review fujifilm xs10

Fujifilm X-S10 Review, Kamera Mirrorless Ringan Cocok Bagi Fotografer dan Videografer

Munculnya Fujifilm X-S10 seperti angin segar untuk Fujifilm bergerak di kamera mirrorless. Dan, benar saya pun akhirnya ter-fujilah pula dengan kamera ini.

Lebih kurang satu bulan, Fujifilm X-S10 ini menjadi kamera utama untuk membuat konten kreatif dan projek komersil foto produk. Sebagai pengguna kamera mirrorless, saya senang dengan bodi kamera Fujifilm X Series ini karena bentuk yang compact dan ringan.

review fujifilm xs10
Fujifilm X-S10 kit lens

Fujifilm X-S10 ini masuk dalam kelompok kamera kelas menengah yang cocok untuk fotografer dan videografer. Apalagi industri konten kreator tengah meningkat, setiap orang pasti butuh alat kamera untuk menghasilkan konten yang berkualitas.

Nah, salah satu kelebihan dari kamera Fujifilm X-S10 ini terletak pada bodi yang lebih kecil dari seri X-T4. Bagi saya, sudah tidak perlu lagi repot mengantongi kamera mirrorless ini ke dalam tas selempang, apalagi kalau kamu penikmat genre street photography. Kesan intimidasi ke objek bisa berkurang.

Berikut ulasan saya mengenai Fujifilm X-S10 dengan lensa kit 15-45mm.

Kesan Awal Fujifilm X-S10

review fujifilm xs10
Handgrip kameranya nyaman.

Saya telah mengamati kamera ini sewaktu datang ke Fuji Corner yang ada di PTC Mall Palembang. Handgrip kamera ini nyaman dan ergonomik dengan satu genggaman. Kesannya ringan tapi tetap kokoh.

Karakter bodi kamera Fujifilm ini tampilannya lebih segar. Memang agak sedikit berbeda dengan seri X-T lain. Keseluruhan bodi kamera Fujifilm X-S10 ini dilapisi dengan semacam kulit karet sintetis, halus tetap perlu berhati-hati karena rancangan bodinya belum dilengkapi dengan fitur ketahanan cuaca.

Menariknya dari kamera Fujifilm X-S10, saya tidak menemukan banyak tombol. Untuk orang yang gampang terdistraksi, hadirnya banyak tombol seringkali membuat kita jadi kurang efektif digunakan. Di kamera ini pun D-Pad sudah tidak digunakan lagi, gantinya navigasi dengan joystick dan layar sentuh.

Ringkas Dari Tombol

review fujifilm xs10
Tombol yang ringkas dan mudah digunakan.

Hanya ada 3 knob pada bodi bagian atas. Sepertinya Fujifilm memang menghapus knob dial untuk pengaturan ISO yang menjadi ciri khas kamera mirrorless dari Fujifilm. 

Tiga knob yang ada pada Fujifilm X-S10 pada bagian kiri berfungsi untuk memilih efek film simulasi dan mengaktifkan flash. Sedangkan, knob bagian kanan untuk memilih mode pengambilan gambar serta mengatur tingkat eksposur.

Sebagai gantinya ada dua tombol untuk pengaturan ISO dan Q untuk pengaturan kamera. Kedua tombol ini ternyata berguna waktu saya sedang melakukan pengambilan gambar atau vlogging.

Bagi pemula, saya rasa menggunakan kamera Fujifilm X-S10 akan cepat beradaptasi. Sisi lain, kamera Fujifilm X-S10 ini bukan hanya untuk pengguna fotografi saja, melainkan juga videografi. Fujifilm seolah ingin memangkas kerumitan dari tombol sebagai kesan awal. Impresif ya.

Hadirnya Layar Sentuh dan Bisa Diputar

Layar sentuh berukuran 3 inci memiliki respon sensitif, membantu kita untuk mengambil foto hingga mengatur area titik fokus secara langsung hanya dengan menyentuh layar. Rasanya kalau kamera mirrorless tidak memiliki layar sentuh, akan ketinggalan jaman.

Selain menawarkan bodi yang ringan dengan bobot 465 gram, kamera ini pun menawarkan LCD yang dapat berputar hingga 180 derajat, sehingga memudahkan kita dalam mengambil dan merekam gambar dari sudut manapun.

review fujifilm xs10
Desain bodi belakang Fujifilm X-S10
review fujifilm xs10
Layar bisa diflip untuk kemudahan pengguna.

Bagi kalian yang gemar bikin konten vlog, tentu akan senang sekali menggunakan kamera ini. Karena, kemarin saya membuat konten rekam video ternyata praktis membantu saya menyelesaikan pekerjaan.

Bergeser ke jendela bidik elektronik atau viewfinder menjadi nilai tambah untuk kamera ini. Adanya viewfinder di Fujifilm X-S10 sangat membantu saya untuk memotret terutama di kondisi pencahayaan yang sangat terang.

Resolusi layarnya sekitar 2.36 juta titik, sudah cukup baik dan tajam menampilkan gambar.

Performa Tak Diragukan

Lantas bagaimana dengan performa kamera range harga 17 juta ini?

Sabar, saya pun juga penasaran sama performa kamera mirrorless mungil ini yang bergaya DSLR retro. Banyak orang mengatakan kalau Fujifilm X-S10 ini merupakan kawin silang antara X-T30 dan X-H1. Tapi punya kesamaan dengan seri flagship X-T4.

Mulai dari didukung sensor resolusi 26,1 MP dengan X-Trans CMOS 4 dan mesin pemrosesan gambar X-Processor 4.

review fujifilm xs10
Settingan kamera Fujifilm XS10

Hal lain yang bikin takjub karena ada stabilisasi gambar untuk perekaman video. Hadirnya In-Body Image Stabilization (IBIS) dan Digital Image Stabilization (DIS) lumayan membantu untuk perekaman video dan pemotretan secara handheld (tanpa bantuan tripod). Pengguna kamera ini pastinya seperti mendapat paket lengkap dan jadi lebih percaya diri.

Dalam prakteknya, kualitas 26 megapixel untuk kebutuhan saya dalam memotret produk makanan sudah lebih dari cukup. Hasil fotonya masih bisa digunakan untuk mencetak buku menu dan kebutuhan di media sosial.

Saya pun suka dengan sistem autofokusnya yang cepat untuk mendeteksi objek dengan pendeteksian wajah dan mata. Ditambah tingkat sensitivitas AF hingga -7 EV.

Untuk kamu yang gemar memotret sekaligus untuk menangkap momen, kecepatan mode burst X-S10 ini mencapai 8 fps dengan shutter mekanik, dan 30 fps dengan shutter elektronik. Artinya dalam satu jepretan kalian bisa menangkap momen lebih banyak.

Kehandalan Video

Mengenai kemampuan videonya sendiri, saya terpukau dengan kemampuan Fujifilm X-S10 dapat merekam video hingga resolusi 4K 30 fps, atau 1080p dengan frame rate hingga 240 fps.

Fujifilm mengerti kondisi pengguna pemula dalam video. Ingin hasil tetap detail tajam, tanpa repot dengan pengaturan kamera, maka kita bisa menggunakan mode auto.

Saya sering mengambil video dengan mode auto agar tidak kehilangan momen, selain itu juga merasa mode autonya saja sudah cukup bagus hasilnya.

Fujifilm cerdas untuk menggoda pengguna melirik dengan hadirnya simulasi film analog sebanyak. Ada 18 jenis simulasi film yang tersedia untuk mode foto namun juga bisa diterapkan di video.

Di antaranya terdapat simulasi Sepia, Provia, Velvia, Astia, Classic Chrome, PRO Neg HI, PRO Neg STD, Classic Neg, ETERNA, ETERNA Bleach Bypass, Acros, dan Monochrome.

Simulasi film ini layaknya kamera roll yang memiliki keunggulan di warna. Dengan ciri khas warna Fujifilm tentunya mendukung karya kita jadi lebih bagus lagi dalam satu kali tekan.

Kalau kata orang, pakai Fujifilm bisa membantu mempersingkat waktu kerjamu karena hasilnya sudah langsung jadi.

Port Pendukung Aksesoris Lain

review fujifilm xs10
Port body kamera Fujifilm XS10

Berhubung bodi kamera ini compact, maka tersedia pula fitur tambahan lainnya seperti port mikrofon jack 3,5mm. Port ini berfungsi apabila kita ingin menyambungkan ke microphone untuk mendapatkan kualitas perekaman audio lebih baik

Lalu, kita bisa hubungkan adaptor headphone ke port USB-C kamera. Tinggal sambungkan USB Type C dan jalankan. Namun, fungsi USB biasanya saya gunakan juga untuk fungsi tether ke laptop agar lebih fleksibel.

Daya Baterai

review fujifilm xs10
Baterai kamera Fujifilm XS10

Dalam paket penjualan, sayangnya Fujifilm tidak memberikan charger untuk baterai. Sehingga kita harus membeli terpisah alat chargernya. Ada pun jenis baterai yang digunakan adalah jenis Fujifilm NP-W126S.

Jika ditanya bagaimana daya tahan baterai Fujifilm X-S10? Sejujurnya daya tahan baterainya tidak terlalu mengagumkan. Namun bisa disiasati sesuai kebutuhan. Misalnya, dalam satu sesi pemotretan produk yang saya kerjakan dalam waktu 8 jam, ada jeda 1 jam untuk istirahat saya gunakan untuk melakukan isi daya baterai langsung ke body kamera. Tentunya kondisi ini akan berbeda saat digunakan oleh kalian, apalagi kalau jumlah shutternya lebih banyak.

Kalau pemakaian casual, kamera ini aman untuk kalian bawa sehari penuh. Langkah ini saya pilih karena untuk saat ini saya memang belum membeli baterai Fujifilm NP-W126S dan alat chargernya dikarenakan budget.

Hasil Foto Pakai Fujifilm X-S10

Seperti tulisan saya di atas, kalau daya tarik utama dari kamera Fujifilm X-S10 ini karena spesifikasinya sedikit mirip dengan X-T4. Tentunya dengan kelebihan dan kekurangannya yang bisa dicocokkan sesuai kebutuhan.

Bagi saya sebagai konten kreator, tentunya kualitas resolusi 26.1 megapixel kamera ini sudah lebih dari cukup.

Lensa yang digunakan adalah lensa kit sesuai dalam paket pembelian yaitu Fujinon XC 15-45mm F3.5-5.6 OIS PZ.

Awalnya saya sempat ragu apakah lensa kit hasilnya akan bagus? Apalagi kalau kita telah terbiasa dengan menggunakan lensa prime fixed sebelumnya.

Tetapi, saya menemukan keunggulan setelah menggunakan lensa ini yaitu ketajaman lensa kit bawaan Fujifilm memang masih bisa diandalkan.

Lensa Fujinon XC15-45mm F3.5-5.6 OIS PZ ini termasuk lensa zoom dengan bobot terkecil dan teringan di kelas mirrorless Fujifilm seri X.

Apalagi lensa ini termasuk lensa baru yang mencakup panjang fokus yang sering digunakan dari 23mm hingga 69mm (dalam format setara 35mm) yang menjadikannya lensa yang cocok untuk memotret fotografi lanskap, potret bahkan makanan.

Kamu akan merasakan lensa kitnya sangat kompak walau dengan kinerja sedang, cocok untuk “pergi ke mana saja”. Saya memotret terutama arsitektur, lanskap dan produk makanan.

Salah satu contohnya, saya coba tes untuk foto light trail di malam hari dengan latar Jembatan Ampera.

hasil foto kamera fujifilm xs10
F/20 15-45@15mm ISO 200 SS 10
hasil foto kamera fujifilm xs10
F/20 15-45@15MM ISO 250 SS 40
hasil kamera fujifilm xs10
F/22 15-45@15MM ISO 320 SS 1/80
hasil kamera fujifilm xs10
F/5.6 15-45@45MM ISO 320 SS 1/15
hasil foto kamera fujifilm xs10
F10 15-45@45MM ISO 250 SS 1/100
hasil kamera fujifilm xs10
F4 15-45@35MM ISO 320 SS 1/380
hasil kamera fujifilm xs10
Lensa kitnya cocok untuk selfie pakai layar depan

Ketajaman lensa ini jelas bikin saya sulit percaya. Karena tidak yakin dengan kualitas lensa kit Fujifilm ini. Saya coba lagi untuk beberapa mode gambar, seperti potrait orang dan projek komersil foto makanan.

Berhubung lensa ini termasuk lensa zoom, maka saya optimalkan hingga 45mm agar dapat zoom maksimal.

Kelebihan yang lain adalah lensa ini pun memiliki stabilisasi gambar dan autofokus yang cepat. Pastinya membantu banget saat tidak membawa tripod. Hasilnya? Silahkan kalian menilai sendiri.

Saya benar-benar terkejut dengan kualitas gambar yang dihasilkan lensa ini. Gambar tajam, dan kualitas gambar bagus. 

Brand quality lensa ini cukup bagus di kelasnya. Dengan ketajaman yang mengejutkan dan warna yang bagus juga. Fujifilm ingin bilang dilarang underestimate apalagi buat kalian pengguna baru sebelum mencoba lensa kitnya.

Kesimpulan

Masih banyak hal yang harus saya pelajari dari kamera Fujifilm X-S10. Barangkali ini hanya sebagian yang saya jumpai.

Impresi awal dengan kamera Fujifilm X-S10 ini karena bentuknya unik dan mungil untuk dibawa kemana-mana. Fungsinya diluar ekspektasi saya, terutama untuk hasil gambarnya.

Pastinya saya sendiri juga mendambakan mencoba Fujifilm X-S10 ini dengan lensa prime untuk hasil foto lebih maksimal.

Tapi, kalau kebutuhan kalian belum sampai sejauh itu apa yang disediakan saat ini sudah lebih dari cukup. Benarkan?

Buat kamu yang tertarik dengan Fujifilm X-S10 ini barangkali bisa cek di marketplace kesayanganmu. Atau bisa kunjungi ke Fuji Corner yang ada di kotamu.

Storyteller and Digital Marketing Specialist. A copy of my mind about traveling, culinary and review. I own this blog www.deddyhuang.com
Posts created 1725

Tinggalkan Balasan

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: