Sekolah Kehidupan : Gelas Kosong


Hari ini jadwal saya untuk presentasi di depan mentor dan rekan saya.

Grogi juga karena saya udah lama nggak tampil di depan kelas. Sadar juga kalau pengalaman saya belum up to date, tapi modal yakin untuk harus bisa tampil. Masa saya harus menghindar?

Selesai bawain presentasi tentang Leadership, pikirnya bisa nafas lega. Di luar dugaan dapat smack down. Saya dikritikin poin-poin yang saya sendiri udah siapin tapi lupa untuk sampain ke mereka.

Saya terapkan untuk mengosokkan ‘gelas’ saya agar pikiran dan pandangan yang lama bisa diperbarui lagi. Tidak mudah untuk menerima kritikkan orang. Cuma saya sadar itu akan membuat hati ini lebih pahit.

Selain itu saya juga di koreksi minus senyuman. Fine saya akan latih lebih rileks lagi.

Materi sekolah kehidupan hari ini mengajak saya untuk mengergaji soft skill saya.

Iklan

3 pemikiran pada “Sekolah Kehidupan : Gelas Kosong

  1. kritikan kadang memang rasanya tidak enak. Mungkin kali ini tidak perlu didengar dulu, tapi dicatat saja. Di lain waktu catatan itu dipikirkan kembali benar tidaknya.

Pembaca yang baik pasti selalu meninggalkan jejak komentar.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s