10 Ide Bisnis Jasa Titip Oleh-Oleh Khas Aceh


Aceh atau Banda Aceh termasuk salah satu kota dengan peradaban Islam yang masih kuat namun bagi kita sebagai traveler yang sedang singgah ke Aceh tentunya akan membawa rasa penasaran sendiri untuk menjelajah kota Serambi Mekah ini. Saya sendiri masih belum puas saat menjelajah Banda Aceh dan Sabang kemarin, sebab masih banyak cerita mengagumkan tentang sejarah maupun kuliner Aceh.

Bagi kalian traveler yang sedang melancong ke tempat baru, tentunya pada saat hari terakhir sebelum balik ke kota asal akan terlintas dipikiran untuk membeli sesuatu dari kota yang dikunjung. Oleh-oleh menjadi kata sakti bagi mereka yang tahu kalau kita sedang melancong. Biasanya mereka tidak pernah mau tahu bagaimana perjuangan kita agar bisa jalan-jalan. Betul kan?

Simpang Lima Kota Banda Aceh

Ruas jalan Simpang Lima Aceh

Sekarang ini jasa titip atau jastip sedang jadi incaran bagi para traveler yang ingin sekaligus berbisnis. Jasa titip ini tentunya akan menguntungkan bagi kalian yang sering dimintain oleh-oleh dari kerabat maupun teman. Dengan menambahkan sekian rupiah dari harga barang, tentunya akan membuat traveling kalian jadi lebih nyaman.

Nah, berikut jenis oleh-oleh Aceh yang bisa kalian manfaatkan untuk membuka jasa titip sewaktu kalian sedang wisata ke Aceh.

1. Kopi Aceh Gayo

Di Pulau Sumatera, Aceh termasuk salah satu provinsi penghasil kopi jenis arabika yang enak dan wangi. Nama kopi Aceh Gayo tentunya sudah tidak asing di telinga penikmat kopi. Cita rasa dan aroma kopi memang mampu membuat mata lebih segar saat ngobrol bersama teman-teman sampai larut malam.

Toko oleh-oleh yang ada di sepanjang jalan Sri Ratu Syafiatudin ini memiliki aneka varian kopi mulai dari luwak, wine, robusta, arabika, hingga kopi herbal. Kita bisa mencium aroma kopi lewat bungkus kopi sebelum memutuskan membeli yang mana. Selain itu harga jualnya palling murah mulai dari Rp 15.000 hingga Rp 100.000 per bungkus ukuran 250gr.

2. Aneka Souvenir Aceh

Buah tangan yang mudah dibawa oleh kita saat sedang traveling adalah souvenir bertuliskan nama kota yang dikunjungi. Banyak jenis souvenir yang dijual mulai dari rencong Aceh, pinto Aceh yang berbentuk perhiasan set mulai dari liontin dan bros untuk wanita, dompet serta pernak pernik lainnya dengan motif Aceh seperti gantungan kunci. Tersedia juga tas perempuan bermotif Aceh.

Salah satu souvenir yang paling diincar dan enak dijual yaitu magnet. Teman-teman saya yang sering berangkat ke luar negeri pun sering membuka jastip magnet yang menarik buat dikoleksi. Selain harganya masih murah, bagi kita yang membawa pulang pun tidak berat.

Harga jual souvenir juga beragam, mulai dari ribuan sampai ratusan ribu, tergantung barang yang dibeli, juga kualitas barang tersebut.

3. Dendeng Aceh

Saya juga baru tahu kalau dendeng sapi termasuk salah satu oleh-oleh yang diminati untuk dijadikan oleh-oleh. Waktu saya singgah ke salah satu toko souvenir, dendeng Aceh menjadi incaran bagi mereka yang menyukai cemilan dendeng dengan banyak pilihan rasa mulai dari asin, manis, dan rasa kari.

