Bengkulu Indonesia travel

Singgah Sejenak Menuju Rumah Fatmawati Bengkulu

rumah fatmawati bengkulu

Sinar matahari makin terik, kami pun segera meninggalkan rumah pengasingan Bung Karno dan segera menuju ke Rumah Fatmawati. Letaknya tidak jauh dari rumah pengasingan Bung Karno hanya berbelok arah saja karena Rumah Fatmawati dekat sekali dengan Simpang Lima, Bengkulu. Di sekitar sana juga merupakan tempat berjualan oleh-oleh Bengkulu.

Rumah panggung berwarna cokelat dengan aksen kayu yang sangat kuat ini menjadi salah satu objek wisata di Bengkulu. Beton kuat yang ditopang dengan pondasi kayu dan batu yang dicat putih. Terdapat juga informasi bertuliskan Rumah Fatmawati dan ada patung seorang wanita di depannya. Selesai memarkirkan motor di depan rumah yang tampak perkarangannya sepi. Kami pun segera melangkahkan kaki naik ke atas rumah.

Rumah Ibu Fatmawati - Bengkulu
Rumah Ibu Fatmawati – Bengkulu

pintu-depan-rumah-bung-karno-2

ruang-tamu-rumah-fatmawati

Sepi. Bahkan tidak ada penjaga sekalipun untuk meminta izin masuk ke dalam rumah. Rumah Fatmawati ini tidak terlalu besar, barangkali hanya ukuran 10 x 10 m. Di dalamnya terdapat satu ruang tamu, dua kamar tidur dan dapur. Satu kamar merupakan ruang tidur ibu Fatmawati sedangkan satu sudut kamar lainnya, terlihat mesin jahit bersejarah peninggalan Ibu Fatmawati. Mesin jahit ini dulunya digunakan untuk menjahit bendera merah putih pertama kali saat proklamasi kemerdakaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.

Saya melihat banyak gambar-gambar yang dibingkai di setiap sudut ruangan. Gambar-gambar ini memiliki cerita mengenai kedekatan Bung Karno dan Fatmawati saat itu. Sosok Fatmawati tampak anggun dan berkelas saat mendampingi Bung Karno dalam rapat-rapat kenegaraan. Saya pun melihat foto Bung Karno dan anak-anak mereka yaitu Guntur, Megawati, Sukmawati, Rachmawati dan Guruh. Sekilas nama-nama tersebut familiar di telinga saya. Mereka merupakan anak dari istri ketiga Bung Karno dengan Fatmawati.

kamar-fatmawati-bengkulu

mesin-jahit-bendera-fatmawati

Kisah cinta Bung Karno memang menarik untuk dibaca selain kisah kepemimpinan beliau. Kami pun beranjak meninggalkan rumah Ibu Fatmawati karena memang tidak ada sumber yang bisa saya tanya mengenai cerita Fatmawati. Waktu sudah menunjukkan petang, saatnya bergegas menuju ke pantai menikmati keramaian di sana dan melihat para cabe-cabean. Empat tahun saya tidak datang ke Bengkulu memang tidak banyak perubahaan yang signifikan di kota ini. Entahlah, saya juga tidak bisa banyak memberikan komentar. Hanya saja saya melihat sudah ada tempat makan kekinian dengan suasana asik. Keasikan lainnya yang bisa ditemukan selama di Bengkulu adalah mengejar matahari terbenam di Pantai Panjang !

Rumah Ibu Fatmawati
Jl. Fatmawati, Penurunan, Ratu Samban, Kota Bengkulu, Bengkulu 38222

Jam Opersional : 08.00 – 17.00

***

Follow @deddyhuang for latest update:

INSTAGRAM | TWITTER | FACEBOOK | YOUTUBE

Do not forget to subscribe/follow my blog to get updates on your email about new post.

Disclosure: This is just my personal experience. Thanks as always for your support!

12 comments on “Singgah Sejenak Menuju Rumah Fatmawati Bengkulu

  1. Ini rumah bersejarah, mestinya ada yang menjaga dan jadi guide. Sayang banget.

  2. Terkesan tidak terawat jadinya karena dibiarkan begitu saja tanpa ada penjaga. Berarti gaung “Jas Merah” nya Bung Karno masih jauh dari masyarakat jaman now ya Mas.

  3. Mas…
    Terima kasih atas tulisan ini dan foto-fotonya. Saya jadi mengetahui lebih jauh bagaimana keadaan rumah Ibu Fatmawati di Bengkulu saat ini. Kalau secara traveling sih entah kapan saya bisa berkunjung kesana.

    Sekali lagi, terima kasih sangat.

    Salam dari saya di Sukabumi,

  4. Kalo kulihat nuansa dari rumah ibu fatmawati ini pasti jaman dulu rame banget dengan adanya anak” dari pak sukarno dan ibu fatmawati.. Rumahnya sangat di jaga banget agar para pendatang bisa melihat langsung, rasanya pengen banget ke sana yaa

  5. Nasirullah Sitam

    Bengkulu menyimpan banyak destinasi menarik untuk dikunjungi. Tapi bagi orang-orang di luar Sumatera, sepertinya provinsi ini belum banyak mengunjunginya.

    Saya sempat baca tulisan kawan-kawan yang pernah famtrip ke sana, banyak banget tempat menarik 🙂

    • Destinasinya sih yang sedikit, buat pendataan aset juga jadi bingung. Selain karena struktur kota yang sering kena gempa ya pantai jadi nilai jualnya.

  6. Kalau tak salah pas nonton film Soekarno saya melihat rumah yang mirip dengan ini, Mas Deddy. Apakah ini juga jadi lokasi syuting film itu?

    Btw, pas dulu mampir ke Rumah Pengasingan Bung Karno di Ende, saya mendapati tempat itu sepi juga seperti Rumah Fatmawati ini. Sempat lihat-lihat buku tamunya, ternyata memang tingkat kunjungan bulanannya memang sepi. Mungkin karena letaknya yang di tengah-tengah Flores. Tapi, dari rumah Bung Karno, saya pulang bawa sejarah kecil yang kayaknya sedikit mengubah sudut pandang.

Silahkan tinggalkan komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: