Ramadan Datang Peluang UMKM Makin Berkembang

Sempat mengalami penurunan permintaan pasar di masa awal pandemi karena faktor pemberlakuan PSBB ketat, hampir semua sektor UMKM tiarap.

Mengutip data SMRC tahun 2020, sebesar 98 persen UMKM mengalami penurunan penjualan dan 50,5% UMKM mengurangi karyawannya.

UMKM termasuk salah satu sektor yang cukup signifikan merosot selama masa pandemi. Turunnya daya beli masyarakat, adanya pembatasan sosial, hingga biaya-biaya tak terduga yang muncul, tak jarang banyak usaha terpaksa gulung tikar. Termasuk untuk UMKM pempek di Palembang.

***

Jalan Sore Sekitar Sekanak

Sore tadi saya melipir ke Jalan Sekanak, kawasan tua bersejarah yang masih banyak bermukim penduduk Palembang asli. Ciri rumah panggung khas Palembang tersebut masih bisa kita jumpai sebagai bentuk cagar budaya.

pempek jimmy devaten
Pempek Jimmy Devaten di Jalan Sekanak

Jalan sore di daerah Sekanak itu menyenangkan, selain sehat dengan berjalan kaki, juga tak sulit menemukan jajanan yang mudah dijumpai yaitu pempek. Ini kali kedua saya mampir ke warung pempek Jimmy Devanten.

Dengan mengenakan peci, kaos oblong, kak Jimmy terlihat lebih segar dari pertama kali saya berjumpa dengannya persis setahun lalu saat bulan Ramadan. Saya memang ada janji untuk mengunjungi ke warung pempeknya selepas Ashar hari itu.

Singgah ke Pempek Jimmy Devanten

pempek jimmy devaten
Pemilik warung pempek Jimmy Devaten

Pempek Jimmy Devanten ini salah satu diantara warung pempek yang berjualan di kawasan Sekanak. Nama pempeknya sudah ada sejak 2003 dikenal oleh masyarakat kota Palembang.

Delapan belas tahun bergelut di bisnis pempek, sudah ada 12 orang karyawan yang membantunya berjualan dan membuat pempek setiap harinya.

Sepak terjang pemilik pempek Jimmy Devanten dimulai dari dia pernah bekerja di beberapa kantor swasta hingga akhirnya memutuskan beralih melestarikan warisan budaya kuliner tak benda Palembang. Semuanya dilakukan secara otodidak.

Ramadan Peluang UMKM Makin Berkembang

Sebelum pandemi Covid 19, omset penjualan pempek mengalami penurunan 60 hingga 80 persen. Diungkapkan sama kak Jimmy yang juga menjadi pengurus dalam Asosiasi Pengusaha Pempek Palembang (Asppek).

stimulus umkm 2021
Infografis stimulus UMKM. Sumber : republika.co.id

Omset penjualan pempek di kawasan Sekanak pun ikut melorot. Namun setelah bulan Agustus 2020, PSBB mulai dilonggarkan sehingga penjualan pempek keluar Palembang bisa dilakukan. Juga didukung oleh pemerintah kota dalam melakukan promosi kuliner Palembang.

Bantuan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah pusat dan bantuan dari berbagai pihak untuk dampak usaha kecil yang terdampak membuat UMKM ini sedikit bisa bernafas lega.

Tantangan Bahan Baku dan Kualitas Pempek

pempek jimmy devaten
Aneka pempek jualan di warung pempek Jimmy Devaten

Karena bahan baku pempek merupakan bahan pokok, maka pengusaha UMKM tidak bisa dilepaskan dari masalah klasik yaitu harga bahan baku yang terus menerus mengalami kenaikan.

“Bulan ini harga ikan gabus naik, biasanya di pasar bisa dapat sekilo 50-60 ribu. Sekarang di atas 100 ribu.” serunya.

Padahal bahan baku untuk membuat pempek mudah ditemukan. Memang rasa akan berpengaruh terhadap bahan yang digunakan. Termasuk jenis ikan yang digunakan. Untuk pempek Jimmy Devanten sendiri menggunakan ikan gabus yang dikenal memiliki tekstur daging lembut dan citarasa aroma wangi. Sehingga sewaktu dimakan kita akan mendapatkan tekstur pempek yang kenyal dan wangi.

Saya jadi ingat sama salah teman yang juga pelaku UMKM berjualan siomay. Kemarin dia juga sempat mengeluh ikan yang harganya naik karena sulit didapat dari pemasok. Hal ini diakibatkan oleh gelombang air laut berkepanjangan yang kita rasakan belakangan ini sehingga mempengaruhi pasokan dari nelayan untuk melaut dan menjaring ikan.

pempek jimmy devaten
Laksan, makanan yang laris dicari oleh pembeli sebagai menu berbuka puasa

Efek dari harga bahan baku yang semakin lama semakin mahal menjadi dilema bagi UMKM. Mereka dihadapkan pada dua pilihan yang ada yaitu mempertahankan kualitas bahan baku yang ada dan menaikan harga jual atau memilih menurunkan kualitas bahan baku yang digunakan dengan yang lebih murah tetapi tetap mempertahankan harga jual.

Karena keterbatasan sumber daya modal dan ketatnya persaingan dalam segi harga membuat kebanyakan UMKM khususnya UMKM mikro memilih untuk menurunkan kualitas bahan baku dengan yang lebih murah dan mempertahankan harga.

Ada juga UMKM yang tetap mempertahankan kualitas bahan baku yang digunakan dan memilih menaikan harga jual, biasanya UMKM kecil yang sudah cukup terkenal dan UMKM menengah yang memilih pilihan ini. 

Omzet Perlahan Mulai Merangkak

pempek jimmy devaten
Mendekati waktu berbuka puasa, pembeli mulai datang satu per satu.

Harga pempek Pempek Jimmy Devaten bisa dibilang masih terjangkau. Dari 20 jenis pempek yang dijual, seperti pempek lenjer besar, lenggang, kapal selam, panggang, lenjer kecil, adaan, keriting, otak-otak, dan lainnya.

Variasi harga mulai dari 1500 hingga 10 ribu rupiah untuk pempek lenggang dan kapal selam. Harga yang masih terjangkau untuk orang yang ingin menikmati kuliner murah dan mengenyangkan.

Apalagi cuko pempek menjadi teman makan pempek yang pas nikmat untuk dihirup. Perpaduan manis, pedas, dan pahit yang seimbang cocok dengan kualitas pempek buatan Jimmy Devanten.

pempek jimmy devaten
Selama ramadan tidak menerima pembeli makan di tempat.

“Penjualan mengarah lebih baik, hari ini bisa kirim 100 kg!” seru kak Jimmy dengan senyum mengambang.

Memang tak dipungkiri sekalipun hidup berdampingan dengan Covid 19, bagi kita yang menaruhkan hidup pada penghasilan harian, harus tetap berjuang dan beradaptasi.

Selama bulan Ramadan, di warung pempek Jimmy Devanten ini tidak menyediakan tempat untuk makan di tempat. Semua penjualan hanya untuk take away.

Walaupun begitu omzet yang biasanya sebelum pandemi mencapai 60 juta per bulan, kini hanya bisa 30 juta per bulan. Penurunan ini tentunya membuat dia harus berpikir kreatif dan inovasi terhadap produk pempek jualannya. Karena, dia harus menghidupi keluarga dan karyawannya.

Inovasi UMKM Pempek Palembang Saat Pandemi

Meskipun situasi dan kondisi berbeda, para pelaku UMKM masih memiliki optimisme yang tinggi untuk bangkit dari situasi krisis kali ini. Akan tetapi, tetap diperlukan persiapan, salah satu inovasi yang dilakukan para UMKM pempek Palembang, yaitu dengan membuat kemasan beku (frozen food). Alasannya sudah jelas, panganan ini bisa lebih bertahan lama dan dikirim ke berbagai daerah dengan kondisi yang masih bagus.

Penjualan dengan cara tradisional kini mulai merambah ke media sosial. Saya diberitahu kalau penjualan pempek Palembang meningkat cukup ramai peminat yang memesan setelah didistribusikan lewat media sosial.

Walau, banyak pelaku UMKM pempek Palembang terpaksa menutup toko fisiknya untuk mengurangi biaya, namun mereka tetap bisa berjualan secara online.