4. Emping Melinjo

Emping melinjo memang dimiliki oleh tiap kota. Namun, jangan salah kalau kalian sedang ke Aceh, cobalah untuk membeli emping melinjo buatan orang Aceh. Oleh-oleh ini saya ketahui dari salah satu rekan yang membeli titipan keluarganya untuk membeli emping melinjo Aceh. Waktu saya lihat ternyata emping melinjo Aceh memiliki tekstur yang lebih halus dan renyah. Harga per box mulai dari Rp 50.000 untuk satu kilo.

5. Kupiah

Berkunjung ke kota Aceh tentu akan sangat mudah menemukan perlengkapan muslim, termasuk kupiah buatan masyarakat lokal ini. Kupiah bukan hanya menjadi penambah ganteng saat kalian sedang sholat atau datang ke masjid, tapi juga bisa menjadi fashion yang apik menunjang kalian saat sedang ada acara.

6. Kaos Piyoh

Kaos menjadi oleh-oleh yang paling diminati, selain bisa kita gunakan sendiri juga bisa dijadikan sebagai oleh-oleh. Dulu saya termasuk yang gemar membeli kaos dari tiap kota yang saya datangi. Sebab, akan membuat saya mengenang kota tersebut lewat kaos.

Datang ke Aceh, toko oleh-oleh juga menjual ragam kaos bermotif huruf Aceh yang bisa kalian dapatkan mulai dari harga Rp 70.000 hingga Rp 100.000. Namun, kalau kalian ingin memiliki desain kaos yang berbeda dan unik, maka cobalah untuk singgah ke toko Piyoh yang berlokasi di jalan T. Iskandar No. 20, Ulee Kareng Banda Aceh.

Sarapan pagi bersama Hijrah, owner Piyoh

Pemilik toko Piyoh ini adalah seorang wirausaha muda dan dikenal banyak orang, siapa lagi kalau bukan Hijrah Saputra. Saya beruntung bisa berjumpa dengan Hijrah yang waktunya super sibuk ini. Suatu kehormatan bagi saya bisa berjumpa dengan dia, duduk bersama menyantap sarapan pagi nasi gurih khas Aceh. Sebab waktu kedatangan dia ke Palembang ternyata waktu saya yang tidak cocok. 

7. Cilet Coklat

Salah satu oleh-oleh bersifat universal adalah cokelat. Hampir banyak orang yang menyukai cokelat sebagai cemilan di waktu senggang. Peluang kreasi cokelat ini segera ditangkap oleh Didi, sebagai pelaku pebisnis oleh-oleh yang ia rintis bernama Cilet Cokelat.

Cokelat yang diproduksi oleh Cilet Coklat ini punya banyak varian rasa mulai dari rasa choco chips, choco kismis, hingga kopi arabika. Dari ketiga rasa Cilet Coklat ini, sudah pasti saya paling suka rasa kopi arabika. Perpaduan cokelat dan campuran kopi ini memang unik. Didi bisa membuat produk cokelat di-blend dengan kekhasan kopi Arabika Aceh di satu produk. Sehingga apabila kita sedang menjilat cokelatnya, tanpa sadar kita bisa saja mengigit biji kopi yang sengaja dia sisipkan dalam cokelat. Penasaran?

Bersama Didi, owner Cilet Coklat

Bagi kalian yang ingin membeli Cilet Coklat ini bisa langsung mendatangi outletnya di jalan Ulee Kareng (Samping Bakso Ramayana). Harga cokelat kisaran mulai dari Rp 10.000 – Rp 25.000.

Oh ya, arti nama Cilet sendiri artinya adalah jilat sehingga kalau digabung menjadi jilat cokelat. Kamu, lebih suka makan cokelat dijilat atau diemut? Kalau saya sih suka semuanya *ehhh…

8. Kue Kering

Saya kebingungan sewaktu masuk ke toko-toko di sepanjang jalan Sri Ratu Syafiatudin. Kebingungan saya sebab banyak kue-kue tradisional yang bisa menjadi ide jastip oleh-oleh Aceh. Antara lain, timphan, kue Bhoi, kue adee, dodol dan ragam kue kering tradisional Aceh lainnya. Saya sampai mencatat nama-nama kue tersebut dari penjual agar tidak salah dalam penulisan.

Salah satu kue kering yang enak yaitu Lontong Paris. Bentuknya dari tepung tering yang dilapisi dengan kacang. Rasanya garing dan bikin kita ketagihan untuk menghabisinnya segera.

9. Kupi Brownies Atjeh

Boleh dikatakan saat ini, kota Banda Aceh belum tersentuh oleh kue kekinian yang diklaim sebagai oleh-oleh artis. Saya melipir keluar dari toko souvenir dan melihat di sebelah ada toko brownies. Begitu melihat deretan varian rasa brownies yang dijual dan mencoba testernya, saya ditawarkan brownies kopi yang menggoyang lidah.

Tekstur brownies empuk dan perpaduan antara cokelat dan kopi bisa membuat kita menahan liur sejenak. Jangan khawatir apabila kalian tidak menyukai rasa kopi, sebab Kupi Brownies Atjeh ini juga menyediakan varian rasa lainnya seperti keju, original dan blueberry.

Harga satu boks brownies dipatok mulai dari Rp 40.000 saja. Namun, sebelum kalian membeli harap memperhatikan tanggal kadaluarsa di bawah boks sebab, biasanya untuk brownies paling lama tahan 3 hari di suhu udara luar tapi akan lebih lama kalau dimasukan dalam mesin pendingin.

10. Ayam Tangkap

Barangkali kalau kalian membawa pulang oleh-oleh kue tradisional khas Aceh masih tergolong mainstream. Waktu saya di Sabang sedang mengikuti acara TEDx, ada salah satu pembawa materi yang bercerita kisah suksesnya berjualan ayam tangkap di Jakarta. Dia sampai datang ke Aceh dan belajar langsung dengan salah satu warga Aceh untuk mengetahui resep membuat ayam tangkap yang enak.

Ayam tangkap adalah kuliner ayam kampung goreng yang dimasak dengan rempah-rempah, kari ayam, dan juga daun pandan. Saya pernah satu kali mencicipnya di Palembang, kebetulan waktu itu ada restoran yang menjual makanan khas Aceh namun saya restoran tersebut sudah tutup. Kalau mengambarkan rasa yang bisa dinikmati dari kuliner ayam tangkap ini adalah renyah dan gurih karena proses penyerapan bumbu ke daging.

Slurrppp mengoyang lidah untuk mencari ayam tangkap kembali ke Aceh nih.

Ternyata banyak sekali yang bisa saya rangkum dari traveling ke Aceh kemarin. Oleh-oleh memang paling dinantikan, namun kalau teman atau kerabat kita lebih pengertian mereka akan lebih melakukan: Nah, ini uang buat beli titipanku ya… sisanya ambil saja.

Kalau ada teman yang sedang jalan-jalan kalau cuma titip hawa, ya jangan marah kalau baliknya hawa tapi kalau dia jalan-jalan kalian titipin uang maka baliknya bawa barang. Hore!

Dari 10 ide jasa titip oleh-oleh Aceh ini, mana yang menjadi favoritmu?

Iklan

62 pemikiran pada “10 Ide Bisnis Jasa Titip Oleh-Oleh Khas Aceh

  1. Dendeng daging sapi dan rusa dari Aceh emang endess, Bang. Cucok sama harganya juga sih … hihihi. Tas Aceh bagus, harganya pun cukup terjangkau. Udah pernah beli 1 tas

    Kalo kopi,karena bukan penggemar kopi. Jadi gak pernah minta oleh-oleh kopi sama suami kalo pas ke Aceh

    Salam kenal ya, Bang

Feel free to share you idea.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s