Advertisements
Digital Marketing

6 Strategi Bisnis Kuliner Selama Covid 19

strategi bisnis selama covid 19 - 6 Strategi Bisnis Kuliner Selama Covid 19

Beberapa minggu ini mulai terasa sepi, sejak ajakan untuk dirumah aja untuk isolasi diri. Situasi ekonomi semua sektor menjadi goyang. Bahkan saya sendiri sebagai freelancer juga mengalami dampak baik kegiatan secara online maupun offline. Hal yang dekat dengan saya adalah kuliner. Bagaimana strategi bisnis kuliner bertahan di situasi Covid-19 dalam beberapa bulan ke depan.

Ubah Strategi Bisnis Saat Covid 19

Banyak restoran dan cafe bertahan dengan tetap membuka sampai sekarang. Belum lagi kedai lokal kecil yang seolah maju salah mundur pun salah. Kondisi yang memang sulit.

Saya ikut mengamati dalam beberapa hari ini mengenai apa yang dapat kita lakukan sebagai konsumen dan memberikan masukan kepada kalian pelaku bisnis terutama bidang kuliner. Berikut 5 strategi bisnis yang dapat diterapkan:

1. Ubah Metode Bisnis ke Online

Di tengah kondisi ini, masyarakat diimbau mengurangi tatap muka dan keluar rumah, media sosial dapat menjadi salah satu cara dalam mempromosikan produk atau usaha yang dimiliki. Cara ini cukup efektif dilakukan karena masih saling menguntungkan dan menghidupi masing-masing pihak. Bagi pemilik bisnis kuliner bahan makanan masih dapat berputar tidak busuk di dalam lemari pendingin. Bagi pengantar dalam hal ini driver ojol, mereka tetap bisa mendapat penghasilan harian.

order makanan online - 6 Strategi Bisnis Kuliner Selama Covid 19
Pelaku bisnis bisa memanfaatkan media sosial sebagai media promosi

Mulai dengan aktif menceritakan produk atau usaha, memberikan promo, hingga minta bantuan teman untuk promosikan usaha. Cara lain memberikan potongan apabila konsumen memesan secara online atau take out. Cuan sedikit lebih baik daripada tidak sama sekali.

Saya juga mengamati kalau ada pelaku bisnis yang juga ikut berbagi untuk ojol, misalnya apabila ada yang membeli maka juga memberikan bahan makanan ke driver.

2. Memangkas Waktu Operasional Jam Kerja

Selain seruan work from home. Ada juga seruan : biarlah kamu di rumah, kami bekerja untuk Anda. Seruan ini juga tidak salah karena memang bertujuan untuk memangkas rantai Covid-19.

Sebagai pemilik bisnis, memangkas waktu operasional jam kerja dapat dilakukan agar si pekerja dapat bekerja di jam-jam yang sibuk.

3. Jaga Higienis Tempat

Seandainya kalian tetap buka kedai makanannya. Pastikan semua karyawan di kedai/restoran/cafe memahami bahaya dan dampak bersentuhan secara langsung. Pastikan saat prepare makanan di dapur dijaga higienis. Semua karyawan mengikuti standar kebersihan bersama.

Business owner yang menjalankan digital marketing, maka ada baiknya membangun konten positif untuk branding usahanya. Misalnya menampilkan langkah-langkah yang telah dilakukan dalam menjaga higienis, penampilan karyawan dan lainnya. Tujuan ini untuk meyakinkan konsumen tentang keamanan produk yang dibeli dan akan dikonsumsi.

4. Cek Ricek Biaya Operasional

Pasti akan ada biaya operasional yang tidak bisa dihentikan. Misalnya biaya sewa harian, gaji karyawan, listrik dan bahan baku. Makanya perlu dipertimbangkan kembali untuk memangkas biaya-biaya yang kemungkinan akan boros. Misalnya mengoptimalkan listrik yang tidak digunakan, menyetok bahan-bahan makanan yang lebih sering dipesan.

Jika penjualan turun, maka modal juga harus diturunkan. Jangan paksakan untuk memproduksi atau menjual barang dengan kuantitas yang sama disaat kondisi sulit. Oleh karena itu, hal yang pas dilakukan adalah efisiensi, termasuk dengan mengurangi biaya produksi.

Kamu harus mengidentifikasi customer lama apakah produk masih masuk ke dalam kategori kebutuhan mereka. Kamu bisa mencoba melakukan survey tentang produk-produk yang menjadi daya tarik untuk mereka saat ini. Hasil identifikasi ini akan memberikan inovasi baru untuk menciptakan produk baru yang nantinya bisa dinikmati customer. 

Dan jika terpaksa, mau tidak mau merumahkan karyawan hingga situasi dirasa sudah membaik. Merumahkan karyawan dalam situasi seperti ini memang bukan pilihan yang enak. Saya sendiri juga mendengar cerita dari teman saya yang baru saja dirumahkan, padahal dua minggu lalu berjumpa dengan dia karena tempat dia bekerja mengundang untuk mencoba menu baru.

Pilihan merumahkan karyawan memang akan ada banyak faktor pertimbangan. Dari sisi kita juga harus memiliki dana cadangan yang nantinya bisa untuk sekurangnya 6 bulan ke depan.

5. Tutup Sementara

Opsi terakhir adalah usaha kamu bisa tutup sementara karena cash flow usaha memang tidak bisa merangkak naik.

Dalam situasi pandemi, untuk sementara waktu harus mengubah alur bisnis menjadi cashflow postive, bukan mengutamakan margin lagi. Dalam hal ini, kamu berpikir bagaimana bisa mempertahankan karyawan, membayar sewa bulanan, dan lain-lainnya. Ini adalah yang terpenting saat ini ketimbang menaikkan harga dengan margin yang besar.

bawang goreng ny emmet - 6 Strategi Bisnis Kuliner Selama Covid 19
Saya membuka jasa foto produk/makanan di rumah. Istilahnya takeaway photographer.

Saya pun tidak bisa memprediksi seperti apa ke depan. Bagi saya sendiri juga dirasakan dampak dari Virus Corona ini, beberapa pekerjaan yang bersifat off air pun saya batalkan. Sedangkan pekerjaan yang on air yang datang juga kurang begitu lancar. Namun, optimis saja akan rejeki sebagai freelancer tetap akan ada jalan. Saya sendiri sekarang lagi menekuni jasa foto makanan dan produk.

6. Antisipasi Dampak yang Mungkin Timbul

Sejumlah pabrik dan kantor tutup, bisa jadi rantai pasokan juga akan terganggu. Sedangkan, permintaan pasar makin meningkat. Terbukti ada barang yang biasa digunakan menjadi langka dan kalaupun ada harganya mahal.

Kamu juga harus bisa kelola janji-janji dengan baik. Seimbangkan harapan dan realisasi dengan tingkat layanan, kualitas, ketersediaan produk, dan lainnya. Evaluasi setiap keputusan yang diambil saat ini.

Jika kita adalah seorang karyawan, jangan lupa doakan bos kita. Sungguh saat ini adalah masa-masa yang sulit. karena bos mereka juga perantara rezeki dari Tuhan bagi kita. Dan, jika kita adalah bos maka doakan agar karyawan kamu bisa bekerja dengan baik untuk kelangsungan bisnis dan selalu sehat.

Pada situasi wabah Covid 19 seperti sekarang produk sandang, pangan, dan papan menjadi kebutuhan prioritas banyak manusia. Produk seperti ini sangat dicari, bahkan menyebabkan adanya kelangkaan, yang bisa menyebabkan melambungnya harga.

Angka persaingan kerja pun makin menipis. Antara orang yang bekerja dan mencari pekerjaan buat how to they are survive. Doa saya pun sama, semoga wabah ini segera menemukan vaksin atau bisa kondusif kembali. Sementara itu pun nilai tukar rupiah cukup bikin bergetar.

Semoga 6 strategi bisnis hadapi Covid 19 ini bermanfaat!

***

Follow @deddyhuang for latest update.
Disclosure: This is just my personal experience. Thanks as always for your support!

Advertisements

26 comments on “6 Strategi Bisnis Kuliner Selama Covid 19

  1. Alma Wahdie

    Asli, Koh. Usaha sodara Alma pun terpaksa ambil opsi tutup sementara. Dan mulai beralih (masih jajal) jalan lain. Semoga wabah segera berlalu ya.

    Tulisan ini semoga makin luas dibaca juga sama owner bisnis nih. Thank you for sharing^;

  2. ainunisnaeni

    sedih melihat temen temen yang pekerjaannya kena imbas dari wabah ini, melihat ojol yang dari pagi sampai malam jobnya berkurang bahkan cuman 1.
    beberapa ojol delivery makanan masih sedikit terbantu karena adanya beberapa warung yang masih beroperasi

    bahkan beberapa pertokoan besar malah ada yang mengurangi jumlah karyawannya.

  3. LennyLim

    Iya nih bisnis kuliner sebenarnya bisa naik di saat corona kalau lewat online

  4. Memang kalau ga bisa beralih ke online kayaknya bisnis bakal mati selama covid ini

  5. Situasi saat ini memang cukup berat untuk bisnis terutama yang baru ingin meranjak, banyak hal yang harus ditunda dulu, semoga vaksin segera ditemukan ya Koh, dan kita semua, bumi ini kembali “lebih baik”.

  6. Gara-gara korona ini semua orang jadi banting stir, putar otak. Huhu susahnya merubah kebiasaan, yang biasanya jualan offline, beralih ke online dan itupun mesti banyak yang dipikirin. Karyawanlah, proses nganternyalah dan lain-lain (ini kalo dilihat dari para penjual makanan/pebisnis di bidang kuliner).

    Kalo profesi yang lainnya? duh pusing mikirinnya, kasian ada sih sebenarnya. Ya mau gimana lagi, gak kerja gak makan :((

  7. Berguma banget ini buat para usaha lokal yang terkena dampak pandemi. Daripada hanya diam nunggu nasib, mungkin lebih baik langsung beradaptasi.

  8. Memang tantangan berat ini untuk hampir semua pelaku usaha, ga cuma yang kuliner…

    Tapi memang nggak boleh menyerah sama keadaan ye, Ko?

    Nice post btw… Vote bermanfaat 😉

  9. molzania

    sikok lagi koh ded, kalo misalnyo masih buka cubo buat kartu or kertas yang berisi centang2 apakah juru masak, ojol, samo kasirnyo saket demem atau batuk. kalo kondisinyo fit baru dicentang oke. terus kartunyo dinjuk ke pelanggan utk bukti klo makanan kito higienis

  10. berarti kemungkinn bisnis online shop masih menjanjikan ya koh ditengah pendemi kayak gini? to be honest aku emang selalu mengandalkan market place semenjak stayathome ini. kalau gak mereka siapa lagi coba kan yang bisa bantuin kiita

  11. Deris Afriani

    Kalau kota bisa go online. Tapi si desa sulit. Adik saya harus benar2 tutup warungnya karena sepi pembeli. Paling2 made by order. Dan sayangnya tak sefamiliar beli langsung.

  12. Dona Saurus

    Tantangan bisnis kuliner itu emang banyak banget.Misalnya disaat ada wabah seperti sekarang.Semoga pengusaha kuliner bisa memanfaatka tips dari Ko Deddy untuk bertahan dimasa sulit

  13. Ide mengubah bisnis offline menjadi online rasanya semakin baik dikembangkan untuk saat ini, rasanya tidak hanya bisnis kuliner, garmen, bahkan entertainment menggunakan sistem online show sudah mulai bermunculan, mengingat kita tidak pernah tahu kapan pendemik ini berakhir. Tapi mungkin yg agak sulit produksi skala besar, pabrik…efeknya lgsung berasa…
    Hmm…semoga cobaan ini segera berakhir, sukses ya koh💪 thx for sharing, sangat bermanfaat semoga dapat mencerahkan banyak pihak…

  14. Ubah bisnis ke metode online adalah langkah yang cukup tepat untuk mengantisipasi pandemi Covid-19 ini, Kak. Gencar promo lewat sosmed dan boleh jadi menerapkan gratis antar bila perlu. Semoga pandemi ini segera berakhir dan lalu lintas perbisnisan kembali normal.

  15. Yang paling terdampak akibat virus corona adalah bisnis kuliner ya. Banyak kedai dan warung makan tutup. Si owner memang harus putar otak agar bisnis kuliner tetap bisa berjalan..

  16. Murni Djazuli

    Menghadapi situasi sekarang ini memang membuat serba salah. Terkadang kasihan melihat para pekerja yang dirumahkan sedangkan mereka membutuhkan uang. Aku juga sangat merasakan dampak covid-19 ini karena kebetulan suami adalah wirausaha, penjualan sepi dan omset sangat menurun. Semoga semua ini segera berakhir, covid-19 segera berlalu dan situasi kembali baik seperti semula…
    Makasih koh Deddy…sangat bermanfaat…

  17. Gimana kita ga harus puter otak buat ubah strategi bisnis dan usaha kita, Kalo ga, yakin deh gada pemasukan lagi ditengah wabah covid ini. Setelah baca ini, jadi tau gimana aku harus rancang dan change strategi bisnis usaha ayah. Thx u kak dedddd

  18. Terima kasih sudah berbagi strategi ini, Mas Deddy. 🙂 Ini bisa saya ceritakan ke teman-teman yang usaha kulinernya sedang terguncang wabah.

  19. Beberapa tempat makan di Jogja hanya menerapkan boleh membeli tapi dibungkus, mereka berusaha meminimalisir orang-orang berkerumunan. Semoga pandemi lekas berlalu

  20. Emang awal buat buka bisnis tu berat sekaligus bingung mau mulai dari mana dulu, nah apalagi kalo bisnis kuliner yang biasa offline dan hanya di outlet dan belum buka delivery bingung untuk ubah strategi ke online, ada kekhawatiran dan takut strategi ga berhasil.
    Terimakasih ko dedy ini sangat bermanfaat

  21. Sangat bermanfaat, terimakasih Deddy 🙂

Silahkan tinggalkan komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: