Advertisements

Masjid Cheng Ho Palembang merupakan salah satu dari masjid bergaya Cina yang ada di Indonesia. Masjid Cheng Ho lainnya berada di Surabaya, Pandaan, Batam dan beberapa kota lain. Ornamen Masjid Al-islam Muhammad Cheng Ho Palembang merupakan budaya tradisi, dengan tiga kultur yang berbeda, Islam, Melayu Palembang dan Cina.

masjid mualaf cheng ho - Masjid Cheng Ho Nuansa Cina Palembang
Masjid yang dibangun oleh para mualaf di Palembang

Terletak di daerah Ulu Palembang, bukan hanya menjadi tempat untuk ibadah namun menjadi tempat wisata Palembang yang sering dikunjungi wisatawan dari luar kota serta mancanegara. Keberadaan masjid ini merupakan satu identis muslim Cina yang ada di Palembang khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya, minoritas muslim Cina di Indonesia, ada dan terus berkembang.

Sejarah Masjid Cheng Ho Palembang

Cheng Ho memang seorang muslim, tetapi dalam kaitannya dengan misi kebudayaan yang diembannya dia tidak khusus menyebarkan agama Islam. Masjid Al-Islam Muhammad Cheng Ho Palembang dibangun oleh Yayasan Organisasi Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Sumatera Selatan yang berjumlah 12 orang termasuk salah satunya Bapak H. Ahmad Afandi selaku ketua atau Dewan Pimpinan Wilayah PITI Sumatera Selatan.

masjid cheng ho palembang - Masjid Cheng Ho Nuansa Cina Palembang
Bangunan masjid dengan dua tower warna merah menyala.

Bermula saat mengikuti musyawarah kerja nasional Pembina Iman Tauhid Islam (Mukernas) PITI di Surabaya pada tahun 2004, delegasi Sumatera Selatan yang datang ke Surabaya berkesempatan mengunjungi masjid Cheng Ho Surabaya yang terletak di Jalan Gading.

Mengenang peristiwa tersebut, ketua dewan pimpinan wilayah PITI Sumatera Selatan Bapak Haji Ahmad Affandi menceritakan pulang dari Surabaya, tertanam keinginan dari anggota PITI Sumatera Selatan untuk membangun masjid Cheng Ho. Kemudian para pengurus sepakat untuk membangunnya di Palembang.

Menurut Bapak Affandi, waktu berkunjung ke masjid Cheng Ho Surabaya, mereka melihat bangunan masjid itu kecil, kurang besar. Kemudian anggota PITI Sumatera Selatan bertekad untuk membangun masjid Cheng Ho dengan bentuk yang lebih besar.

Masjid yang dibangun oleh para Mualaf

Awal rancangan bangunan masjid Cheng Ho Palembang ini dibuat oleh anggota utama PITI Sumatera Selatan yang berjumlah 12 orang termasuk Bapak Haji Ahmad Afandi sebagai ketua yayasan. Kemudian beberapa nasehat masyarakat sekitar dan pemerintah Sumatera Selatan. 

ambil air wudhu - Masjid Cheng Ho Nuansa Cina Palembang
Tempat wudhu pria bercorak timur tengah.
gambar masjid cheng ho - Masjid Cheng Ho Nuansa Cina Palembang
Tamu dari luar kota sedang menjalankan sholat di masjid ini.
interior dalam masjid cheng ho - Masjid Cheng Ho Nuansa Cina Palembang
Ruangan sholat cukup luas untuk menampung orang beribadah.

Dari pertemuan anggota PITI Sumatera Selatan lalu terkumpul dana awal Rp 175 juta. Kerja selanjutnya adalah mencari lokasi untuk berdirinya masjid tersebut. Sumber dana lainnya didapat lewat bantuan dari pemerintah dalam hal ini Gubernur provinsi Sumatera Selatan pada saat itu Ir. H. Syahrial Oesman M.M, menawarkan tanah yang berada di komplek perumahan Top di Jakabaring yang saat itu sedang dibangun oleh developer Amen Mulia.

Lalu, KH. Muhammad Supri dan Bapak Amin Mulya seorang mualaf Palembang mendonasikan tanah seluas 5.000 meter. Sumbangan lain untuk pembangunan masjid juga berasal dari masyarakat umum melalui infaq dan shadaqah, para dermawan yang berasal dari berbagai daerah dan sumber lain yang halal serta tidak mengikat.

Makna dan Simbol Ornamen Masjid

Dalam obrolan bersama pak Affandi, beliau mengatakan ornamen dan arsitektur masjid diambil dari tiga unsur ornamen yaitu kebudayaan Islam, Cina dan Palembang. Ornamentasi yang terdapat pada masjid Cheng Ho Palembang terlahir atas dorongan kebutuhan estetik yang berakar dari kebudayaan masyarakat muslim Cina. Bersama dengan pengetahuan budaya Islam dan tradisi masyarakat Melayu Palembang. Selain itu juga pengaruh selera pribadi.

gambar orang sholat di masjid - Masjid Cheng Ho Nuansa Cina Palembang
Doa khusyuk semoga dijawab oleh Tuhan.

Jika kita melihat bangunan masjid ini secara utuh. Ada huruf aksara Cina bertuliskan Laksamana Cheng Ho. Warna merah dan emas khas Cina serta hijau khas Arab mendominasi di seluruh bangunan masjid. Masjid ini memiliki dua lantai dan berukuran 20 x 20 meter dibangun di atas tanah seluas 4.990m2 . Selain itu, masjid ini memiliki dua menara di kanan dan kiri dimana lantai dasar masing- masing menara merupakan tempat wudhu berukuran 4 x 4 meter dan memiliki lima tingkat atap dengan tinggi 17 meter.

Saat melangkah memasuki halaman masjid, dari jauh sudah terlihat menara masjid yang berbentuk pagoda dengan atap bersusun lima menjulang ke atas. Pada puncaknya ada kubah berbentuk lonjong, di atas kubah terpasang lambang bulan bintang. Ini menjadi pertanda bangunan tersebut masjid bukan menara pagoda seperti lazimnya tempat peribadatan masyarakat Konghucu. Masjid ini berbeda dengan masjid pada umumnya yang hanya memiliki satu kubah.

Menara Masjid yang Berwarna Merah Menyala

Memandang ke atas atap masjid akan terlihat kubah utama berwarna hijau, seperti kubah masjid layaknya yang ada di Arab Saudi dan negara-negara Timur Tengah lainnya. Di bagian atap pada empat sudutnya ada atap rumah berbentuk limas berwarna hijau yang merupakan salah satu bentuk rumah adat di Palembang.

warna masjid cheng ho - Masjid Cheng Ho Nuansa Cina Palembang
Corak merah pada bangunan identik ornamen Cina.
masjid cheng ho - Masjid Cheng Ho Nuansa Cina Palembang
Kalau ke Palembang, masukkan masjid ini dalam daftar kamu ya

Dua menara yang mengapit bangunan utama tidak menempel dengan bangunan utama masjid. Akulturasi masjid Cheng Ho dibentuk dari ide interior Cina, Timur Tengah atau Arab dan tentunya desain lokal Palembang. Ornamen khas Palembang selain terdapat di atap berbentuk rumah limas, terdapat tanduk kambing di setiap atap yang ada di masjid tersebut. Kemudian, adanya simbol segi empat yang terdapat di dalam masjid baik di pintu masuk dan pintu lainnya.

Oleh karena bangunan masjid yang menawan, maka banyak wisatawan yang datang untuk mengambil gambar masjid Cheng Ho. Selebihnya, masjid ini memang tidak bisa dikaitkan dengan Cheng Ho di Semarang atau Surabaya. Sehingga jangan sampai ekspektasi kalian tentang bangunan masjid terlalu tinggi. Pembangunan masjid ini memang inisiatif oleh PITI dan atas dasar selera Pak Arifin ketika melihat bangunan yang menarik maka ditiru. Beberapa bangunan tidak memiliki simbol secara konkrit ketika saya wawancara.

Cara Pergi ke Masjid Cheng Ho

Lokasi masjid berada cukup jauh dari pusat kota Palembang. Untuk wisatawan yang ingin berkunjung sekaligus sholat, bisa menuju Jalan Pangeran Ratu Jakabaring (depan pasar induk Jakabaring Palembang) Perumahan Top Kelurahan 15 Ulu Palembang. Karena berada di lokasi perumahan warga, suasana masjid sangat tenang dan sepi.

Kalau dari pusat kota dapat ditempuh selama 20 menit. Karena tidak ada angkutan umum yang mengarah ke masjid, selain angkutan pribadi atau jasa tukang ojek untuk menyeberangi jembatan Ampera. Sempatkan saja waktu kamu ketika sedang berkunjung ke Kota Palembang untuk melihat bangunan Masjid Cheng Ho.

Advertisements

5 comments

  1. Menarik ya, di Jakarta juga ada sebuah mesjid di Sunter yang cukup megah dan menampilkan akulturasi budaya China dan Islam.

    Masuk list must visit nih kalau suatu hari ke Palembang

  2. Selalu terkesan lihat rumah ibadah yang desainnya diakulturasikan dengan budaya lokal/budaya selain Timur Tengah seperti ini. Masjid ini bikin saya inget sama Gereja Ganjuran, Mas Deddy. Sehabis gempa Jogja 2006 dulu, Gereja Ganjuran direhab dan dibangun seperti joglo.

  3. Arsitektur masjiknya unik dan menarik. Tak seperti masjid pada umumnya tapi juga ada gaya khas arsitektur Tionghoa.

    Menurutku masjid ini juga menunjukkan bahwa Indonesia itu punya masyarakat yang beraneka ragam namun bersatu sebagai bangsa Indonesia.

Silahkan tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: