Bukan sekedar pamitan


Hari ini serentak 2 rekan kerja saya membuat keputusan buat resign, setelah sebelumnya mbak Atin. Kabar itu akhirnya dibenarkan oleh si empunya, barusan kita salaman tanda perpisahan. Pilihan untuk resign dari perusahaan itu pasti butuh pertimbangan yang nggak gampang. Dugaan-dugaan yang muncul juga pasti banyak, misalnya habis kita keluar dari kantor, nanti mau kerja di mana? Namun, seperti postingan saya mengenai take or leave?, pasti sulit untuk melupakan kenangan sewaktu masih bekerja.

Pesan-pesan dari plurk saya mulai muncul, ada yang bilang “sedih neh kehilangan 1 orang lagi”. Bagi saya rasa sedih kita tidaklah sesedih si orang yang resign itu. Kenapa? Kita merasa sedih karena kehilangan satu orang saja, tetapi orang yang resign itu sedihnya lebih teramat karena dia harus melepaskan kepergiannya terhadap puluhan rekan kerjanya yang selama ini sudah terjalin keakrabannya. Maka, patutkan kita untuk bersedih kembali?

Tetap semangat!!!

dan tunggu giliran saya πŸ˜€

5 pemikiran pada “Bukan sekedar pamitan

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s