Sekolah Kehidupan: Semester Kedua


Sudah hampir dua semester saya berada di sekolah ini. Manis, pahit, kecut nya yang saya dapatin dari lingkungan sekitar membuat saya semakin belajar untuk sadar diri kalau saya memang bodoh.

Di sekolah ini saya bertemu dengan beberapa karakter yang menonjol, salah satunya orang ini dia tampak religius sekali namun sayang sekali religiusnya itu hanya teori karena di dalam sehari-hari dia tidak sereligius seperti yang dia agung-agungkan.

Berharap masuk semester berikutnya saya bisa segera matang dan naik level, selain itu pindah sekolah lagi.

Iklan