Last but not least part 2 (ending)


Jakarta oh Jakarta
Jakarta oh Jakarta

Buat apa sih review Jakarta? Jakarta ya tetep Jakarta. Terkenal dengan macet dan banjir, sisanya mendingan jangan deh ke Jakarta. Udah penduduknya penuh dan sumpek. Ya namanya juga ibukota, menurut orang disitulah tempat mengadu nasib.

Emang betul, awalnya bukan niat saya untuk ‘liburan’ ke Jakarta. Tapi dengan misi untuk beradaptasi dengan kota itu. Terus terang di Jakarta saya nggak bisa menikmati liburan yang seutuhnya kecuali waktu di Dufan.

Kereta api saya akhirnya sampai juga pukul 7 pagi, lalu berhenti di Stasiun Gambir. Harusnya sih berhenti di Stasiun Jakarta Kota, tapi pas tanya penumpang, kereta terakhir ada di Stasiun Gambir. Ya udahlah kita turun di Gambir.

dsc02859

Belum ke Jakarta kalau nggak mampir dulu ke Tugu Monas! Sambil memandang ’emas’ yang nggak mungkin bisa diembat ninja_gadungan ya dijepret aja jepret

Pikir saya, apa orang-orang Jakarta ini nggak kenal liburan?

Saya dan Dufan :D
Dufan dan Saya

Dengan transportasi Trans Jakarta saat ke Ancol, saya lihat orang-orang yang individualistisnya tinggi! sangat! Saling berebut masuk dalam busway, berebut tempat duduk, menyibukkan diri dengan iPOD di telinga atau baca buku. Saya sendiri harus menjaga harta benda semuanya didepan mulai tas ransel, hape, dompet, kunci, dan uang semuanya ditaruh didepan. Seolah dibelakang saya itu nggak aman dan ada orang yang mengintai. Gila! geram1

Ada juga pengalaman saya naik bus 60 jurusan Gajahmada. Ampun saya panik sendiri sepanjang perjalanan, duduk diam sambil jaga harta benda saya. Berdesak-desakan dengan penumpang yang aroma tubuhnya udah nggak karuan keringat_dingin

Saya perlu adaptasi dengan cuaca di Jakarta, selama 5 hari di Jakarta kulit saya sudah mulai alergi dan gatal-gatal. Ampun… Inilah ibukota, yang dulu saya cuma bisa lihat dari tivi dan sekarang saya bisa rasain sendiri walaupun belum seluruhnya. Setidaknya ada suatu kesimpulan saya untuk menilai.

dsc02919
Oh ya, selama di Jakarta saya sempat kopdar sama penulis kondangan ngerangkap editor jagoan Gagas Media, Christian ‘Innocent’ Simamora. Aha… makan, ngongkow, dan shopping bareng dia betul-betul bocor abis! 😀

Iklan

16 thoughts on “Last but not least part 2 (ending)

  1. Ping-balik: Pempek, Menjual Kebanggaan Tradisi Indonesia « Just Huang
  2. Ping-balik: Body, Mind, and Soul » Pempek, Menjual Kebanggaan Tradisi Indonesia
  3. ya ampun gw malah kalo ke kota lain gitu gw berasa ada yg hilang lho hehehehe
    pernah waktu itu ke wonosobo, ke temanggung
    enak sih tempatnya
    cuma ya gitu sepi bener

    Huang : Untung gak jadi anak hilang 😀

  4. Hi Mas Huang =) blognya bagus…salam kenal ya

    wah akuh yg orang Jakarta asli
    liburannya keluar Jkt, hehe cari yang adem ^_^

Feel free to share you idea.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s