Truth, Cry, and Lie


Kenapa suatu hubungan harus dinodain sama kebohongan? Apa berkata bohong itu merupakan suatu kewajiban dalam hubungan? Ada yang bilang kalau berbohong itu demi kebaikan, tapi itu menurutku kurang. Kalau aku lebih memilih untuk jujur, ya, walaupun kadang orang gak bisa terima kejujuran itu. Namanya juga perasaan, pasti ada rasa kurang enak di hati neh.

Aku benar-benar dibuat aneh dan nggak habis pikir sama si B, dulu dia ngomong kalau hanya aku orang yang paling dia sayangi dan sampai kapanpun rasa sayang dia tidak akan pernah pudar. Lalu, dia sendiri yang ngomong kalau di antara hubungan kami nih sama sekali gak ada privasi alias terbuka, kalau ada di antara kami punya masalah harus diceritain, de el el yang intinya tuh bener-bener buat dunia jadi milik berdua, pinjam kata-kata filsuf.

Sekarang, seakan terbalik karena suatu hal (aku malas buat cerita ulang, karena sungguh mengecewakan) buat apa yang udah dia ngomong waktu dulu seolah omong kosong. Apalagi sejak aku dapat kerjaan buat ngajar, waktu aku seolah tersita dan gak bisa berduaan dengan dia. Jujur, sebenernya nih hanya alasan buat meng-kambing hitamkan ke urusan pekerjaan, karena masih ada alasan lain yang seharusnya lebih pantas di kambing hitamkan, yaitu karena dia mulai “gatel” buat kenalan dengan orang lain dan buat aku cemburu.

Okelah… aku terima kelakuan dia sama aku karena mungkin memang aku yang salah. Aku yang gak bisa ngasih dia perhatian, aku yang egonya “terlalu” tinggi buat cemburuin dia karena kenalan dengan orang baru dengan dalih pengen nambah temen, kemudian aku yang terlalu sombong buat jaga perasaan aku buat ngomong bohong kalau aku gak sayang ama dia.

Dan… aku menyadari kesalahku, maka dari itu, aku berusaha untuk merebut dia kembali buat balik lagi ke pelukan aku. Aku pengen balik lagi ke masa-masa pas kami berdua, waktu orang bilang kalau kami tuh kayak sepasang soulmate, di mana ada aku pasti ada dia, dan orang-orang pada nanya dia kalau misalnya aku lagi gak sama dia.

Hingga, suatu hari aku bela-belain telepon dia dari pagi sampe sore, sampai pulsaku habis dan di-reject berkali-kali teleponku sama dia, terus teleponku diangkat tapi gak dijawab ama dia. Jujur, aku gak permasalahin soal habisnya pulsaku, tapi, yang aku permasalahin tuh… hasil! Hasil apa yang aku dapat selama seharian ini aku berusaha buat telepon dia… buat hubungin dia… APA??? AKU SAMA SEKALI NGGAK DAPAT APAPUN. BUKAN JAWABAN YANG AKU MAU KARENA DIA HANYA MENJAWAB KALAU HARI ITU DIA DIA PUNYA PLANNING BUAT KELUAR! WHAT-THE-HELL!! Aku nggak habis pikir aja, dia bisa ngomong kayak gitu… apa dia sama sekali di otaknya nggak kepikiran aku? setelah satu minggu nggak ketemu? Dia gak kangen sama aku, padahal sumpah aku kangen banget sama dia. Dan dulu dia yang sering mencari aku, malahan ngomong kalau sehari aja gak sms dia gak tahan kangennya.

Oke… sekali lagi, bisa aku terima… sampai besok aku coba hubungin dia lagi buat ajak ketemuan. Tapi, apa yang aku dapet? Pas aku mau jemput dia di rumahnya, dia bilang kalau lagi di gereja dan ada kerjaan. Maka dengan inisiatif aku pun pergi ke gereja menyusul dia. Dan terkejut aku bukan kepalang, aku berpapasan dengan dia di jalan lagi sama temen-temennya.. dan dengan AKTING-nya yang BAGUS dia bilang.. Bentar..bentar.. aku pergi ke sana… gak lama kok… sambil tertawa… uuh.. pokoknya kesannya tuh kayak nggak ada masalah. Dan sadisnya lagi… aku menunggu dia selama 1 jam, dan aku sangat berharap dia bisa menghubungiku… ternyata waktu 1 jam itu membawa aku ke suatu kesimpulan akhir… kesimpulan kalau aku bakalan ngelupain dia…

Dan besok paginya, aku benar-benar dibuat penasaran sama sikap dia belakangan nih, maka aku putuskan buat bangun pagi-pagi, sampai aku lupa sarapan demi pergi ke rumah dia. Aku bermaksud meminta penjelasan dari dia. Setelah bertemu dengan dia, memang dia enggan ngomong jujur ama aku, sampai aku maksa dan ngomong kalau aku bakalan rela dan ikhlas buat ngelepasin dia asal dia cerita jujur semuanya sama aku. UNBELIEVABLE!!! Aku bener-bener gak percaya aja… omongan yang dikeluarkan itu sama sekali berbeda dengan yang dia ngomong waktu dulu. Dan kejadian neh buat kepercayaan aku sama dia berkurang, semula aku percaya kalau apa yang dia ngomong itu jujur, ternyata sekarang…

Oke… aku harus ngambil suatu sikap… suatu sikap yang bener-bener buat aku harus menerima semua ini, dan akhirnya aku ngerasa “lega” karena aku udah tahu apa yang gak aku ketahui walaupun masih dalam ketidakjelasan. Dalam hati, aku berjanji kalau hidupku gak akan berhenti sampai di sini saja karena dia… aku harus bangun dan tetap semangat!

Sebenernya berat juga buat ngomong kata berpisah… dan kenapa juga harus ada kata berpisah?? Tapi sepertinya aku memang harus melupakan dirinya, karena sifatnya itu yang sejak aku ketemu dengan dia memang tidak jujur… senang mempermainkan perasaan orang. Tapi aku gak akan lupain kenangan-kenangan indah yang pernah aku lewatin sama dia…
Iklan

3 pemikiran pada “Truth, Cry, and Lie

  1. q juga ngak tau y kalau masalah itu.

    lam kenal ja dech.
    Toko Furniture Jepara adalah perusahaan yang menjual berbagai macam barang-barang mebel, dan barang-barang furniture yang Berkualitas, Terlengkap, dan juga harga yang sangat murah, kunjungilah websate kami tokofurniturejepara.com siapa tau ada barang yang cocok. Dan Bagi anda yang berminat dengan barang-barang kami, Jangan lupa hubungi kami melalui (info tokofurniturejepara.com) maka anda akan bisa langsung memesan barang-barang furniture yang anda inginkan dengan kualitas yang sangat bagus, okey gans. :hehe: ….
    Kalau ada waktu

    jangan lupa mampir ke website kami yach!
    makasih sebelumnya.

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s