Koper : Imperfect


Sepekan belakang ini saya disibukkan jadi penguji laporan akhir siswa. Lumayan menguras pikiran. Kenapa? Penguji ibaratnya hakim dalam sidang, mereka jugalah yang punyai keputusan akhir. Saya rasa nggak usah dijelasin tentang gimana proses sidang itu, intinya tentang bagaimana siswa bisa pertanggungjawabin apa yang telah mereka bikin. Ternyata itu nggak gampang. Lebih gampang mencari celah-celah kekurangan mereka ketimbang kelebihan dari projek mereka.

Iyah.. lebih gampang mencari kekurangan orang yaa? Hingga saya sadar kalau saya sendiri juga nggak sempurna, bagaimana mungkin menuntut orang lain untuk sempurna?

Iklan

2 pemikiran pada “Koper : Imperfect

  1. mantabs…
    pertahankan prinsipmu, nak… 🙂
    kadang siswa merasa kebingungan dengan otoriternya penguji yang mendiktekan teorinya sendiri meskipun itu melenceng dari rumusan yang dibahas…

    Huang : Ha-Ha.. sempat sih ngalamin gitu… akibatnya siswa jadi bingung sendiri. Seandainya itu terjadi ya secepatnya dibalikin ke arah semula.

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s