Sekolah Kehidupan: Semester Kedua


Sudah hampir dua semester saya berada di sekolah ini. Manis, pahit, kecut nya yang saya dapatin dari lingkungan sekitar membuat saya semakin belajar untuk sadar diri kalau saya memang bodoh.

Di sekolah ini saya bertemu dengan beberapa karakter yang menonjol, salah satunya orang ini dia tampak religius sekali namun sayang sekali religiusnya itu hanya teori karena di dalam sehari-hari dia tidak sereligius seperti yang dia agung-agungkan.

Berharap masuk semester berikutnya saya bisa segera matang dan naik level, selain itu pindah sekolah lagi.

Iklan

7 thoughts on “Sekolah Kehidupan: Semester Kedua

  1. Itulah pelajaran mahal yang tidak akan pernah kita dapat dari text book atau buku panduan di sekolah. Saatnya kita mempraktekan apa yang selama ini sering kita dengan sebagau petuah dan nasehat dari ortu kita.

    Selamat menikmati, semoga ini semakin menjadikan pribadi kita unggul. Bukan cuma akademisnya saja.

Feel free to share you idea.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s