Konsep Desain


Sebenernya apa sih konsep tuh? (kayak kata Randy kemarin… hehehe). Agak males sih kalo dari akunya jabarin atau ngikutin pengertian konsep buat suatu desain. Jadi, biasanya aku desain ya… desain… “asal” bagus, “asal” eye-catching… dan pas sma juga, pas pelajaran seni rupa. Waktu tuh belajar disuruh buat gambar perpektif, jadi, si guru neh minta agar pertama-tama dibuat dulu konsep ruang interiornya kayak gimana (sketsa) trus baru dieksekusiin jadi gambar. Dasar akunya aja yang males, atau akunya yang sombong.. haha… aku jadi gak buat gituan, aku simpen tuh bayangan gambar di dalem otak. Ya… mo dingomong gimana ya…

Oke..oke..

Kata bang f_thesign, kalo desain itu khan komunikasi, jadi komunikasi neh ada parameternya. Ada pesan yang mau disampaikan, ada pihak yang akan menjadi targetnya, dan yang terpenting pesan itu sampai dan akhirnya orang yang kita beri pesan bisa merespon pesan tersebut seperti yang kita inginkan.

Contohnya desain poster.. apa yang ingin kita sampaikan? Berita? Informasi? Ada acara a di tempat b, tanggal c, bayarannya d… dan sebagainya. Lalu, poster tersebut ditujukan ke kalangan mana? Orang tua? Anak-anak muda? Ibu-ibu? De el el…

Terakhir, apa yang kita harapin dari audience bisa lakukan setelah membaca poster itu… bisa gak tuh poster menarik mereka buat datang terus beli.

Dan keseluruhan tuh yang disebut membuat desain dalam artian perlu konsep. Konsep adalah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas. Jadi, punya konsep dulu baru di eksekusi. Setelah jelas maksud dan tujuannya apa, sasarannya siapa baru kita bisa masuk ke konsep desain buat menjawab itu tadi.

Ambil contoh lagi, misalnya targetnya tuh anak muda. Konsep desain yang dipake tuh harus berorientasi ke anak-anak muda. Coba pikir, apa sih yang dipengenin ama anak muda? Warna yang dinamis, gaya bahasa yang emang anak muda banget, gambar yang mudah dikenali, de es be..

Otomatis, mereka gak suka yang terlalu teratur, teks bisa dibuat gak teratur kayak teks di koran.
Iklan

8 pemikiran pada “Konsep Desain

  1. Sori cuy, tapi bahasa Indonesia lu jelek. Gw pikir akan dapat artikel yang bagus.

    Gw gak yakin kata “tuh” yang lu tulis artinya itu. Menulis, menurut gw, beda dengan ngomong cuy. Kalo lu sama rasanya aneh dan gak enak dibaca.

    Keep posting cuy, latihan nulis.
    Semangat.

  2. yah nga beda jauh kan ada postioning ma segmentasinya….pasti setiap buat desain harus buat dulu seperti itu.:))
    nice paper..

  3. bagus seh,,,
    tapu kalau bisa, pakai teori dari siapa gitu,,,
    biar menambah keabsahan ilmunya,
    jgn dari pengalaman pribadi aja coz belum tentu yang tersirat itu, dpt qt terjemahin seperti yang dimaksudkan,

    thanks

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s