adalah memberikan oleh-oleh khas Palembang yang dibuat oleh perajin lokal.

Di Palembang ada beberapa perajin lokal yang membuat aneka kerajinan yang menggunakan Songket, kain khas Palembang. Mereka biasanya memasarkan produk-produk kerajinan di toko tradisional. Saya pun berkunjung ke salah satu pusat perajin lokal untuk membeli sebagian karya mereka dari songket. Ada banyak jenis yang dijual mulai dari kain, pakaian jadi, tas, hingga aksesoris khas Palembang.

Oleh karena banyak pilihan kriya, saya memilih gantungan kunci karena ringan dibawa dan tidak butuh ruang banyak dalam koper. Model gantungan kunci yang saya ambil yaitu Tanjak, topi khas Palembang dengan ornamen songket. Ternyata produk gantungan kunci ini salah satu produk perajin lokal yang dijual dengan harga terjangkau. Saya senang bisa ikut membantu ekonomi daerah dengan membeli produk lokal.

apa itu qlapa

Membawa nama Indonesia, saya tidak ingin memberikan kesan jelek. Apalagi menurut Bang Indra berdasarkan pengalaman dia sebelumnya, peserta dari negara lain biasanya antusias bertanya tentang Indonesia. Entah kenapa timbul dalam benak saya ingin membeli satu oleh-oleh khusus buatan perajin lokal khas Indonesia untuk orang yang paling berkesan selama saya temui di Kerala.

Nama Qlapa timbul dalam benak saya saat sedang ingin mencari produk handmade unik dari perajin lokal seluruh Indonesia. Saya sudah lama mengenal Qlapa sebagai situs jual beli online yang menampung kriya perajin lokal di Indonesia mulai dari pakaian, kain, aksesoris, dekorasi, dan produk buatan tangan lainnya. Qlapa seperti rumahnya produk handmade Indonesia, di dalamnya tersedia ribuan produk yang telah terkurasi baik dari ratusan perajin lokal.

qlapa

Kain tenun Toraja

qlapa

Kualitas tenun perajin lokal rapi dan bahan halus

Setelah proses pencarian produk-produk di Qlapa, hati saya tertambat pada syal tenun motif Toraja warna merah campur hitam. Sebuah syal yang gagah jika dipakai oleh pria, serta anggun apabila dikenakan oleh perempuan. Tanpa berlama-lama, saya segera memasukkan syal tersebut dalam keranjang belanja untuk segera diproses. Daripada barang habis? Sebab produk perajin lokal yang dijual di Qlapa jumlahnya terbatas. Saya tinggal menunggu barang tiba di rumah dan siap dibawa ke Kerala.

qlapa

Saya dan Manoj yang menggunakan syal tenun

Banyak yang bertanya bagaimana perjalanan selama dua minggu di Kerala. Dua minggu di Kerala dengan 28 orang dari 28 negara lainnya membuat saya banyak belajar dari segala aspek. Ada satu momen yang membuat saya terharu yaitu saat malam terakhir perpisahan. Barangkali itu adalah momen di mana besok kami sudah harus kembali ke negara masing-masing dan terakhir berjumpa.

Saya berjalan mendekati Manoj, tour leader kami yang sabar dan suka menunggu saya apabila terlambat masuk ke dalam bus. Manoj sosok teman yang baik walau dia tahu perjalanan kami ini melelahkan tapi dia juga tahu cara membuat mood kami kembali terjaga.

“Manoj, I have something for you,” ujar saya sambil menyerahkan syal tenun Toraja. “A scarf from local craftsmen. I want to thank you for whole 2 weeks. You are so kind, Manoj,” seru saya. Kemudian, saya langsung mengalungkan syal di leher Manoj. Kami berdua saling berpelukan tanda persahabatan.

“Deddy, my friend from Indonesia. Thank you so much. I love this scarf and promise you that I would use it,” balasnya.

Di antara pohon Kelapa dan sinar rembulan, kami semua berpisah kembali ke negara masing-masing. Saya bangga dapat mengenalkan Indonesia pada mereka, termasuk bangga dapat mengenalkan kualitas produk lokal itu bagus di mata dunia. Tak sia-sia saya mempersiapkan diri sebelum berangkat agar dapat meninggalkan kesan yang manis. Sekarang kalau saya ingin mencari produk handmade pilihan untuk hadiah ke seseorang, tentu saja saya akan mencari di Qlapa. Semoga kalian juga begitu.

Iklan

50 pemikiran pada “Qlapa : From Indonesia With Love

  1. Aku punya temen dari Belanda. Waktu itu belum tahu Qlapa, jadi sempet bingung beli apa ya buat oleh2 dia. Hehehe. Coba deh sekarang tahu Qlapa, beli oleh2 khas souvenir Indonesia disana saja

  2. Tulisan koh Ded selalu buat saya betah bacanya. Apalagi yg ditulis pengalaman kek gini. Jadi pengen kan beli di qlapa juga. Trus jadi keinget dulu pernah tukeran ppst card sama teman pena di australi pas SMA

  3. Saya yang baca aja ikutan seneng. Bisa ngenalin Indonesia ke orang asing itu bangganya luar biasa. Setuju Koh ?
    Apalagi denger mereka pada tertarik nanya-nanya tentang budaya dan tempat wisata di Indonesia. 👏

Feel free to share you idea.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.