Anak itu Bernama Ardy

Saya belajar sesuatu yang baru, tepatnya lama tapi baru. Maksudnya? sehabis pulang dari persekutuan saya bilang kalau tidak ikut mobil rombongan, karena saya mau dijemput sama keluarga. Oke, jadi saya duduk di pos satpam, cukup lama menunggu. Lalu, datanglah Ardy (usianya di bawah saya) saya baru menyadari-hampir satu tahun saya persekutuan di gereja Methodist-selama ini dia pulang menggunakan sepeda.

Intermezzo, Ardy masih duduk di kelas 2 SMA Methodist II (kalau tidak salah lho kelasnya :p) . Perawakannya rambut hampir saya dengan model rambut saya sekarang, kacamata vintage, dia tidak malu untuk berceletuk saat pendeta berkhotbah. Dia pernah memberi saya sebuah buku: Dikenal dan Mengenal Yesus?

Apa yang dapat dijadikan inspirasi dari sini?

Saya mengajaknya ngobrol sebentar, menanyakan dia pulang ke mana dan keseharian dia apa selalu pulang-pergi menggunakan sepeda? Ardy-pun menjawab, rumahnya di daerah Bukit. Saya langsung membayangkan bagaimana jauhnya dia membawa sepeda dari daerah Kolonel Atmo (Hotel Lembang) ke daerah Bukit? bagi saya itu cukup jauh karena harus melewati daerah Jembatan Ampera. Setelah itu dia jawab kalau pagi sepeda itu dipakai sama kakaknya untuk pergi kerja lalu sorenya Ardy yang membawa pulang.

Well, percakapan kami berhenti dengan dua pertanyaan saya tadi. Dia permisi pulang karena hampir jam 9 malam. Saya melepaskan dia pergi sambil berdoa dalam hati.

Tuhan, dia anak yang baik. Berkati, lindungin dan lingkupin dia dalam kasih anugerah-Mu. Amin.

Storyteller and Digital Marketing Specialist. A copy of my mind about traveling, culinary and review. I own this blog www.deddyhuang.com
Posts created 1719

2 tanggapan pada “Anak itu Bernama Ardy

Tinggalkan Balasan

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: