Culinary

Seruput Cuko Pempek Jimmy Devanten Sekanak Palembang

pempek jimmy devaten

Dalam kondisi pandemi, menikmati pempek Palembang masih berjalan seperti biasa. Tak sulit menemukan warung pempek kalau kamu berlibur ke Palembang.

Berjalan kaki lah mulai dari Jalan Sekanak hingga Depaten, kita bisa menjumpai banyak warung pempek yang memanggil untuk disinggahi.

Kawasan Sekanak juga dikenal tempatnya orang Palembang asli bermukim. Ciri itu terlihat masih adanya rumah limas dan panggung yang masih asli. Sepanjang jalan Sekanak, sangat mudah menemukan warung pempek buatan orang Palembang asli dengan berbagai kualitas rasa.

Berkunjung ke Pempek Jimmy Devanten

pempek jimmy devaten
Lokasi warung Pempek Jimmy Devaten di daerah Sekanak

Sore itu saya mengunjungi satu warung pempek di kawasan Jalan Depaten. Bertemu dengan pemiliknya, Jimmy, sesuai merek brand pempek yang ia jual.

Area jalan Depaten memiliki sejarah panjang dan menjadi saksi berbagai peristiwa penting di Palembang.

Pempek tentu tidak asing di telinga. Pempek yang terbuat dari tepung sagu, ikan atau ditambah dengan unsur lain namun cara memakan dengan mengunakan ‘cuko’.

Warung Pempek Jimmy Devanten yang sudah ada sejak 2003. Sambil menikmati suguhan pempek dan es jeruk, kami mengobrol santai.

pempek jimmy devaten
Mengobrol bersama owner pempek

Saya memanggil “kak” sebutan untuk pria laki-laki di Palembang. Kak Jimmy sendiri tergabung dalam ASPPEK (Asosiasi Pengusaha Pempek Palembang) sebagai Humas untuk saat ini.

Sepak terjang kak Jimmy ini dalam berbisnis pempek tidak semulus jalan tol. Berbagai kendala pun dia alami, apalagi dia memulai usaha pempek ini secara otodidak.

Jenis Pempek Palembang

Pempek menjadi warisan budaya Kuliner Palembang. Makanan ini biasanya disajikan dengan kuah lezat berwarna coklat yang kental yang memadukan rasa pedas, manis, dan sedikit asam atau tidak terlalu menyengat di mulut dan lidah.

Untuk membuat pempek enak sendiri haruslah menggunakan bahan ikan berkualitas. Biasanya daging ikan yang digunakan untuk pembuatan pempek Palembang jenis ikan tenggiri dan gabus. Tapi sekarang bahan bakunya makin beragam.

Pempek Telok Kecil, salah satu jenis pempek yang dijual

Namun, bahan baku yang digunakan oleh warung Pempek Jimmy Devaten menggunakan ikan gabus segar yang kualitasnya terjamin.

Pempek Jimmy memproduksi bahan ikan setiap hari sekitar 15 kilogram. Ikan gabus diambil dari supplier yang masih kerabatnya kemudian diolah di dapur terpisah dari dapur rumah tangga.

Ada sekitar 14 jenis pempek yang dibuat oleh Pempek Jimmy Devanten. Mulai dari jenis pempek lenjer besar, lenjer kecil, kapal selam, telok kecil, pistel, sang kerupuk, adaan, tahu, kulit, lenggang dan pempek panggang. Sisa jenis makanan lain berupa otak-otak, rujak mie dan model.

Kunci Berhasil Berjualan Lewat Kenali Karakter Pembeli

Pembeli yang singgah di warung pempek milik Jimmy ini pun dari berbagai kalangan. Mulai dari warga setempat di 27 ilir hingga orang-orang yang turun dari mobil mewah untuk membungkus makanan pulang.

Dalam situasi pandemi ini, tentu saja penjualan pempek Palembang mengalami penurunan omset. Warung pempek Jimmy ini memang lebih lama dikenal dari mulut ke mulut. Pemasaran yang dilakukan pun masih boleh dibilang sederhana.

Lebih banyak pembeli yang datang langsung ke warung

Makanya, karakter penikmat di warung pempeknya mayoritas orang Palembang asli. Atau orang yang akan berkunjung ke kota lain dan ingin membawa buah tangan pempek.

Walau pemasaran yang dilakukan belum maksimal, selama pandemi ini Warung Pempek Jimmy Devanten masih bisa memperoleh omset bersih sekitar 1 juta rupiah setiap harinya.

Juga Mengalami Dampak Pandemi

UMKM memang tonggak perekonomian wilayah setempat yang perlu didukung. Maka warung pempek Jimmy ini pun perlahan mulai masuk ke penjualan online lewat aplikasi makanan. Menurutnya, ada peningkatan omset sekaligus mendapatkan pelanggan baru.

Memang jika dikaitkan dengan situasi pendemi saat ini, kesulitan dari segi produksi mahalnya bahan baku dan ketidak stabilan harga tetap menjadi sorotan.

pempek jimmy devaten
Pempek digoreng saat ada pembeli yang memesan

Harga bahan baku yang semakin lama semakin mahal menjadi dilema bagi UMKM, mereka dihadapkan pada dua pilihan yang ada yaitu mempertahankan kualitas bahan baku yang ada dan menaikan harga jual atau memilih menurunkan kualitas bahan baku yang digunakan dengan yang lebih murah tetapi tetap mempertahankan harga jual.

Kak Jimmy pun menyebutkan kalau penjualan turun hingga 80 persen selama pandemi.

Rahasia Pempek Enak Ada Pada Cuko

Saya mengambil satu pempek adaan untuk dicicipi. Cara makan pempek Palembang beragam, kalau saya lebih menyukai cara menuangkan cuko pempek ke dalam wadah lalu pempek tinggal dicelupkan ke dalam sambil dihirup cuko.

Cuko pempek memang pandanan makan yang tepat. Soalnya kuah cuko ini bukan cuma pas untuk pempek, sebagai teman makan gorengan, kerupuk dan lainnya.

pempek jimmy devaten
Harga pempek per biji sekitar 1500

Sedangkan cuko pempek buatan Jimmy Devanten ini beraroma gula batok khas Lubuk Linggau, Sumsel.

Untuk menghasilkan kuah cuko hitam asli Palembang, kita harus menggunakan gula aren, bukan gula merah biasa.

Gula aren bisa dikenali dari warnanya yang hitam dengan bentuk cembung setengah lingkaran karena dicetak pada batok kelapa.

Cuko tanpa gula aren tidak akan menghasilkan warna hitam yang pekat.

Sedangkan cuko buatan Pempek Jimmy Devanten ini bercitarasa manis, pedas dan kental yang seimbang.

Pembuatan cuko pempek yang baik bisa tahan dalam penyimpanan di luar suhu dingin sekitar 3 minggu sampai 1 bulan tanpa perlu dipanasi.

Membangun Branding Merek

Saya pun bertanya mengenai kiat-kiat bagi para pelaku UMKM yang baru mulai berjualan usaha sejenis.

Jika dilihat bentuk pemasaran saat ini memang sudah tidak bisa dilakukan secara tradisional. Maka itulah kenapa setiap UMKM memerlukan digital marketing agar merek lebih dikenal jangkauan luas.

Tujuannya agar dapat masyarakat dapat mengenal lebih luas. Makanya kenapa dalam waktu dekat Warung Pempek Jimmy Devaten ini akan membuka cabang baru di daerah Plaju, Palembang.

Member JNE Loyalty Card

Sebagai UMKM yang telah berkecimpung lama di bisnis pempek. Tentu saja jatuh bangun bisnis kerap dirasakan. Selain ditunjang sama kualitas rasa pempek, warung milik Jimmy Devanten ini pun banyak melakukan berbagai kerjasama, termasuk salah satunya menjadi member JNE Loyalty Card (JLC).

JLC sendiri merupakan program keanggotaan yang memberi berbagai keuntungan tambahan. Hal yang dirasakan oleh tiap member JLC ini seperti potongan harga pada saat periode promo, dan hadiah undian yang sangat menarik.

Seperti Pempek Jimmy Devanten ini, salah satunya adalah bisa mendapatkan nomor resi JNE dengan cepat. Sehingga kita bisa langsung meng-input nomor tersebut di marketplace atau kita berikan kepada pelanggan.

Terselip harapan dari Kak Jimmy sewaktu saya berjumpa bahwa program-program JLC ini mendapat penyegaran promo baru.

Penutup

Keberagaman pempek ada banyak pilihan dan standar bahan baku yang digunakan. Sehingga membuat harga pempek sangat bervariasi.

Terdapat satu fakta menarik yang terjadi bahwa tidak ada satupun pilihan UMKM yang benar-benar tepat dan bisa membuat mereka unggul dalam persaingan.

pempek jimmy devaten

Hal ini karena keinginan dan penilaian konsumen atas kualitas produk tidak hanya sebatas rasa ataupun harga saja. Namun juga karena pelayanan serta hubungan kedekatan dengan merek pempek.

Seperti Pempek Jimmy Devaten yang terus berusaha menjaga kualitas serta pelayanan yang responsif.

