Traveling Sekarang Tak Seperti Dulu


Ketika pertama kali traveling ke Hong Kong beberapa tahun lalu, saya dan teman-teman mulai merencanakan untuk liburan bersama. Grasak-grusuk bunyi pesan masuk di ponsel menanyakan mulai dari budget, itinerary hingga apa saja yang perlu dibawa menjadi kesenangan kecil kami. Tiket promo sudah dibeli satu tahun sebelumnya, kami hanya perlu rajin mencari informasi tempat-tempat wisata yang akan dikunjungi. Semuanya serba atur sendiri. Ketakutan saat itu bagaimana kalau nyasar dan kesulitan bahasa?

Wajar sekali kalau ada rasa takut bagi kita yang baru pertama kali ingin mencoba traveling ke tempat baru. Apalagi bagi kalian yang baru ingin keluar dari zona nyaman atau baru punya paspor ingin mendapatkan stempel pertama. Namun, sadari kalau tiap orang memiliki gaya liburan masing-masing yang tidak bisa kita samakan dengan gaya traveling kita pribadi.

Mudahnya Merencanakan Liburan

Tidak ada cara yang lebih baik untuk mengenal dunia dan diri sendiri selain dengan melakukan traveling. Entah itu perjalanan seorang diri atau bersama teman. Tak sedikit orang urung untuk mewujudkan mimpi mereka untuk melakukan perjalanan. Alasan klasik oleh karena biaya, teman perjalanan atau ketakutan yang timbul sendiri.

Bagi kalian yang baru pertama kali ingin merencanakan traveling, wajar saja ada rasa khawatir dan antusias untuk mempersiapkan semua hal. Apalagi untuk saya yang cenderung pemalu dan suka lupa arah jalan seperti saya. Traveling sekarang tak seperti dulu. Teknologi memudahkan kita untuk menemukan apa yang ingin kita cari. Maka dari itu, biasanya ketika ingin traveling saya akan persiapkan mulai dari :

1. Menentukan destinasi yang ingin dikunjungi

Ini adalah hal dasar yang akan dilakukan oleh setiap orang merencanakan liburannya. Destinasi seperti apa yang kalian idamkan. Baik itu perjalanan dalam negeri atau luar negeri. Perjalanan ke gunung, pantai, alam atau diving di laut-laut yang indah. Kalian bisa menemukan perjalanan itu dengan bertanya dengan diri sendiri. Destinasi ini menjadi awal dari kalian untuk merencanakan liburan.

2. Kegiatan apa yang ingin dilakukan

Kalau saya lebih menyukai kegiatan menikmati bangunan-bangunan, berbaur menjadi warga lokal, mencoba menikmati kuliner setempat atau sekedar duduk di kedai kopi. Semua kegiatan ini biasanya saya masukkan dalam itinerary perjalanan. Setiap traveller pasti memiliki itinerary yang akan memudahkan untuk mengetahui kemana kaki akan melangkah. Buatlah selengkap mungkin karena akan memandu kalian.

3. Periksa barang bawaan dalam ransel

Destinasi yang kalian pilih juga akan menjadi penentu barang bawaan kalian. Biasanya saya lebih senang menggunakan ransel daripada koper. Hal ini untuk kepraktisan gerak saya untuk berpindah-pindah. Biasanya saya bawa barang secukupnya mulai dari pakaian, alat mandi, keperluan alat elektronik, serta dokumen-dokumen penting.

4. Mencari teman di kota lain

Kemudahan teknologi sekarang bisa digunakan di dunia traveling. Memang ada yang takut traveling sendirian kalau tidak ada teman untuk diajak curhat, berbagi pengeluaran, foto dokumentasi, dan sebagainya. Nah, saya biasanya akan menggunakan media sosial untuk mencari teman baru yang memiliki kesamaan minat. Ada teman baru di kota yang akan kita datangi bisa menjadi teman jalan kita.

5. Menyiapkan mental

Traveling sendiri bukan hanya tentang perjalanan, lebih dari itu. Ketika kalian sudah memutuskan ingin keluar dari zona nyaman dengan cara traveling, maka kalian sedang belajar tentang diri kalian sendiri. Mulai dari menyusun, menemukan jalan, hingga pulang kembali dengan selamat. Dalam perjalanan, sering saya menemukan rencana yang sudah disusun tak berjalan semestinya. Saat kalian bertemu dengan orang baru, usahakan untuk tersenyum dan bersikap ramah. Kita tidak tahu siapa orang baik yang akan menolong kita.

Takut Traveling Sendirian? Ambil Paket Saja

Menurut saya, ada dua hal yang membuat traveling bisa nyaman dan lancar yaitu itinerary dan mental. Saya pernah mencoba traveling tanpa itinerary. Hasilnya saya seperti kehilangan arah dan perjalanan saya jadi kurang menyenangkan. Misalnya saja tidak ada riset cara menuju tempat wisata, lalu memilih tempat wisata yang dekat saja. Tentu saja hal ini membuat saya merasa ada yang kurang karena tidak semua wisata dikunjungi.

Belum lagi bagi orang introvert tentu mereka membutuhkan mental yang bulat untuk bisa melakukan perjalanan. Mereka harus meyakinkan diri sendiri terlebih dahulu. Rasa percaya diri yang tinggi atau orang-orang yang belum terbiasa mengatur perjalanan maka solusinya mereka membutuhkan orang lain untuk mengurus semua keperluan.

Ada satu solusi bagi kalian yang merasa tidak ingin repot dan menghindari ketakutan sebelum memutuskan traveling. Kalian bisa mencoba mengikuti paket-paket trip yang ditawarkan seperti open trip. Open trip ini semacam trip yang diatur oleh satu pihak dengan pesertanya terbuka untuk umum. Kalian bisa mengikuti trip selama memenuhi kuota dan membayar sejumlah uang. Biasanya kuota per trip bermacam-macam, mulai dari 5 hingga 10 orang atau lebih.

Manfaat Mengikuti Trip Terbuka

Dalam open trip kalian tidak perlu khawatir mengenai fasilitas. Semua fasilitas seperti transportasi, penginapan, serta tiket masuk objek wisata sudah disediakan oleh pihak panitia. Sistem dari open trip ini biasanya kita akan bertemu di titik kumpul lalu berangkat bersama. Tentu saja biaya perjalanan dari rumah ke titik kumpul tidak termasuk.

Ada banyak yang saya rasakan ketika mengikuti open trip yang sebelumnya kita cari tahu kredibilitas dan komentar masuk dari peserta trip. Berikut ini 5 kelebihan positif saat mengikuti open trip.

1. Bertemu dengan orang baru

Sering kali kita terbentur waktu dengan teman saat kita ingin mengutarakan ingin traveling. Saat waktu kita cocok, ternyata waktu teman tidak pas begitupun sebaliknya. Jangan sampai ketidakcocokan jadwal membuat kalian juga ikut batal. Open trip akhirnya mempertemukan saya dengan orang baru dalam perjalanan. Biasanya saya menawarkan diri untuk memotret mereka lalu mengalir begitu saja obrolan kami. Siapa sangka dari awal perkenalan tersebut menjadi jembatan saya menambah pertemanan positif.

2. Menghemat biaya tak terduga

Bayangkan kalau kalian pergi ke Indonesia Timur lalu membutuhkan kapal cepat untuk berpindah-pindah pulau. Berapa biaya yang dibutuhkan kalau kalian pergi seorang diri atau jumlah sedikit. Nah, open trip ini bisa membantu kita untuk menghemat biaya yang tadinya kita harus bayar penuh namun bisa dibayar sebagian karena kita bepergian rombongan. Bukan hanya biaya transportasi saja yang hemat, melainkan bisa juga termasuk makan dan penginapan.

Harga yang ditawarkan berbanding lurus dengan fasilitas dan kenikmatan yang kalian rasakan. Sehingga tinggal dipilih saja kalian ingin merasakan pengalaman traveling seperti apa.

3. Melatih kedisiplinan diri

Berhubung kita mengikuti jadwal yang sudah disusun oleh pihak penyelenggara tur, maka sebisa mungkin kita disiplin dengan waktu yang diberikan. Satu saja terlambat tentu saja akan menghambat ke acara selanjutnya, misalnya bisa saja tiba lebih siang atau kemacetan.

Waktu saya ke Raja Ampat, dari tur lokalnya mengingatkan kami agar bangun lebih pagi sekitar pukul 4 subuh, hal ini dikarenakan kami akan menyebrang dengan kapal cepat sekitar 4 jam perjalanan. Tujuannya agar tidak terlalu siang dan pulangnya tidak kesorean. Kami sebagai peserta tur pun sepakat untuk bangun subuh demi mengejar matahari terbit di atas kapal.

Mengikuti perjalanan yang telah disiapkan oleh orang lain sangat cocok diambil apabila destinasi wisatanya kurang familiar dikunjungi, akses menuju ke sana cukup sulit, kalian belum pernah solo traveling, atau tidak punya jiwa petualang. Selain itu juga ingin menghemat biaya. Alasan terakhir adalah malas pikir untuk membuat itinerary.

Ayo kemasin ransel kalian sekarang juga!

Iklan

13 pemikiran pada “Traveling Sekarang Tak Seperti Dulu

  1. Kalau lagi gak mau ribet emang mending ikutan trip lewat penyedia trip ya.. dan vizitrip ini kece euy,, praktis.. eh btw gimana caranya ya biar bisa ikut jadi vendor di vizitrip ini? mayan buat ngiklanin kesinitrip hihi..

    -Traveler Paruh Waktu

Feel free to share you idea.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.