Idea

(Jangan) sesali dan tangisi lagi


Apakah sesuatu yang telah terjadi harus disesalin dan ditangisin? Nasehat ayah sama anaknya: Nasi sudah jadi bubur.

Semua berawal dari pikiran, hal yang sudah terjadi tidak mungkin akan balik lagi (realistis dong). Sudah seminggu komputer saya masih terluntang lantung oleh virus, saya sudah coba cari bantuan dari teman-teman. Antivirus sudah saya coba, tapi hasilnya nihil dan seperti postingan kemarin kalau tinggal nunggu waktu yang kosong maka saya akan re-install.

Saya berharap lain waktu saya tidak ceroboh dan pemalas lagi.. hiks..

0 comments on “(Jangan) sesali dan tangisi lagi

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: