Maaahaaall…


Tadi pagi baca status ef-be temenku kalo dia lagi sakit. Komenlah beberapa orang di statusnya itu, termasuk aku.

Aku tulis:

tempat kita ada ASKES ga ya.. atau tunjangan kesehatan gitu… tunjangan sakit.. atau apalah gitu.. wakakaka

Beberapa saat kemudian dibalas sama teman yang lain:

ada kak tunjangan sosial kalo k’ dedy sakit kayak 10 hari ntar kami cariin sumbangan ke kelas2. hahahha

Haduh.. rada miris aku baca komentar dari teman lain itu, walaupun aku tahu dia bercanda. Aku langsung berpikir ironi kalau seandainya perusahaan tidak mampu atau lepas tangan sama kesehatan karyawannya. Aku bicara gini bukan berarti aku minta tunjangan begitu, karena aku disana nggak ada jabatan apa-apa, bukan karyawan hanya sebagai pengajar lepas. Jadi aku nggak punya hak istimewa begitu.

Dan balik lagi, kalaupun sampai itu terjadi.. bukankah mencoreng wajah perusahaan yaa? misalnya meminta sumbangan dari siswa-siswa dan itu harus menunggu waktu 10 hari baru sumbangan dijalankan. Bagaimana kalau sebelum 10 hari itu orangnya sudah meninggal atau udah masuk UGD?

p.s : Sorry baru bisa aku apdet blognya, karena beberapa hari yang lalu aku sakit, ada gangguan pencernaan dan selama 3 hari WC adalah rumah keduaku.. Huhuhuhu… Sakit itu mahal boo…

23 pemikiran pada “Maaahaaall…

  1. mestinya sih tiap perusahaan pasti ada insurance buat karyawannya, dengan catatan kalo itu karyawan tetap ya. kalo kontrak/honorer/intern ya gak…

    coba ditanya ke HR deh…

  2. itulah kebodohan negeri ini.
    kerja sistem kontrak outsourcing, masa kerja ndak ada jaminan kesehatan (seharusnya ada dan bisa diurus), apalagi masa pensiun nanti (syukur2 bisa disebut pensiunan karena ada uang pensiun).
    artinya tidak ada perlindungan yang kuat terhadap angkatan kerja sekarang khususnya jaminan kesehatan dan jaminan masa tua.
    dari debat capres kemaren, satu dari dua capres sudah menyatakan tidak akan merevisi UU tenaker. sayangnya pula satu itu yang menang pilpres πŸ˜†

        • bukan tidak ada jaminan kesehatan. selama para tenakernya didaftarkan resmi ke jamsostek, mereka akan dapat fasilitas itu.
          hanya sifat kontraknya yang temporer itu sangat tidak menjamin masa depan mereka. putus sambung putus sambung utk mengakali UU.

          kalo tidak salah denger, pas debat capres :
          mega : akan merevisi (padahal UU ini produk pemerintahan dia waktu itu)
          sby : dalam waktu dekat tidak akan merevisi
          jk : tenaker kontrak akan dijadikan pegawai tetap di perusahaan penyedia jasanya.

          • mm… berarti UU itu akan tetap sama yaa..

            sekarang orang lebih senang jadi enterprenuer ketimbang karyawan.

            kalo karyawan lepas gitu, nggak dapat tunjangan apapun termasuk pesangon.

            • apapun status karyawan mestinya ada kewajiban dari pemberi kerja untuk mengikutsertakan dalam jamsostek, namun sayangnya, dalam salah satu ketentuan pemerintah, yg hanya diwajibkan jaminan kecelakaan dan masa tua..sedangkan jaminan kesehatan nggak wajib, boleh ikut boleh nggak. dan ini yg dimanfaatkan oleh perusahaan.
              perusahaan mestinya tau diri, untuk memberikan jaminan kesehatan bagi karyawan. banyak kok yg premi-nya murah… tinggal pilih saja. semua org kan penginnya nggak sakit kan?


              Huang : Kalo kang guskar sendiri, mau kasih asuransi jaminan kesehatan bagi karyawan gak? karena tentunya itu akan mengurangi proposi keuntungan kang guskar loh…

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s