Korea Trip : Seoul – Jeju (East Area)


Hari Kesembilan : Welcome to Jeju-do

Hari ini kami bertolak terbang ke Jeju menggunakan pesawat Air Busan. Jeju adalah pulau kecil yang masih berada di kawasan Korea Selatan. Daya pikat pulau Jeju terkenal karena pemandangan alam yang masih bersih dan beberapa lokasi syuting drama Korea. Penerbangan ke Jeju bisa menggunakan penerbangan domestik dari Air Busan, Jeju Air, Asiana Airlines atau Korean Air. Untuk tarif harga kalau terbang dari Seoul ke Jeju harga tiket paling murah KRW 60.000 – KRW 85.000. Tiket pesawat bisa dibeli via online jauh sebelum hari keberangkatan.

Penerbangan melalui bandara Gimhae (bandara domestik Seoul) bukan bandara Incheon yang khusus penerbangan internasional. Waktu penerbangan 1 jam dan setiap pembelian tiket Air Busan sudah mendapat fasilitas bagasi 15 kg.

Sampai di Jeju sekitar pukul 8.30 pagi, kami segera mengambil taksi menuju Sum Guesthouse. Tips ambil taksi yang kecil saja karena tarifnya lebih murah KRW 2800 daripada taksi jumbo KRW 3800.

Sum Guesthouse

Lokasi hostel ini dekat dari airport. Sudah lengkap dengan fasilitas wifi 4G, sarapan pagi, kamar mandi ada shower air panas, dan heater. Memiliki jaringan yang luas ada di Seoul dan Busan. Begitu sampai di hostel kami segera meletakkan barang dan bertemu sama pengurus hostel yang sudah menyiapkan mobil van jumbo selama 2 hari kami berkeliling di Jeju. Harga hostel permalam KRW 20.000/orang sedangkan harga sewa mobil dihitung perorang yaitu KRW 18.000/hari.

Saya beri gambaran kota Jeju, bangunan tinggi masih jarang dilihat  seperti di Seoul. Transportasi yang ada hanya bus dan taksi, selain itu sewa mobil. Sepanjang jalan di Jeju kamu hanya melihat jalanan seperti lintas kota, hutan dan hutan. Jadi tergantung kamu mau berapa malam di Jeju. Idealnya 2 malam di Jeju untuk mengunjungi objek wisata yang berada di wilayah barat dan timur.

Dragon Head Rock (Yongduam Rock)

Objek pertama kali di Jeju adalah mengunjungi batu karang yang berbentuk kepala naga. Dragon Head Rock atau nama lainnya Yongduam konon terbentuk dari hembusan udara yang kencang dan terpaan ombak beratus tahun. Akibatnya membentuk karang seperti kepala naga. Dari tempat sini kita bisa menikmati suasana laut di Jeju sambil berfoto. Selain itu, kita juga bisa melihat wanita penyelam yang bekerja menyelam mengambil kerang atau teripang kemudian dijual untuk langsung disantap.

Di dekat daerah sini juga ada berjualan souvenir khas Jeju seperti gantungan kunci dan coklat rasa Jeruk. Sepanjang jalan di Jeju kamu bisa melihat banyak pohon jeruk yang sedang berbuah, rasanya kepengen dipetik saja.

Hado Beach

Saat kami mau mengunjungi objek wisata selanjutnya, ternyata kami melewati pantai yang warnanya sangat indah. Biru terbentang luas dengan air yang jernih. Saya coba lihat peta, ternyata pantai itu bernama Hado Beach.

Manjanggul Cave

Sekitar 30 menit dari tempat pertama, kami segera pergi ke tempat selanjutnya. Manjanggul Cave merupakan goa yang terbentuk alami sehingga di dalamnya kita perlu berjalan sekitar 1000m untuk masuk dan kembali lagi dari titik akhir ke depan 1000m kembali.

Selama berjalan di dalam goa, suhu di dalam terasa dingin sekitar 11 drajad jadi sangat disarankan kalian pakai baju hangat dan bertopi. Kadang saat kita jalan tetesan air dari atas langit-langit akan mengenai kita. Bila perlu bawa senter karena di dalam goa memang minim cahaya.

Seongsan Ichulbong Sunrise Peak

Pulau Jeju dengan segala keunikan, pemandangan alam yang menyegarkan masih menawarkan tempat wisata yang wajib dikunjungi, salah satunya adalah Seongsan Ichulbong. Berpergian ke Korea harus siap untuk berjalan kaki yang jauh tapi rasa letih itu akan terbayar begitu melihat pemandangan yang bagus.

Terdapat sebuah bukit yang mana ada hamparan rumput hijau. Kalau kaki kamu masih kuat, bisa naik ke puncak untuk melihat kota Jeju dari barat ke timur. Selain itu juga bisa melihat pemandangan laut yang menjadi tempat wisata untuk bermain speed-boat. Konon tempat ini adalah tempat yang pas untuk melihat matahari terbit dan terbenam karena posisinya persis jatuh di bukit.

Seopjikoji

Kalau kalian tahu drama setting berjudul “All In” nah inilah lokasi syuting drama Korea tersebut. Sebenarnya nama tempat ini adalah Seopji sedangkan koji itu adalah dialek yang berarti lahan hijau. Sesuai dengan namanya, memang tempat ini seperti lahan hijau yang banyak ditumbuhi dengan tanaman yang menyegarkan mata. Udara Jeju yang hangat tidak sedingin di Seoul menambah kesenangan di sore itu.

Jeju Folk Village Museum

Penasaran dengan kehidupan Korea jaman dulu yang dituangkan lewat film Jewel in Palace, kita bisa melihat di Jeju Folk Village. Namun sayangnya hari sudah gelap dan loket tiket sudah tutup, kami hanya bisa berfoto di luar.

Misterious Road

Setiap ke Jeju, jalanan yang diberi nama Misterious Road ini wajib untuk didatangi. Fenomena alam yang ada di jalan ini membuat orang ingin membuktikan sendiri kenapa mobil yang dalam kondisi mesin mati bisa berjalan lurus sendiri. Benda lain seperti botol bisa bergerak ke depan atau kalau kamu berjalan mundur maka kaki terasa berjalan lebih cepat seperti ada yang menarik. Semua itu sudah saya rasakan dan sampai sekarang masih tanda tanya.

Berhubung hari sudah malam sekitar pukul 7 malam, maka kami putuskan untuk pulang ke hostel dan melanjutkan kembali petualangan besok hari.

Iklan

53 thoughts on “Korea Trip : Seoul – Jeju (East Area)

  1. k, waktu rent car di sumguesthouse 18000 won / hari. apakah pake tour guide gk? ato jalan sendiri tanpa guide? trs sewa mobil apa mesti isi bensin sendiri lg? makasih. dibls ya. sebab lg mencari penerbangan ke jeju> oiya bagus dr seoul ato busan ya?

Feel free to share you idea.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s