Emoreaction


Pernah ada artikel motivasi tentang Hukum Truk Sampah. Ceritanya punya beberapa versi. Tapi intinya satu kalau jangan mau jadi wadah sampah orang tuk buang emosi mereka.

Lalu teman saya beberapa tahun lalu juga pernah bilang jangan membenci orang karna orang tersebut belum tentu peduli kenapa kita benci mereka. Tapi kita sendiri yang menyusahkan diri untuk itu.

Dan terakhir tanggapan untuk kalimat : kalau gak mau dicubit jangan cubit orang duluan.

Tentang hal di atas yang udah saya sebutkan ternyata saya mendapat benang merah yaitu tentang reaksi.

Unsur kimia gak akan bereaksi kalau gak digabungkan dengan unsur pemicu.

Intinya apa perlu kita bereaksi karna pengaruh lingkungan?

Contoh, di lingkungan kerja saya yang baru. Saya tentu perlu beradaptasi dengan rekan kerja yang baru. Sekedar senyum itu udah jadi pembuka awal perkenalan. Betul kan?

Nah, ada satu cewek hamil 9 bulan. Duh, pas awal aku udah berkali-kali nyapa. Ucapin selamat pagi, kapan kelahiran anaknya, dll. Tapi dia sengak gitu.

Saya coba tanya sama yang lain, kalau itu memang karakter dia, bukan karna bawaan hamil seperti yang saya duga.

Baiklah kalau begitu saya tentu perlu bereaksi positif. Caranya gak perlu lah peduli kenapa dia nolak sapaan saya, karna ITU BUKAN BAGIAN kita untuk terima responnya.

Jadi kalau next time dia tetep gitu aja ya saya cuma ambil reaksi cuek aja.

Sudah paham kan maksud saya?

Intinya kesabaran jangan langsung bereaksi. Sortir dulu ‘sampah’ mereka.

—- 
Sent using my Sony Ericsson mobile phone

Iklan

12 thoughts on “Emoreaction

Feel free to share you idea.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s