BerandaReviewTransformasi Diri Lebih Produktif Bersama ASUS Vivobook 13 Slate OLED

Transformasi Diri Lebih Produktif Bersama ASUS Vivobook 13 Slate OLED

Author

Date

Category

Gaya kerja nomad makin diminati oleh banyak orang. Sebagai pekerja nomad bisa bepergian kemana saja tapi tetap bisa mendapatkan penghasilan dengan bekerja di depan layar laptop. Istilah sekarang adalah menjadi pekerja hybrid.

Apalagi dorongan dari pandemi Covid-19 ini membuat kita semakin mempercepat. Saya pun terbiasa berpindah-pindah tempat kerja dari luar. Mulai dari cafe ke cafe. Selama tersedia meja dan kursi yang nyaman, maka saya bisa bekerja dari sana. Apalagi kalau bekerja dengan perangkat kerja handal seperti laptop ASUS.

Laptop Vivobook 13 Slate OLED (T3300) sudah menggunakan sistem operasi terbaru yaitu Windows 11.

Terdengar menarik? Jelas!

Tantangan Menjadi Pekerja Hybrid

Awalnya saya mengira jenis pekerjaan ini cukup beralih dari jam kerja 9/5 kini menjadi 24/7 di depan laptop. Setiap waktu selalu standby depan laptop.

Menjadi pekerja hybrid mengharuskan kita untuk cermat dalam membagi waktu kerja.

Apalagi kalau kita mengambil banyak project dan memiliki tekanan kerja yang banyak. Alih-alih kita mendapatkan banyak projek malahan akan kehilangan kesempatan untuk melakukan kegiatan lain karena sibuk mengejar deadline.

Jadwalku yang sudah padet sekali dalam pekerjaan.

“Padet banget ya jadwalnya!” seru calon klien yang ingin memintaku mengisi suatu acara webinar. Saya hanya membalas dengan pilihan yang tersedia karena puji Tuhan jadwalku memang sedang padat.

Memutuskan menjadi pekerja hybrid seperti saat ini tentunya perlu persiapan matang. Saya pun sudah menggali apa saja skill yang saya miliki. Dengan begitu saya bisa menyesuaikan skill tersebut dengan pekerjaan digital nomad yang cocok.

Adaptasi Diri dan Teknologi

Pandemi ini membuat kita menjalani adaptasi masing-masing.

Perjalanan kehidupan saya terus bergulir, kemudian bersinggungan dengan dunia kreatif dan mulailah mengenal industri Digital Marketing dan Food Photography.

Belum lagi sekarang sudah masuk kelompok umur generasi Sandwich, saya juga harus memutar otak dengan mencari pekerjaan-pekerjaan sampingan lainnya.

Jika ditanya apa yang membuat saya mampu, barangkali karena saya memang ingin mendalami ilmu di dua bidang ini sebagai bekal kemampuan diri di masa depan.

Menjadi seseorang yang ahli di bidangnya bukanlah suatu pencapaian yang mudah. Perlu berbagai macam pembelajaran, trial dan error, serta jam terbang yang tinggi agar bisa mencapai hal tersebut. Perjalanannya pun tidak akan mudah.

Selain harus beradaptasi dengan canggihnya teknologi, saya juga berjumpa dengan berbagai karakter calon klien untuk membantu bisnis mereka. Lewat diskusi sekaligus mempresentasikan proyeksi bisnis mereka dari perangkat kerjaku, laptop.

Dari laptop yang sering saya bawa menjadi modalku untuk lebih percaya diri dalam presentasi hasil analisaku terhadap bisnis mereka. Sehingga dapat diimplementasikan ke teknologi yang tersedia untuk menaikkan brand awareness dan penjualan.

Tak Lelah untuk Berkarya

Sisi profesi lainnya, saya senang sekali pekerjaan sebagai fotografer makanan. Rasanya mata ini terpuaskan ketika melihat menu-menu makanan yang ada di depan meja untuk dipercantik agar bisa menjadi media promosi jualan.

Memotret makanan memiliki tantangan yaitu bagaimana agar foto tersebut bisa membikin orang tergoda untuk memesan menu makanan tersebut.

Maka dari itu pun saya mempelajari dasar-dasar memotret, pencahayaan, hingga koreksi warna. Walaupun saya seorang buta warna parsial tidak menghalangi saya untuk berusaha dan berkarya.

Di awal saya setiap hari selalu latihan untuk memotret agar saya bisa menemukan ciri dari fotografi yang saya tawarkan.

Puji Tuhan, hasil foto makanan yang saya buatkan untuk klien dinilai puas dan membantu mereka.

Beruntung perangkat kerja laptop yang saya gunakan masih bisa diandalkan untuk saya presentasi di depan klien lebih percaya diri.

Mengatur Padatnya Jadwal Kerja

Sebelum ayam berkokok, saya sudah bersiap-siap. Mulai dari mengecek kalender kerja digital untuk tahu kegiatan apa yang harus saya selesaikan. Mulai dari melihat jadwal webinar, janji bertemu klien, atau melakukan membuat konten.

Lalu, saya mulai menyetel musik-musik untuk membangkitkan mood sebelum siap untuk produktif di depan laptop hingga larut malam.

Gimana cara saya bisa menjalani kerja hybrid selama ini?

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, bahwa seorang pekerja digital harus memiliki manajemen waktu yang baik. Maka dari itu, saya membuat manajemen serta perencanaan pekerjaan yang saya mudah pahami.

1. Menentukan Prioritas

Saya akui kalau saya termasuk kelompok perfeksionis. Ada saja hal yang ingin saya kerjakan semuanya seorang diri. Sampai akhirnya saya stress dan menjadi beban kalau tidak bisa saya selesaikan.

Lalu, saya menemukan solusinya dengan mencari mana kegiatan prioritas yang harus saya selesaikan terlebih dahulu agar saya bisa lebih fokus. Setelah itu baru saya kerjakan hal-hal berikutnya.

2. Membuat To Do List

Hal pertama yang saya kerjakan dengan menulis tipe-tipe kegiatan yang akan saya selesaikan per hari. Membuat rincian pekerjaan ini sangat membantu saya untuk memantau progres kerja saya.

Biasanya saya menulis to-do-list lewat smartphone atau laptop. Di sana bisa langsung terhubung langsung ke Google Keep atau Google Calendar.

Dengan adanya to do list ini kita bisa mengerjakan pekerjaan tepat waktu.

3. Membatasi Waktu Bersantai

Dengan menjalani pekerjaan seperti ini, maka kemungkinan besar saya akan memiliki banyak waktu luang. Namun, saya sadar bahwa jangan sampai terbengkalai karena sibuk bersantai. Sebelum bersantai saya biasanya periksa kembali kegiatan apa yang belum saya selesaikan.

Pekerja Kreatif yang Sat Set

Sesungguhnya Tuhan tidak suka pada hambanya yang klemar klemer dan tidak cak cek sat set.

Entah dari mana saya menemukan kalimat ini yang membuat saya tersenyum sendiri sekaligus motivasi untuk menjadi pribadi yang sat set dalam segala kondisi pekerjaan. Setiap panggilan dari calon klien merupakan jalan rejeki yang harus dikejar.

Biasanya, para pekerja nomad seperti saya ini bisa bekerja dari kedai kopi, ruang kerja bersama atau working space, hingga perpustakaan umum.

Pekerjaan kreatif ini sangat mengandalkan perangkat komputer dan jaringan internet yang cepat. Sebisa mungkin adanya dukungan teknologi seperti akses internet, dan performa laptop yang cepat agar dapat memperlancar komunikasi ke klien.

Kemana-mana saya selalu membawa perangkat laptop ini di dalam tas. Tujuannya agar saya bisa sat set untuk bekerja menjawab kebutuhan klien.

Semisalnya ada klien ingin mengajak meeting atau melihat hasil foto, maka saya bisa langsung mengeluarkan laptop.

Naasnya pernah dalam satu waktu saya ketinggalan untuk bawa charger laptop sehingga saya tidak bisa mempresentasikan rancangan bisnis di depan klien. Kebetulan laptop yang saya gunakan baterainya sekarang sudah harus diganti baru.

Beruntung laptop yang saat ini saya gunakan bisa disambungkan lewat powerbank, sehingga bisa menjadi pertolongan pertama.

Belum lagi, bising kencang suara kipas yang keluar semakin kencang terdengar. Andai perangkat kerja di depan saya ini dapat teriak, barangkali dia sudah berteriak kencang.

“PANASSSSS… CAPEKKK!” Begitu imajinasi suara yang akan keluar.

Kondisinya memang sudah sangat panas dan lelah. Setiap waktu saya gempur dengan pekerjaan-pekerjaan yang tak kunjung selesai. Sesekali saya harus melakukan editing gambar, meeting online hingga untuk mencari hiburan.

Sekali lagi, Tuhan kan tidak suka hambanya yang klemar klemer dan tidak sat set?

Menjalani Aktivitas Hybrid Lebih Leluasa

Oleh karena kebutuhan kerja yang cukup tinggi, makanya saya sangat bergantung dengan perangkat kerja handal seperti laptop.

Apalagi sebagai orang yang memiliki gangguan dalam penglihatan warna, memilih laptop dengan layar laptop yang bisa membawa tampilan visual akurat pilihannya tidak banyak.

Salah satunya, pilihan layar yang mencakup rentang warna yang luas dan dikalibrasi dengan baik sangat penting bagi para profesional kreatif adalah laptop ASUS OLED.

Pekerjaan saya sangat dekat dengan warna. Mulai dari mengenali warna di Google Sheets maupun aplikasi editing foto seperti Adobe Photoshop.

Panel layar laptop yang ideal untuk laptop kreator atau pekerja desain harus memperhatikan faktor seperti kerapatan piksel, gamut warna, akurasi warna, dan masih banyak lagi.

Seperti kanvas untuk pelukis, maka layar laptop pun butuh tingkat akurasi yang tinggi dalam menampilkan warna dasar sesungguhnya.

Layar Jernih Bikin Mata Nyaman

Layar merupakan perangkat keras paling penting pada laptop. Sejak mengetahui laptop-laptop terbaru ASUS sudah menggunakan layar ASUS OLED, tentunya saya pun menginginkan memiliki perangkat laptop yang dapat membantu kenyamanan mata.

Belum lagi sepanjang waktu kita selalu melihat ke layar laptop, bisa bikin mata perih. Dan, teknologi ASUS OLED ini memang memanjakan mata kita untuk melihat lebih nyaman walau berlama-lama.

Beberapa keunggulan dari teknologi layar ASUS OLED seperti :

1. Warna Kaya dan Akurat

Tahu nggak kalau tidak semua laptop bisa mendeteksi warna asli.

Sebagian laptop justru menampilkan warna layar yang berbeda dan tidak dalam. Hal ini akan mengganggu mata pengguna untuk hasil pekerjaan.

