Sekolah Kehidupan : Sikap


Pengalaman baru lagi bersama mentor saya. Tadi pagi saya kena luapan emosi dari mentor saya. Kejadiannya sepertinya sepele, cuma kadar sepele orang kan beda.

Saat itu saya lagi baca. Tiba-tiba dia nanya apa yang lagi saya baca. Begitu dia tahu apa yang saya baca luaplah emosinya. Kamu kok lancang ya? Sudah minta izin belum?

Jujur saat itu saya bingung disertai perlawanan. Loh dia sendiri yang izinin saya untuk baca-baca saja yang ada di rak buku. Kok sekarang dia yang melarang?

Rak buku itu selain ada buku yang tebal, ada juga modul yang tidak terlalu tebal. Bacaan yang saya baca itu adalah modul yang isinya presetasi. Pikir saya baca power point secara nggak langsung juga udah dapat isi pesan.

Singkat cerita saya dimarahi lancang karena saya baca bacaan jenis modul bukan buku.

Siapa salah dan siapa benar?

Jika dia anggap modul itu aset rahasia, well done lain kali saya harus lebih hati-hati dan menanyakan mana yang boleh saya baca dan tidak.

Entahlah saya cuma bilang minta maaf saja kalau saya dianggapnya lancang.

Ya lah siapa sih Huang?

Bersyukur saja dapat pelajaran sekolah kehidupan hari ini.

3 pemikiran pada “Sekolah Kehidupan : Sikap

  1. coba dijelasin aja mas. kalau si mentor tetep marah juga itu bukan tanggungjawab kita lagi. karena kita nggak bisa mengubahnya. yang penting udah meluruskan. itu pelajaran yang selalu aku ingat.
    have a good life. πŸ™‚

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s