Buswaynya Palembang, Trans Musi

Palembang punya busway?

Proyek berharga ratusan juta ini diberi nama Trans Musi. Jenis transportasi umum baru yang ada di Palembang memiliki konsep busway seperti di ibu kota. Entah latah atau karena mengejar gengsi beberapa hari lalu pemkot mengadakan soft launching gratis naik Trans Musi.

Pembangunan halte busnya sendiri tergolong prosesnya cepat. Walaupun konsepnya seperti busway di ibu kota tapi nggak sepenuhnya dibuat sama persis. Jalur jalan Trans Musi ini sama seperti jalur kendaraan umum lainnya, dia nggak punya jalur khusus. Bedanya Trans Musi ini memberikan kenyamanan menggunakan jasa angkutan umum. Sebenarnya proyek ini untuk menghilangkan bus kota yang ada di Palembang. Secara berkala setiap tahun bus yang habis masa trayeknya maka nggak boleh diperpanjang lagi.

Aku sendiri nggak tahu bagaimana rute jalan Trans Musi di Palembang karena nggak ada peta khusus yang organisir halte-halte. Jika sudah bingung begini naik angkot/metromini adalah pilihan alternatif jika dibingungkan sama jalur Trans Musi.

Namun tanpa disadari adanya Trans Musi ini dapat menyebabkan tingkat pengangguran tinggi di Palembang. Belum lagi kerugian besar bagi pengusaha bus kota yang telah banyak habis investasikan uang mereka di bus. Tentunya mereka harus investasi lagi untuk Trans Musi yang harga per unitnya lebih mahal daripada bus kota.

p.s : Nanti mau coba naik Trans Musi ah.

Storyteller and Digital Marketing Specialist. A copy of my mind about traveling, culinary and review. I own this blog www.deddyhuang.com
Posts created 1719

14 tanggapan pada “Buswaynya Palembang, Trans Musi

  1. suatu prubahan dalam manajement trutama transportasi khusunya bus perkotaan yang berbasis buy the service sistem memang perlu bahkan haruz melakukan berbagai evaluasi sesuai dengan kondisi kota……
    karena lain kota lain juga permasalahan……
    LHR bukan jd kunci utama……dalam perencanaan bus yang berbasis buy the service sistem. masi banyak yg mesti di evaluasi…. maju terus trans musi…..

  2. Info yang menarik Bro, Semakin lengkap infonya maka akan semakin baik pula situs ini. Salam kenal dari 212. Ditunggu kunjungan balasannya ke situsku : http:// naga212geni.blogspot.com Terimakasih. Melanjutkan Blogwalking dulu…

    Huang : Terimakasih untuk kemari. Hehe..

  3. sangat berbeda dengan Trans Jakarta
    TransMusi cuma beda ACnya aja dengan Bus KOta.
    mana fasilitas lain seperti:
    – Jalur tersendiri (bebas macet)
    – halte yg nyaman dng tempat duduk, AC, dan air minum gratis
    – petugas kondektur/keamanan minim
    – halte transit yang tidak perlu menyeberang jalan
    – halte yang landai, mendukung bagi manula dan penyandang cacat
    – rute untuk daerah seberang ulu tidak ada
    – Unit yang sangat terbatas(sedikit)

    kalau kriteria tersebut terpenuhi, percayalah para pengendara Mobil dan Motor akan memarkirkan kendaraannya dirumah dan beralih naik Trans musi

    Huang : Lebih tepatnya membuang sisi egosentrik tiap manusia ya.

  4. wah repot dong kalo ‘g ada trayek yg jelas… mudahan trans musi tidak menaikan dan menurunkan penumpang seenaknya .

    Huang : Saya mau coba…

  5. Mirip dengan TransJogja di kotaku. Rasanya lebih ramah daripada bus yang (maaf) “ugal-ugalan”.

    Huang : Oh begitu ya.

  6. Memang sudah sebaiknya indonesia mempertimbangkan transportasi massal yang memadai.

    Saya sendiri sebenarnya lebih setuju kereta api bawah tanah (seperti MRT di singapura), karena jauh lebih efektif memangkas kemacetan dan kesemrawutan jalan raya.

    Huang : Ohh.. aku pengen yang di atas aja.

  7. Memang setiap kota sudah harus memikirkan moda transportasi yang pas digunakan, jangan menunggu sampai macet akut dulu baru mau memulai memikirkan solusi. Jangan tunggu situasi nya seperti Jakarta dulu, baru mo bertindak.

    Huang : Mau hijrah ke Palembang nggak mas cipu?

  8. ini bukan soal latah ataupun mengejar gengsi. melainkan sudah saatnya kota palembang menerapkan sistem transportasi yang lebih baik dan teratur, menggantikan bus kota yang suka berhenti sembarangan, ugal-ugalan, serta terasa kurang aman dan nyaman.

    mengenai tingkat pengangguran yang disebabkan oleh transmusi, saya kurang sependapat. toh transmusi juga butuh sopir dan kernet, bukan?

    Huang : Sopir dan kernet yang lebih terdidik tentunya yang tidak suka berhenti sembarangan, ugal-ugalan yang membuat kurang aman dan nyaman 🙂

Tinggalkan Balasan

Pos Terkait

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas
%d blogger menyukai ini: