Footprint

Alone

Sebuah impian itu bentuknya sangat rapuh. Bentuknya seperti busa-busa dalam secangkir espresso yang mengapung lalu setelah diaduk pakai sendok maka lenyaplah sudah.

Oke… disaat yang seperti ini sikapku: angkat tangan dan angkat kaki.

Angkat tangan menandakan kalau aku udah pasrah. Pasrah karena memang belum layak.

Angkat kaki menandakan kalau aku nggak mau menoleh ke belakangan lagi. Hidup dibayangin oleh masa lalu tampaknya buruk bukan?

p.s : Setiap orang pasti pernah juga merasakan hal seperti ini.

Penulis: Deddy Huang

Storyteller and Digital Marketing Specialist. A copy of my mind about traveling, culinary and review. I own this blog www.deddyhuang.com

12 komentar

  1. but for me, it’s not about the dream, the dream is the dream, the problem is in us. now is our dream in past. congratulation for all ur’dream that’ve come true.

    Huang : Amen. 🙂

Tinggalkan Balasan