32 comments on “Seruput Cuko Pempek Jimmy Devanten Sekanak Palembang

  1. Jadi penasaran rasa pempek itu seperti apa.
    Tapi pengennya makan pempek langsung di Palembang.
    Semogalah covid-19 ini cepat reda, biar bisa ke sana.

  2. ariefpokto

    Saya baru tahu ada Asosiasi Pengusaha Pempek. Tapi bagus sih, secara bisnis bisa membuat persaingan sehat. Baca ini jadi ngiler pengen Pempek. Paling sedap memang makannya di Palembang ya. Belum pernah sih coba yg Jimmy ini. Biasanya dikirimin Candy atau Vico.

  3. Saya setuju sekali kak, kalau cuko adalah kunci dari enaknya pempek. Sejak SD saya suka sekali makan pempek dan memang benar, alasan saya menyukai pempek salah satu kedai di kota saya karena cuko nya enak sekali.

  4. Pempek ada 14 varian? Banyak banget ya.

    Waktu ngobrol sama Omndut, dia bilang nyawa pempek itu ada di cukonya. Yang bikin enak pempek ya cukonya itu, jadi ya kualitas dan keotentikan cuko harus benar-benar dijaga. (meskipun mungkin sulit ya di era pandemi ini),

    Dan di era yang sudah semaju ini, penting juga yang namanya kolaborasi. Untuk bisa maju, nggak harus sendirian, kan? 🙂

  5. Ke Palembang emang kurang lengkap kalau belum makan pempek yaah koh. Asli puasa banget pas ke Palembang kemaren makan pempek langsung dari asalnya. Cukonya itu juarak! Btw, kemaren kok aku nggak diajak kesini koh? *eh

  6. Paling suka makan pempek yang memang bikinan orang asli Palembang. Secara mengenai keaslian cita rasa, tentunya mereka sudah ahli. Dan aku fokus ke bangunan di belakang warung pempek Jimmy Devanten ini, rumah asli Palembang.

    Mengenai bahan baku memang saat ini sedang tinggi-tingginya. Pun gula aren dari Banten, hampir setiap minggu harganya naik. Selain keterbatasan produksi, kebutuhan akan gula aren juga semakin meningkat. dulu orang ngopi taunya pakai gula putih tapi sekarang sudah tahu bahwa gula putih tidak sehat maka beralih pada gula aren.

    Semoga dengan masuk digital marketing Pempek Jimmy akan semakin luas pasarnya dan omset juga akan meningkat. Amin

  7. Saya penikmat pempek. Demen makan kapal selam, lenggang, dan juga tekwan. Di Batam banyak pilihan pempek, tapi yang paling enak dan cocok di lidah cuma pempek Mang Ncek. Dulu suka di Kolekta, tapi begitu nemu Mang Ncek, jadinya ke situ mulu. Klo Tekwan sekarang demennya di Pempek 158. Duuuh jadi pengen makan pempek ah besok.

    Ntar ke Palembang singgah di Jimmy Devaten ini ah.

    Btw, simalakama memang bisnis UMKM sekarang, khususnya di bidang kuliner.Mempertahankan kualitas bahan baku yang ada dan menaikan harga jual, pelanggan akan lari. Memilih menurunkan kualitas bahan baku yang digunakan dengan yang lebih murah, sehingga harga jual tetap, ya pelanggan setia yang sudah tahu rasa, kerap kabur juga. But for me sebagai rakyat jelata yang lebih mengutamakan rasa dibanding harga, saya tetap memilih opsi mempertahankan kualitas meski harga naik. Makanan enak, meski pun harganya naik, akan tetap dicari penikmatnya, meski lokasi di lubang tikus sekalipun.

    Benar, saatnya UMKM kita diberi pemahaman digital marketing, dengan begitu bisa menyebar bukan hanya di satu kawasan lahirnya, tapi bisa meng-Indonesia, syukur-syukur, dikenal dunia internasional,

  8. Haloo salam kenal Pak Deddy, ini kali pertama berkunjung ke Blog ini.
    Saya adalah warga Palembang, yang memang sangat hobi makan pempek. Minimal, satu pekan sekali insyaa allah saya makan pempek. Hehehe..

    Menarik ulasannya mengenai pempek, sangat lengkap. Dan mungkin kapan-kapan saya jadi punya rencana untuk berkunjung ke Pempek Jimmy Devanten. Pengen mencoba rasa pempek di sana.

    By the way, Pak Deddy tinggal di Palembang juga yaa?

  9. Sudah saatnya resep dan teknik membuat “Cuko Pempek” diajukan menjadi Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Karena benar-benar sudah seperti pusaka. Tidak setiap orang bisa sukses membuat cuko pempek yang prima.

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: