New Wave E-Learning


Dewasa ini para pemerhati dan pelaku pendidikan berpikir bagaimana agar sistem belajar mengajar jauh lebih baik dari yang sudah ada. Sebelumnya sistem belajar kita di Indonesia mengharuskan adanya tatap temu antara dosen dan mahasiswa. Berbentuk seperti kelas mimbar, mahasiswa duduk dengan manis di ruangan kelas lalu menyimak setiap ucapan dari dosen secara langsung. Cara belajar konvensional seperti ini bagi sebagian orang sudah mulai ditinggalkan lalu beralih ke sistem pembelajaran elektronik atau e-learning.

Apa itu E-learning?

Menurut Wikipedia, e-learning adalah cara baru dalam proses belajar mengajar yang merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Maka solusi dari sistem pembelajaran konvensional hampir terjawab sudah karena kemudahan melihat rencana studi, nilai akademis, kegiatan ekstra, materi belajar, tugas-tugas, ujian, absensi, dan sampai interaksi sosial mahasiswa dapat dengan mudah diakses melalui komputer dan internet.

Peran Sistem Tidak Sama Dengan Manusia

Peran mahasiswa dituntut untuk lebih mandiri dan bertanggung jawab karena mereka akan lebih gampang menemukan bahan untuk tugas mereka melalui internet. Siswa tidak perlu lagi menghadirin kelas mimbar seperti biasa, mereka dapat mengakses dari mana saja dan kapan saja. Sisi lainnya dari biaya tentu lebih ekonomis daripada kelas mimbar. Dosen juga berinteraksi dan berbagi informasi dengan siswa didiknya dapat melalui conference, webcam, atau e-mail. Inilah yang menjadi buah pemikiran dari pelaku pendidikan.

Adanya e-learning membuat faktor kehadiran dosen menjadi bukanlah prioritas utama. Hal ini dikarenakan peran dosen telah digantikan oleh komputer dan bahan ajar telah dirancang oleh pemograman komputer. Mahasiswa hanya perlu mengakses masuk situs pembelajaran elektronik menggunakan username dan password milik mereka. Selanjutnya semuanya telah tersedia dalam bentuk situs.

Oleh karena  komputer telah mengambil posisi dalam e-learning, maka peran serta dosen telah menghilang dalam pembentukkan karakter mahasiswa. Inilah yang menjadi kelemahan dari e-learning yang kurang baik. Padahal banyak yang bisa dipelajarin, bukan hanya menjadi pintar tapi juga melatih si anak berinteraksi di lingkungan, mengembangkan potensi-potensi tersembunyi, serta mengoptimalkan pertumbuhan potensi tersebut.

E-learning Berbasis Web

Masuk tahun ke-4 sebagai pengajar di salah satu lembaga pendidikan komputer di kota Palembang. Setidaknya saya ingin berbagi pengalaman tentang sistem pembelajaran e-learning yang telah diterapkan oleh lembaga pendidikan tersebut. Walaupun sistem belajar bersifat e-learning, namun peran pengajar yang mendampingin siswanya masih tetap berjalan. Siswa juga dapat melakukan praktek sendiri di dalam laboratorium – laboratorium yang telah disediakan oleh lembaga.

Worksheet Interaktif

Setiap siswa dan pengajar mendapatkan 1 akun worksheet atau lembar kerja. Worksheet untuk siswa tentunya memiliki akses untuk membuka materi-materi belajar secara online, melihat nilai dan absensi, melakukan ujian secara online, jadwal belajar, perpustakaan digital, dan mengerjakan tugas-tugas. Sementara worksheet untuk pengajar hampir sama, hanya yang membedakan adalah pengajar dapat menginput nilai dan absensi, membuka dan menutup ujian secara online.

Aksesoris pendukung lain dalam worksheet, berupa RSS yang dirasa bermanfaat untuk siswa seperti info lowongan pekerjaan, forum, informasi dari perguruan tinggi, informasi upcoming birthday dan events.

Materi Belajar



Materi belajar yang tersaji secara multimedia ini dirancang agar memudahkan siswa didik mengakses serta mempelajarinya. Kemudahan untuk menyimpan materi dalam format yang telah disediakan berupa pdf, power point, dan video tutorial yang diharapkan siswa dapat berinteraksi, berkarya, dan berkomunikasi. Sehingga pemanfaatan multimedia itu sendiri digunakan sebagai media pendukung dalam pengajaran, baik dalam kelas maupun secara individual.

Ujian Online

Selama proses belajar berlangsung tentunya untuk mengukur kemampuan siswa perlu dilakukan ujian. Ujian yang dilaksanakan juga berbasis online. Bentuk ujian seperti ini tentunya memerlukan sistem fundamental yang kuat. Sisi lainnya membantu pengajar mengoreksi tumpukan kertas ujian siswanya, karena semuanya secara langsung telah dikoreksi oleh sistem.

Tugas Online

Tugas-tugas yang diberikan kepada siswa dapat langsung diberikan saat itu juga. Sementara untuk masalah pengumpulan tugas, para pengajar memanfaatkan fasilitas e-mail. Siswa dapat mengumpulkan tugas mereka melalui e-mail atau sharing. Selanjutnya pengajar akan melaksanakan tugasnya untuk memeriksa hasil.

Memantau Aktivitas Belajar


Segala aktivitas siswa dapat dengan mudah dipantau oleh pengajar. Mulai dari situs apa yang sedang diakses, aplikasi-aplikasi, sampai menjaga agar siswa tidak melakukan tindak kriminal secara online.

New Wave E-Learning


Facebook™ atau FB merupakan situs web jejaringan sosial yang popular. Suatu jejaringan sosial yang dapat menghubungkan kerabat lama dan tidak pernah bertemu, akhirnya dapat bertemu kembali hanya melalui situs jejaringan sosial yang bernama Facebook™. Ide Mark Zuckerberg ini membawa dampak positif dalam menggembangkan e-learning. Sisi interaktif dan inovasi yang diangkat adalah trend up-date status, friend list, dan chat.

Dari ketiga fasilitas yang baru ini tentunya membuat pembelajaran akan semakin menarik, memudahkan siswa, dan mengasyikkan karena secara tidak langsung akan membentuk potensi siswa ke arah positif. Dari sisi pengajar dapat memantau status siswanya. Sedangkan untuk fasilitas chat, ada yang berbeda dari Facebook™. Fasilitas chat dalam worksheet ini memungkinkan kita untuk membuat room conference dan dapat saling mengakses file ke sesama teman. Menarik bukan?

Tantangan dan Peluang New Wave E-Learning di Indonesia

Disadari atau tidak masyarakat saat ini sangat bergantung dengan informasi, bahkan saat ini informasi elektronik akan mendominasi dalam perkembangan teknologi informasi. Maka dari itu bukanlah hal tidak mungkin penerapan new wave e-learning dapat dilaksanakan di Indonesia bersamaan dengan sistem pembelajaran yang telah ada (semi e-learning). Penerapan  new wave e-learning dapat menjadi faktor pendukung agar terciptanya kemudahaan dalam akses.

Akan tetapi kemudahan akses ini perlu didukung infrastruktur perinternetan Indonesia yang masih belum benar. Akses internet yang lambat tentunya akan menyusahkan siswa untuk men-streaming informasi. Selain itu perlunya perangkat hukum yang mengatur infrastuktur yang melandasi operasional pendidikan di Indonesia sehingga menampung perkembangan penerapan baru untuk pendidikan.

Dampak lainnya new wave e-learning dapat menjangkau peran orangtua mengontrol perkembangan anaknya, misalnya mereka dapat melihat gradebook selama proses belajar. Orangtua juga dapat berkomunikasi langsung dengan dosen yang bersangkutan.

========

Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Blog UII (Universitas Islam Indonesia) dengan tema “Mendefinisikan Perguruan Tinggi Idaman”. Kamu dapat mendefinisikan seperti apa Perguruan Tinggi Terbaik dan Perguruan Tinggi Favorit Indonesia menurut versi kamu. Kalau kamu berminat dan ingin ikut partisipasi, dapatkan info lengkapnya disini.

p.s : Semoga berhasil 🙂 :mrgreen:

Iklan

150 pemikiran pada “New Wave E-Learning

  1. I believe this is one of the such a lot vital information for me.
    And i am happy reading your article. But want to commentary on few normal issues, The web site style
    is perfect, the articles is in reality great : D. Excellent task,
    cheers

  2. Hey! This is my first visit to your blog! We are a team of volunteers and starting a new
    initiative in a community in the same niche.
    Your blog provided us beneficial information to work on.
    You have done a outstanding job!

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s