“Dulu kemasan pempek kami masih biasa saja. Sekarang sejak inovasi ke frozen food maka kemasan pun ikut berubah,” ujar Jimmy sambil sibuk melayani tamu-tamu yang datang membeli pempek sebagai menu berbuka puasa.

pempek jimmy devaten
Pempek dikemas kedap udara untuk menjaga kualitas pengiriman
pempek jimmy devaten
Kemasan vakum yang digunakan untuk mengirim pempek keluar kota
pempek jimmy devaten
Dapur masak yang berada di rumah Jimmy untuk membuat pempek
pempek jimmy devaten
Di tempat ini pempek dibuat lalu dibawa ke warung di Jalan Devaten

Pempek Jimmy Devanten ini pun mulai belajar untuk bekerjasama dengan penyedia layanan pesan antar dan juga mempromosikannya melalui media sosial seperti Facebook dan Instagram. Terakhir, memanfaatkan reseller agar lebih memperluas pasar.

Untunglah usaha yang dibangun oleh Jimmy ini telah mempunyai beberapa perizinan seperti Izin Dinas Kesehatan, Sertifikat Izin Pangan Industri Rumah Tangga, serta Merek Dagang.

Maka jangan heran kalau pempek dan cuko menjadi menu berbuka puasa yang lazim. Karena berjualan panganan inilah usaha milik Jimmy bisa bertahan hingga 18 tahun lamanya dan pempeknya sudah bisa dikirim dengan cepat ke luar kota secara online tentunya lewat bantuan ekspedisi rekanannya, JNE.

Memilih Penyedia Layanan Ekspedisi Tepat Waktu

pempek jimmy devaten
Pempek panggang dengan aroma dibakar dengan daun pisang

Pempek merupakan makanan khas Palembang yang sudah menembus pasar negara ASEAN. Dengan volume mencapai delapan ton per bulan atau senilai Rp 875 juta. Saat ini beberapa pengusaha Pempek juga bisa memasarkan sampai Belanda, Inggris dan Jepang, Korea, Australia.

Semua umur dari kalangan bawah sampai atas, dari generasi ke generasi telah mengenal nikmatnya menyantap pempek.

Sebagai orang Palembang, saya pun bangga Pempek sudah menjadi salah satu dari 17 jenis komoditas andalan ekspor nonmigas Sumatera Selatan.

Tentunya saluran distribusi pempek Jimmy Devanten ini menjadi lebih luas dikenal setelah memberikan pilihan kepada konsumen untuk makan di tempat, dibungkus, maupun dikirim ke luar kota menggunakan kurir.

Memang konsumen terbesar dia saat ini adalah orang-orang yang hendak membeli pempek sebagai oleh-oleh untuk dikirim. 

Bahan makanan cukup riskan untuk proses pengiriman. Pertama, kita tidak tahu apa yang akan terjadi dalam proses pengiriman. Walau proses packing produk sudah aman, tetap saja akan ada resiko kerusakan.

Kak Jimmy berkata kalau dia harus mencari ekspedisi yang track record jelas serta terbukti memang akurat seperti JNE yang lebih sering digunakan.

Tingkatkan Omzet Penjualan Lewat Layanan Pengiriman

Tentunya semua pengiriman ke luar kota bisa memanfaatkan layanan ekspedisi yang cepat dan tepat waktu. Supaya ratusan kilo pempek yang dikirim bisa tiba dengan kondisi baik untuk dimakan.

Bisnis Pempek Jimmy Devaten sendiri tergabung dalam JNE Loyalty Card (JLC). Program keanggotaan yang ditujukan kepada pelanggan setia JNE. Pemegang JLC bisa mendapat berbagai keuntungan seperti kecepatan layanan, potongan harga pada saat periode promo, serta hadiah undian yang sangat menarik.

Maka keuntungan yang dirasakan oleh Kak Jimmy, salah satunya bisa mendapatkan nomor resi JNE dengan cepat. Dia bisa langsung meng-input nomor tersebut di marketplace atau kita berikan kepada pelanggan.

Tren pengiriman barang selama Ramadan akan meningkat sangat drastis. Peningkatan signifikan biasanya terjadi di minggu ke-4 Ramadan lantaran banyak yang mengirim paket jelang lebaran.

Terselip harapan dari Kak Jimmy sewaktu saya berjumpa bahwa program-program JLC ini mendapat penyegaran promo baru.

UMKM Bisa Bangkit, Ramadan Bahagia Bersama

Situasi yang tak menentu selama pandemi Covid-19 ini menuntut kita untuk bisa cepat beradaptasi dan berinovasi. Fleksibilitas menjadi kunci UMKM untuk tetap bertahan di tengah situasi krisis. Menjadi light & agile adalah suatu keharusan.

Para pelaku usaha akan dituntut untuk terus berfikir kreatif dan inovatif agar bisnis dapat berjalan dan melewati masa krisis dengan baik dan aman.

Tak ada yang tahu apakah pandemi ini akan terselesaikan dengan cepat atau tidak. Mungkin, Ramadan akan jadi bulan yang penuh tantangan. Namun, percayalah bahwa di ujung sana telah menanti kemenangan.

Selamat merayakan bulan suci Ramadan dan tetap #BahagiaBersama.

Penulis: Deddy Huang

Storyteller and Digital Marketing Specialist. A copy of my mind about traveling, culinary and review. I own this blog www.deddyhuang.com

24 komentar

  1. 2 kali Ramadhan dan 2 kali sudah harus berpuasa di tengah pandemi. Kalau tahun lalu kondisinya benar-benar kritis tapi tahun ini mulai ada perubahan-perubahan baik. Sampai saat ini, beberapa UKM, masih dalam kondisi tiarap atau merubah haluan ke lini bisnis yang lain supaya dapur masih bisa ngepul. Opsi bisnis kuliner yang paling banyak dipilih karena makan adalah salah satu kebutuhan primer yang tidak bisa ditunda.

    BTW, kok idak masang info tentang pempek Jimmy ini? Aku pengen nyubo. Jarang-jarang memang pengusaha pempek pake iwak gabus.

  2. Duh, jadi ngiler liat pempek Palembang. Pasti enak dan asik ya kalo bisa menikmati pempek Palembang langsung di kota asal kuliner ini. Sementara sih masih menikmati pempek buatan orang palembang yang merantau ke Banjarmasin.

  3. Pempek-pempeknya gede-gede gitu. Murmerlah dibanding harganya 10ribuan. Kenyang. Kebayang wangi dan gurihnya. Apalagi yg pempek bakarnya…hmmm…
    Keren nih, Jimmy Devanten bisa mengikuti zaman dengan berbagai inovasi. Jadi penasaran nih, bisa dikirim ke Bandung ga ya?

  4. “Sebelum pandemi Covid 19”

    bukan “sebelum” tapi sesudah pandemi mungkin ya, omzet melorot

    Sedih banget bacanya, untunglah bantuan datang dan inovasi bermunculan

    sehingga urang Bandung seperti saya juga bisa beli tanpa harus menunggu oleh oleh teman 😀 😀

  5. Alhamdulillah yaa sekarang bisnis UMKM mulai bangkit lagi. Dan memang benar, penjualan yang dilakukan secara online, hasilnya gak akan maksimal bila jasa pengirimannya lambat dalam mengantar pesanan konsumen

  6. Pandemi memang luar biasa ya, Koh. Semua sekotor kena hantam termasuk UMKM. Padahal saya berharap UMKM nih bisa bertahan.

    Tetapi, saya lihat tahun ini mulai pada bangkit. Bulan Ramadan tahun lalu benar-benar sepi yang jual tajil. Sekarang udah mulai ramai. Selama patuh prokes, saya anggap ini sesuatu yang baik.

    Jadi pengen meluncur ke Palembang sekarang juga. Pengen cobain segala macam pempek ^_^

  7. Luar biasa ya kak Ded, UMKM bisa bangkit saat pandemi, dan di bulan suci Ramadhan ini masih bisa berdiri dan berdikari. Jadi mudah juga ada JNE untuk kirim-kirim barang ke konsumen.

  8. Luar biasa ya kak Ded, UMKM bisa bangkit saat pandemi, dan di bulan suci Ramadhan ini masih bisa berdiri dan berdikari. Jadi mudah juga ada JNE untuk kirim-kirim barang ke konsumen. Mantap dehhhh

  9. Syukurlah di tengah segala tantangan yang dihadapi pelaku UMKM ada JNE, yang menyediakan jasa ekspedisi tepat waktu melalui program-program JNE Loyalty Card sehingga membawa angin segar bagi usaha yang dijalankan. Sebuah berkah ramadan bagi UMKM dan pelanggannya

Tinggalkan Balasan