Laptop ASUS OLED sendiri memiliki teknologi yang mampu mereproduksi 100 persen warna pada color space DCI-P3 atau setara dengan 133% warna pada color space sRGB. Alhasil, mata jauh lebih nyaman.

2. Aman untuk Kesehatan Mata

Saya seperti kebanyakan orang yang saat ini jam kerja lebih banyak duduk di depan layar laptop.

Rata-rata bisa di atas 10 jam per harinya. Imbasnya rasa pedih karena terpapar sinar biru tak terelakkan.

Teknologi ASUS OLED ini memiliki fitur Eye Care yang dapat mengurangi tingkat paparan radiasi sinar biru pada layar hingga 70%. Laptop berteknologi layar ASUS OLED dirasa lebih nyaman digunakan saat lama. Agar mata lebih nyaman dan tidak perih.

Selain itu layar ASUS OLED juga dapat menekan paparan radiasi sinar biru tanpa mengurangi kualitas dan akurasi warnanya. 

Metode tersebut juga telah mendapatkan sertifikasi Low Blue Light dan Flicker Free dari TÜV Rheinland.

3. Tampilan Tetap Jernih Meski Pada Tingkat Kecerahan yang Rendah

Saat sedang bekerja di depan laptop, sering kali kita merasakan tingkat kecerahan tiba-tiba meredup. Penyebabnya sebagian besar laptop menggunakan 2D color gamut sebagai referensi.

Layar ASUS OLED sudah menggunakan 3D color gamut sebagai referensi. 3D color gamut ini menambahkan faktor iluminasi untuk mengukur color volume secara keseluruhan.

Teknologi ini tetap mampu menampilkan warna dengan jelas, kaya, serta akurat pada tingkat kecerahan rendah. Seperti diketahui, layar laptop pada umumnya hanya mampu mereproduksi warna sebesar 11%. Bagi kita penderita buta warna, tidak perlu khawatir lagi.

4. Detail Warna dan Visual Terbaik

Kekontrasan layar ASUS OLED hadir dengan rasio kontras hingga 1 juta : 1, artinya pengguna dapat menikmati setiap detail warna dengan jelas. Contohnya menampilkan warna hitam yang lebih gelap dari layar LCD.

ASUS OLED ini telah mengantongi sertifikasi Display HDR 500 True Black dari VESA. Artinya, pengguna dapat menikmati beragam konten multimedia yang disajikan dengan format HDR secara sempurna.

Makanya saya betah sekali ketika menikmati tontonan streaming film di Netflix dengan laptop yang sudah memiliki layar ASUS OLED. Soalnya lebih jernih!

5. Visual Lebih Jelas Tanpa Efek Blur

Layar laptop baru ASUS dilengkapi dengan response time yang sangat kencang yaitu hingga 0,2ms atau 50 kali lebih kencang dari layar laptop pada umumnya.

Peran response time yang lebih kencang memungkinkan tampilan visual dengan gerak cepat dapat dihadirkan secara lebih tajam dengan detail yang tinggi.

Kita tidak akan lagi melewatkan berbagai detail dari film action serta tidak lagi kesulitan membaca teks berjalan.

Kelima keunggulan layar ASUS OLED ini tentunya sangat membantu pengguna seperti saya sebagai pekerja hybrid. Saya mendambakan perangkat laptop yang bisa digunakan untuk bekerja sekaligus hiburan.

Tetap Terhubung dan Produktif

Bagi pekerja digital saat ini, mereka harus always connected dengan internet melalui devices seperti laptop.

Jaringan internet diakses melalui WiFi, dan didukung pula oleh layanan mobile broadband yang berkualitas tinggi.

Sering kali kita mengeluh tentang lambatnya kecepatan internet, khususnya untuk mendownload aplikasi, melakukan upload pekerjaan atau menonton video streaming seperti Netflix maupun YouTube.

Keberadaan ASUS sebagai salah satu produsen laptop terbaik memang tidak perlu diragukan lagi. Di mana, banyak produk laptop ASUS dibekali konfigurasi spesifikasi mumpuni yang dapat memenuhi berbagai kebutuhan.

Salah satu spesifikasi unggulan yang dimaksud adalah ASUS Vivobook 13 Slate OLED.

Sesuai namanya, laptop yang satu ini merupakan laptop dengan panel layar OLED ini diklaim menjadi yang pertama di tanah air. Vivobook 13 Slate OLED menjadi laptop detachable pertama dari ASUS dan dilengkapi dengan teknologi layar Asus OLED. Produk multifungsi dimana bisa digunakan sebagai laptop sekaligus tablet.

Sehingga sangat cocok untuk pengguna dengan mobilitas tinggi dan ingin membawa perangkat kerja yang ringan.

Dibandingkan dengan laptop tipe clamshell biasa, tentunya laptop jenis ini menawarkan lebih banyak fungsi. Salah satu fungsi yang saya suka yaitu laptop ini sudah touchscreen, sehingga makin mempermudah saya untuk presentasi bisnis atau mengedit gambar.

Pekerja kreatif dengan mobilitas tinggi tidak perlu lagi merasakan mata perih karena terlalu lama menatap layar laptop.

Rasa perih mata karena kualitas layar tidak jernih sangat mengganggu produktivitas.

ASUS mendengar keluhan pengguna mengenai kualitas layar. Hadirnya Vivobook 13 Slate OLED yang menggunakan layar ASUS OLED menjadi jawabannya.

Keunggulan layar ASUS OLED memang telah terbukti dapat meningkatkan kualitas visual layar menjadi sangat baik. Laptop yang telah mengadopsi teknologi ASUS OLED mempunyai keunggulan dibanding laptop biasa. Warna yang lebih kaya dan akurat, tampilan jernih pada tingkat kecerahan yang rendah, detail warna sangat baik hingga visual tanpa efek blur.

Menggunakan perangkat laptop Vivobook 13 Slate OLED ini tentunya akan memudahkan pekerjaan saya untuk dapat melihat warna lebih akurat dan detail. Selain itu, saat saya harus presentasi di depan klien bisa lebih percaya diri.

Di waktu santai, saya bisa menggunakan Vivobook 13 Slate OLED ini untuk kegiatan membuat konten seperti browsing atau menikmati sajian multimedia. Tentu saja hal ini dikarenakan layar ASUS OLED memiliki teknologi Eye Care yang telah tersertifikasi TÜV Rheinland.

Tak hanya itu saja, selain menjagokan kualitas visual dari panel OLED. Vivobook 13 Slate OLED memiliki layar 13,3 inci Full HD (1920 x 1080) dan sudah layar sentuh. Tingkat kecerahan 550 nits, 100% DCI-P3 dengan PANTONE Validation, Dolby Vision, dan sertifikasi VESA DisplayHDR 500 True Black.

Dengan validasi Pantone dan akurasi warna 100%, laptop keluaran ASUS ini menjawab kebutuhan kreator konten demi meningkatkan produktivitas dengan efisiensi kerja yang juga meningkat.

Oleh karena itu, layar laptop ini dapat menyajikan visual dengan kualitas sangat menawan yang pastinya sangat memanjakan mata. Berkat warna yang terlihat cerah dan akurat, menonton video atau melihat gambar seni digital bakal jadi makin asik.

Makanya saya merasa memiliki laptop Vivobook 13 Slate OLED merupakan investasi jangka panjang untuk kesehatan mata.

Rasanya belum ada laptop lain yang menawarkan seperti ASUS ini.

Laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED bukan hanya pilihan yang sangat cocok untuk para pekerja hybrid seperti content creator atau profesional. Kemampuannya tidak hanya menampilkan warna yang sangat kaya serta akurat.

Setiap pasang mata yang melihat Vivobook 13 Slate OLED pasti akan terpukau.

Vivobook 13 Slate OLED utamanya menyatukan seluruh komponen di dalam sebuah layar menjadi layaknya perangkat tablet. Sementara bagian keyboard dapat dilepas atau dipasang sesuai dengan kebutuhan yang tentunya akan sangat membantu ketika hanya sekadar ingin menikmati konten hiburan.

Secara keseluruhan, Vivobook 13 Slate OLED terbagi menjadi tiga bagian yang meliputi bodi utama, keyboard, dan penyangga belakang. Ketiga bagian tersebut dapat dilepas pasang dengan memanfaatkan sistem magnetik yang cukup kuat dan keyboard memiliki pin konektor khusus untuk terhubung ke bagian bawah laptop.

Semua menjadi menyenangkan saat menggunakan laptop Vivobook 13 Slate OLED ini.

ASUS pun memberikan sedikit aksen di penjuru bodi dan aksesoris Vivobook 13 Slate OLED seperti ikon dan tulisan berwarna hijau dengan tambahan warna abu muda di beberapa bagian yang terlihat modern dan trendi.

Bodi utama dari laptop ini punya profil dimensi yang sangat ramping dan cukup tipis dengan ketebalan 7,9mm sehingga mudah untuk dibawa ke mana saja dan digunakan di mana saja. Oleh karena itu portabilitas menjadi salah satu nilai jual utama dari laptop ini berkat fleksibilitas penggunaan yang tinggi.

Mau Vivobook 13 Slate OLED dipakai seperti laptop konvensional atau seperti tablet, bisa dipenuhi sesuai dengan keinginan. Nantinya saya pun dapat bersantai menikmati konten hiburan maupun membaca buku digital dengan lebih nyaman dalam mode tablet dan langsung mengubahnya jadi mode laptop saat ingin bekerja.

Vivobook 13 Slate OLED merupakan perangkat yang serba guna, dengan keyboard ukuran penuh yang dapat dilepas dan cover stand yang memiliki engsel 170°.

Ditambah lagi bobot berat laptop ini sangat ringan. Hanya 0.78 Kg tanpa keyboard dan cover stand. Bayangkan bobot ringan laptop keren ini! Bahkan untuk ditenteng dalam tas bisa mengurangi bobot saya membawa keperluan sehari-hari.

Semakin menarik bukan?

Adanya pandemi Covid-19 membuat sebagian besar kegiatan kita terhambat. Oleh karena itu kita sekarang terbiasa dengan acara online yang biasa disebut webinar.

Kegiatan webinar ini cukup banyak persiapan. Selain harus mengecek kelancaran perangkat yang tepat seperti laptop. Juga harus melihat dari kejernihan dari kualitas kamera untuk menampilkan visual yang lebih terang.

ASUS Vivobook 13 Slate OLED ini dibekali dengan dua kamera. Kamera depannya menggunakan sensor beresolusi 5MP, sementara kamera belakangnya memiliki sensor dengan resolusi 13MP. Secara keseluruhan, kualitas kameranya sudah cukup baik untuk mendukung aktivitas untuk mendapatkan hasil gambar lebih terang saat sedang melakukan webinar.

Semua perangkat elektronik saat ini telah menggunakan teknologi layar sentuh. Guna menambah pengalaman serta memperlancar kinerja layar sentuh ini tentunya akan lebih pas menggunakan pen stylus.

Dengan pen stylus kita bisa menjalankan aplikasi, menulis pesan, menggambar, memilih menu dan masih banyak yang lain.

Layaknya menulis di atas kertas, dengan pen stylus kita bisa mengoperasikan perangkat laptop dengan lebih lincah.

Keseruan kita dalam bekerja dengan laptop yang sudah didukung PANTONE validated akan semakin powerful sebagai tablet karena dilengkapi stylus Asus Pen 2.0.

Pen stylus sudah menggunakan teknologi MPP 2.0. Teknologi ASUS Pen 2.0 ini mendukung sampai 4.096 tingkat tekanan, 266 Hz sampling rate dan pengisian daya menggunakan port USB type C.

Artinya, pen stylus ini responsif untuk menerima segala bentuk tekanan saat kita menulis. Memberikan sensasi natural layaknya menulis di atas kertas.

Bukan hanya itu saja, pen stylus Vivobook 13 Slate OLED ini memiliki ujung pen yang bisa diganti-ganti ukuran menjadi 2H, H, HB dan B! 

Jadi ASUS Pen 2.0 ini bisa terasa seperti alat tulis sebenarnya. Sangat cocok sekali untuk pengguna yang memang menyenangi kegiatan membuat sketsa gambar. Sedangkan kalau untuk pekerjaan saya akan sangat membantu saat sedang mengajar di kelas webinar untuk menjelaskan ke peserta atau menulis catatan.

Dalam bodi yang ramping dan ringan, ASUS Vivobook 13 Slate OLED ditanamkan prosesor Intel® Pentium® Silver N6000 1.1 GHz dan Intel® UHD Graphics untuk kebutuhan olah grafis.

Sementara itu terdapat juga RAM LPDDR4X 8GB dan penyimpanan 256GB M.2 NVMe SSD. Hanya saja untuk memori RAM tidak bisa dilakukan upgrade.

Bagaimana performanya secara umum?

Dapur pacu yang ada di dalam Vivobook 13 Slate OLED sudah cukup memadai untuk penggunaan sehari-hari untuk pekerja yang membutuhkan perangkat untuk presentasi di depan klien lebih percaya diri atau menikmati tontonan multimedia dengan nyaman seperti nonton Youtube atau Netflix.

ASUS Vivobook 13 Slate OLED ini juga diperkuat grafis dari GPU (Graphics Processing Unit) yang terintegrasi oleh Intel UHD Graphics (Jasper Lake) tanpa dukungan grafis diskrit. Performa grafis ini diklaim lebih kencang dari generasi sebelumnya.

Bagi pekerja tentunya juga bisa bekerja dengan lancar untuk membuka dokumen dan menyelesaikannya.

Memang laptop ini tidak cocok bagi pengguna yang memiliki hasrat untuk bermain game. Saya lebih menyarankan untuk melirik seri ASUS ROG kalau kamu adalah seorang gamer.

Disamping itu, ruang simpan laptop Vivobook 13 Slate OLED tersedia sebesar 256 GB. Uniknya sudah menggunakan teknologi PCIe® Gen3 SSD yang kencang. Ditambah dukungan adanya micro SD card reader dapat digunakan untuk pemindahan data.

Dengan begitu bisa dirasakan performa Vivobook 13 Slate OLED ini sangat cocok untuk menemani keseharian kita lebih lancar. Baik itu untuk browsing maupun bekerja. Kita dapat membuka banyak tab di browser sambil mengetik tanpa adanya kendala yang mengganggu. Atau saat saya memotret bisa menampilkan gambar dengan lebih jernih.

Laptop Vivobook 13 Slate OLED memang multifungsi. Pengguna bisa menggunakannya seperti tablet, namun juga bisa layaknya sebuah laptop lengkap dengan keyboard yang telah dilengkapi dengan touchpad.

Bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, perpindahan data sudah menjadi hal lumrah. Kabar baiknya, ASUS Vivobook 13 Slate OLED dilengkapi dengan 3,5 headphone jack, dua USB 3.2 Gen2 Type C. Selain itu juga ada port untuk menghubungkan perangkat Vivobook 13 Slate OLED ke monitor eksternal. Sehingga kalau kita tidak puas menikmati tontonan di layar 13,3 inci bisa menonton di layar lebih lebar dan besar seperti smart TV atau proyektor.

Kendala yang tadinya saya alami mengenai sering ketinggalan kabel charger pun bisa diatasi. Pengisian daya Vivobook 13 Slate OLED ini bisa menggunakan port USB Type C menggunakan powerbank!

Fitur yang sangat memukau bagi pengguna yang sering ketinggalan membawa charger laptop.

Sisi lain, kebutuhan konektivitas nirkabel yang bagus dan cepat pun sudah menjadi keharusan. ASUS Vivobook 13 Slate OLED telah dilengkapi dengan WiFi 6. Teknologi WiFi generasi terbaru ini memang menawarkan kecepatan transfer data lebih baik serta sinyal lebih stabil.

Kita baru bisa merasakan kenyamanan browsing saat sedang mengoperasikan laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED!

Dengan fitur WiFi 6 ini, pengguna dapat terkoneksi dengan kualitas sinyal yang stabil bahkan bisa terkoneksi ke WiFi access point tanpa perlu mengganti koneksi WiFi secara manual.

Dukungan terbaik yang bisa kita rasakan adalah kualitas audio Vivobook 13 Slate OLED lebih terasa empuk. Laptop sekaligus tablet ini dibekali 4 speaker sehingga bisa mengeluarkan suara yang lebih tegas.

Ternyata penyebab kualitas suara lebih memukau ini dikarenakan teknologi SmartAMP yang memungkinkan sistem audio ASUS Vivobook 13 Slate OLED dapat menghadirkan audio lebih lantang sekaligus menjaga kualitas suara dari distorsi.

Sisi lain, agar kualitas suara lebih imersif maka Vivobook 13 Slate OLED dibekali dengan teknologi audio Dolby Atmos. Bayangkan saja kombinasi sistem quad-speaker dan teknologi Dolby Atmos akan membuat pengguna laptop detachable ini bisa menikmati multimedia lebih maksimal dan nyaman.

Paling terasa saat kita sedang menonton film action, suara gempuran senjata akan lebih lantang masuk ke telinga kita!

Ditambah lagi ASUS membenamkan fitur ClearVoice Mic di aplikasi MyASUS yang mengandalkan kecerdasan buatan untuk mengurangi gangguan suara saat tengah berkomunikasi bersama rekan.

Aplikasi MyASUS menyediakan banyak sekali opsi pengaturan yang bisa digunakan sesuai preferensi mulai dari pengecasan, peredam bising, layar, hingga prioritas bandwidth untuk aplikasi tertentu.

Kehidupan profesional yang melakoni digital nomad kelihatannya sangat menyenangkan, seperti terlihat dari postingan Instagram-nya saat menggunakan laptop dari tepi pantai atau kolam renang, menikmati secangkir kopi sambil ditemani laptop kesayangan. 

Sesungguhnya pekerjaan ini memang sangat berat, jam kerja tidak terbatas, membutuhkan suasana yang tenang dan menyenangkan, supaya inspirasi terus mengalir. Dan pekerja digital seperti ini sering dikejar deadline atau jadwal penyelesaian proyek yang menyebabkan stress meningkat.

Permasalahan para pekerja yang mobilitas tinggi adalah tidak menginginkan perangkat kerja yang cepat habis baterai. Apalagi kalau kita memang ingin kepraktisan agar tidak selalu membawa kabel charger.

Laptop Vivobook 13 Slate OLED telah dibekali dengan baterai kapasitas 50 Whrs. Apalagi ditenagai prosesor Intel Quad Core yang mampu menjaga tingkat konsumsi daya lebih efisien.

Selain itu, Vivobook 13 Slate OLED juga mendukung pengisian cepat 65 Watt yang dapat mengisi baterai hingga 60% dalam waktu 39 menit saja melalui port USB-C

Hal ini juga berarti laptop dapat diisi ulang menggunakan powerbank saat darurat.

Menariknya lagi, aplikasi MyASUS memungkinkan pengisian baterai dibatasi hanya menjadi 60% atau 80% sebagai solusi untuk memperpanjang kesehatan baterai ketika harus terhubung ke sumber listrik secara terus menerus ketika digunakan.

ASUS Vivobook 13 Slate OLED memang ditujukan untuk mereka yang memiliki kepribadian praktis dan rasional. Membawa fungsionalitas yang memadai untuk multitasking dan menonton berbagai hiburan.

Bagi pengguna tentunya tidak menginginkan kerepotan terutama sistem operasi.

Sistem operasi yang digunakan pada Vivobook 13 Slate OLED ini adalah Windows 11 yang didukung dengan Widget sebagai salah satu fitur andalannya. Widget dapat membantu menemukan konten penting, menampilkan dan mengingatkan jadwal meeting, serta dapat memberikan informasi cuaca saat ini dan mendatang. 

Fitur ini pun dapat disesuaikan agar bisa memperoleh pembaruan terkini seputar berita, kehidupan sosial dan mendapatkan artikel-artikel penting. Selain itu, ASUS Vivobook 13 Slate OLED juga sudah didukung dengan Office 365 yang memudahkan untuk mengerjakan berbagai tugas kantor atau kuliah.

Maka akan sangat hemat bagi pengguna karena tidak perlu lagi membeli lisensi original.

Selain laptop Vivobook 13 Slate OLED ini memiliki keyboard dan touchpad yang nyaman. Dari sisi keamanan perangkat laptop ini pun sudah tersedia sensor fingerprint di tombol Power untuk autentikasi biometrik menggunakan Windows Hello.

Fingerprint terletak di bodi bagian kanan atas tombol power agar mudah dijangkau oleh jari kita. Makanya tidak perlu repot-repot lagi untuk mengetik kata sandi. Cukup dari sensor sidik jari saja kita bisa langsung membuka laptop Vivobook 13 Slate OLED ini.

Laptop Casual Sesuai Perilaku Pengguna di Indonesia

Perilaku pengguna laptop di Indonesia memang unik. Malahan hasil survei dari Indonesia Baik menunjukkan bahwa persentase pengguna laptop mengakses laptop antara 3 – 5 jam. Fleksibilitas penggunaan di mana saja diprediksi menjadi salah satu faktor durasi penggunaan perangkat ini lebih lama dibandingkan dengan penggunaan komputer yang harus dipasang secara permanen di satu tempat.

Serta kebanyakan pengguna hanya membutuhkan aplikasi pengolah kata dan data seperti Microsoft Word, Excel, dan Powerpoint. Apalagi seperti saya yang sudah sangat menyukai ekosistem dari Google maka semuanya tinggal terintegrasi.

Di sisi lain, untuk kebutuhan hiburan pastinya laptop digunakan untuk menonton video.

Dengan perangkat laptop dapat membantu pekerjaan lebih efisien, misalnya mengedit lewat Canva

ASUS Vivobook 13 Slate OLED memang dirancang untuk mendukung produktivitas kerja sekaligus hiburan. Sebagai pekerja digital, saya bisa mengedit konten lewat Canva atau mengedit foto sederhana lewat Photoshop.

Menjadi perangkat kerja 2 in 1, bisa menjadi tablet atau laptop dengan penutup yang sekaligus menjadi keyboard. Tentunya perangkat ini bisa dipakai secara fleksibel. Baik posisi tegak atau mendatar, dipegang atau diletakan di meja, menggunakan jari, pena stylus atau keyboard. Lengkap!

Layar ASUS OLED yang pun responsif dengan 0,2 millisecond response time. Pastinya akan memanjakan setiap mata yang melihat untuk bekerja, belajar, dan hiburan.

Punya Laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED, Bikin Lebih Produktif

Saya membayangkan kalau dengan adanya ASUS Vivobook 13 Slate OLED ini tentunya akan sangat membantu aktivitas sehari-hari. Mulai dari meringankan bobot berat setiap hari saya bawa kemana-mana, hingga multifungsi fitur yang bisa saya manfaatkan dari perangkat kerja laptop detachable ini.

Dukungan Intel® Pentium® Silver N6000 1.1 GHz dan Intel® UHD Graphics sudah lebih dari cukup memenuhi aspek pekerjaan dan hiburan.

Saya bisa bekerja dari laptop untuk melakukan webinar atau mengedit gambar langsung dari Vivobook 13 Slate OLED dengan bantuan pen stylus. Sisanya nanti bisa langsung upload hasil kerja dengan internet kecepatan tinggi dukungan WiFi 6.

Tidak perlu khawatir lagi mengenai masa pakai baterai karena tentu saja cukup baik. Kemampuannya bisa mengisi daya melalui USB C juga akan membuat pengguna sangat nyaman untuk isi ulang.

ASUS Vivobook 13 Slate OLED ini perangkat yang memang diciptakan bukan untuk semua orang, tapi jika kamu adalah orang yang membutuhkan sebuah perangkat untuk pekerjaan ringan, seperti mengetik atau presentasi, dan berkebutuhan akan layar dengan kualitas tinggi seperti panel OLED, tentu laptop detachable ini adalah jawaban sesuai kebutuhan.

Secara keseluruhan, laptop detachable Vivobook 13 Slate OLED ini cocok banget untuk orang-orang yang menginginkan :

  • Perangkat kerja ringkas dan ringan
  • Sudah layar sentuh
  • Baterai tahan lama dan mudah dalam pengisian
  • Terlihat keren saat sedang dipakai

Senang sekali adanya ASUS Vivobook 13 Slate OLED ini untuk mendukung produktivitas kerja. Untuk kamu yang tertarik dengan produk laptop detachable 2in1 ini bisa cek harganya Rp 9.099.000 ini masih tergolong murah namun tetap powerfull. Apalagi didukung Windows 11 sehingga memudahkan kita untuk menjalankan semua aplikasi yang berjalan.

Gimana, tertarik sama laptop ini? Sama!

Spesifikasi ASUS Vivobook 13 Slate OLED (T3300) 

CPU Intel® Pentium® Silver N6000 1,1 Ghz (4M Cache, sampai 3,3 Ghz, 4 cores) 
Sistem Operasi Windows 11 Home
Memori LPDDR4X 8 GB
Media Penyimpanan SSD PCIe® Gen3 256 GB
Layar 13,3”, FHD (1920×1080) 16:9, OLED, 100% DCI-P3, PANTONE Validated, VESA HDR True Black, TÜV Rheinland low blie light, anti flicker, Dolby Vision
Prosesor Grafis Intel® UHD Graphis 
Input/Output 1x jack audio combo 3,5 mm

2x USB 3.2 Gen 2 Tipe-C dengan dukungan display + power delivery

1x micro SD Smart card reader

Kamera 5 MP (depan) 

13 MP (belakang) 

Konektivitas Wi-Fi 6(802.11ax), Bluetooth 5.2 (Dual band) 2*2
Audio Smart Amp Technology, Dolby Atmos, Built-in 4-way stereo speaker, Built in array, microphone
Baterai  50 WHrs, 3S1P, 3-cell Li-ion
Dimensi 30, 99 x 19,00 x 0,79 ~ 0,79 cm
Bobot 785 gram (tanpa keyboard dan cover stand
Harga Rp9. 099.000
Garansi 2 tahun garansi global

Deddy Huanghttp://deddyhuang.com
Storyteller and Digital Marketing Specialist. A copy of my mind about traveling, culinary and review. I own this blog www.deddyhuang.com

45 KOMENTAR

  1. Saya selalu menikmati tulisan-tulisan Ko Deddy. Mengalir. Walau cerita sebuah produk gak berasa ngiklan.

    Saya juga tak menyangka ternyata mengalami gangguan penglihatan warna. Apalagi hasil cekrak-cekrek yang muncul di linimasa IG benar-benar paripurna.

    Soal laptop ASUS, desainnya saya suka banget. Simpel, terkesan futuristik, terkesan ringan tapi gak ringkih. Sayang kantong belum mumpuni. Semoga ada rezeki buat beli persenjataan nulis yang canggih ini.

    Terakhir, saya setuju dengan ini: SESUNGGUHNYA TUHAN TIDAK SUKA PADA HAMBANYA YANG KLEMAR KLEMER DAN TIDAK CAK CEK SAT SET.

    Kalau dalam kitab nasrani, ada sih ayat pendukungnya ?

    • Sori nambahin dikit, saya pakai emoticon berubah jadi tanda tanya. Kalimat terakhir bukan kalimat tanya ya, Ko. ? Aslinya saya kirim emoji. Lah kok berubah tanda tanya.

  2. Keunggulan layarnya cocok juga untuk pekerja film seperti saya, baik untuk editing ataupun nonton. Karena warna dan detail yang dihasilkan sangat bagus. Dan secara body lebih mudah juga dibawa ke mana-mana, jadi cocok untuk para pekerja nomad. Simple and praktis.

  3. Garansi yang diberikan brand ASUS memang gak main-main yaa.. 2 tahun.
    Dan memang ASUS tuh awet banget. Kalau Laptop Vivobook 13 Slate OLED (T3300) sudah menggunakan Windows 11 nanti pas beli sudah otomatis terinstal ori yaa, Ko Deddy?

  4. Waahhh lengkap ulasannya, Asus Vivobook Oled rasa tablet ya, ukurannya simpel buat dibawa-bawa dan kinerjanya gak main-main bikin lancar urusan kegiatan hybrid. Aku pernah tuh merasakan di saat-saat tugas banyak eh notebooknya kelelahan, wkwk bikin stressss. Jadi kepengen deh punya Asus ini, nabung deh nabung..

  5. Laptop dambaan semua para pekerja konten deh ini. Diajak kerja asyik, dibawa hiburan juga seru. Huhu kepengen banget deh bisa gantiin si laptop jadul di rumah dengan laptop ini. Cakeeep

  6. Menohok memang kalimat ” Tuhan tidak suka pada hamba yang klemar klemer dan enggak cak cek sat set”
    Bener banget nih sebagai pekerja nomad butuh perangkat penunjang yang mantap. Nah segala keunggulan ASUS Vivobook 13 Slate Oled ini bisa jadi jawaban!
    Btw, kalender kerjanya padeeet begitu, keren Koh!

  7. Dengan bobot yang ringan gitu, bikin laptop ASUS Vivobook 13 Slate OLED ini mudah dibawa ke mana saja ya. Cocok buat pekerja nomad macam kita-kita ini. Yang harus tetap bawa laptop, dan bisa bekerja di mana saja. Laptopnya ringan dan mudah dibawa, tapi spesifikasinya luar biasa. Paling suka sih sama kualitas visualnya yang bikin nyaman mata.

  8. Sekarang mah udah jamannya kali ya koh bekerjanya nomad. Tinggal urusan pilih perangkat aja. Cari yang benar-benar mumpuni kayak ASUS.

  9. setuju banget transformasi bakal lebih sukses dengan bantuan gadget mumpuni

    selama ini saya hanya melihat Vivobook 13 Slate OLED karena layarnya OLED sehingga bisa asyik nonton drakor

    ternyata terlalu mengecilkan kemampuan Vivobook 13 Slate OLED ya

    layar OLED mah hanya setitik dibanding kecanggihan lainnya

  10. Sejak dulu laptop Asus emang jadi idola banget untuk mendapatkannya menjadi sebuah impian karena sangat mendukung kinerja sebagai konten kreator. Apalagi sebagai blogger perlu banyak menulis dan menulis fasilitas yang mendukung.

  11. Laptop tuh sudah jadi kebutuhan primer sekarang ya Ded. Bahkan mulai dari SD hingga pekerja professional. Apalagi masa pandemi yang mengharuskan seseorang harus berada di rumah tapi tetap terhubung dengan dunia sosial, sekolah dan pekerjaan. Jadi memiliki laptop ini bukan untuk urusan fisik tapi juga adalah materi investasi.

    Kalau baca rincian tentang ASUS VIVOBOOK 13 SLATE OLED ini langsung ngiler. Spesifikasinya benar-benar menunjang banyak kegiatan-kegiatan sehari-hari kita ya Ded. Terutama profesi kita yang harus mobile dengan beragam keahlian.

  12. Spek laptop asus ini mumpuni sekali, sangat menunjang untuk pekerjaan, apalagi yang hybrid ya koh. Tipis juga jadi bisa dibawa ke mana-mana dengan aman. Koh Deddy mah, untuk hal investasi ilmu sudah tak diragukan lagi.

  13. Asus terus berinovasi ya kak.. semakin kerennn produk terbaru lni Vivobook 13 Slate OLED menjadi laptop detachable pertama dari ASUS dilengkapi dg teknologi layar Asus OLED. Kepingin Punya bangets ini

    Good luck ya…

  14. Google Keep adalah salah satu app yang simple tapi bermanfaat banget, sama kau juga pakai Keep untuk nyatat apapun. Karena ide kalau gak dicacat cepat lupanya. Ditambah pakai device Asus, mantap memang kak…

  15. jaman sekarang memang banyak orang yang bekerja lebih fleksibel dan bisa dimana aja, jadi butuh gadget yang mendukung juga untuk aktivitas itu. laptop asus emang paling the best deh.

  16. Salah satu investasi terbaik adalah investasi pada diri sendiri.
    Alat tempur untuk produktif pun perlu dibuat senyaman mungkin.

    Mantap sekali laptopnya ya mas,
    bisa lebih produktif kalau suasana hati senang.

    • Betul mas, jadi investasi diri dulu nanti pas kita udah bisa upgrade skill akan jadi lebih nyaman. Apalagi kalau disupport sama peralatan kerja yang memadai ya.

      Laptopnya emang keren mas hehe..

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Deddy Huang

As a digital creator, this blog discusses topics related to traveling, culinary, product reviews and digital marketing. The articles on this blog provide many tips and recommendations based on personal experience.

This blog also opens up opportunities for collaboration. Contact me at [email protected]

Artikel Populer

Komentar Terbaru