Blogroll

Ketika Tangis dan Gelap Bertemu Dalam Kemesraan


a

Awan di langit sudah mulai memeras bak gunung merapi yang sebentar lagi bakalan memuntahkan larvanya. Kilatan-kilatan putih tajam sudah mulai nampak disusul dengan suaranya yang menggelegar. Aku yang seharusnya sudah pulang tepat jam 5 sore, tapi batal karena langitpun mulai menangis dengan kencangnya hingga membuat orang-orang berkumpul dalam satu tempat. Saling bertanya apakah yang sedang terjadi sama langit? Kenapa langit menangis dengan begitu kencangnya? Seandainya pampers ada seukuran langit mungkin tangisannya bakal lebih cepat terserap dan berhenti. Namun sayang, langit semakin menangis. Dari berupa genangan lama kelamaan tangisannya menjadi suatu banjir.

AAahhh…

Semuanya menjerit dalam kegelapan. Tidak ada cahaya seterang matahari, beruntung ada cahaya-cahaya kecil yang selalu menerangin dikala kegelapan mulai datang. Tidak ada aktivitas juga selain orang-orang berkumpul dalam satu tempat. Bercanda.

Yaaakk… batal deh mengajar..

Yaakkk… batal deh main fesbuk..

Yaaakk.. batal deh balik rumah..

Yaaakk.. hujannya lama banget sih…

Yaakk.. cocok deh listrikpun juga padam..

p.s : Enggak apa-apa deh… yang penting tetap bisa eksis dalam kegelapan :p

5 comments on “Ketika Tangis dan Gelap Bertemu Dalam Kemesraan

  1. Ping-balik: 20 Most Popular Topics | Update Blog Terbaru

  2. Ping-balik: What’s new | Update Blog Terbaru

  3. hiiaa, ujungnya gitu.
    keren bener dah om huang, keren.

    Huang : Hah?? ada apa sama ujungnya?

  4. mati lampu memang sedang fashionable saat ini

    Huang : OH yaa?

  5. Gila pampers seukuran langiiit????
    Makjan..

    anw welkam back rainy season 🙂

    Huang : Hahaha… kan berkhayal aja mbak pampers seukuran langit :p

Tinggalkan Balasan ke yak Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: