Bukan sekedar pamitan

Hari ini serentak 2 rekan kerja saya membuat keputusan buat resign, setelah sebelumnya mbak Atin. Kabar itu akhirnya dibenarkan oleh si empunya, barusan kita salaman tanda perpisahan. Pilihan untuk resign dari perusahaan itu pasti butuh pertimbangan yang nggak gampang. Dugaan-dugaan yang muncul juga pasti banyak, misalnya habis kita keluar dari kantor, nanti mau kerja di mana? Namun, seperti postingan saya mengenai take or leave?, pasti sulit untuk melupakan kenangan sewaktu masih bekerja.

Pesan-pesan dari plurk saya mulai muncul, ada yang bilang “sedih neh kehilangan 1 orang lagi”. Bagi saya rasa sedih kita tidaklah sesedih si orang yang resign itu. Kenapa? Kita merasa sedih karena kehilangan satu orang saja, tetapi orang yang resign itu sedihnya lebih teramat karena dia harus melepaskan kepergiannya terhadap puluhan rekan kerjanya yang selama ini sudah terjalin keakrabannya. Maka, patutkan kita untuk bersedih kembali?

Tetap semangat!!!

dan tunggu giliran saya 😀

Penulis: Deddy Huang

Storyteller and Digital Marketing Specialist. A copy of my mind about traveling, culinary and review. I own this blog www.deddyhuang.com

6 komentar

Tinggalkan Balasan